Home Blog Page 6

Menikmati Surat Kecil Dari Tuhan..

0

Malam sudah mulai beranjak larut kali ini.. Sudah dua malam tidur hanya 4 jam karena rasa cinta yang besar terhadap pekerjaanku. Dikatakan gila ya.. Apalagi jika mengingat lagi janjiku untuk RESIGN jika aku tidak dapat menyelesaikan tugasku tepat waktu. Ya.. selain karena kesibukanku, ini juga disebabkan karena terkadang aku masih menunda beberapa pekerjaan.. meski demi pekerjaan lainnya. Memang pelik jika masih mau bekerja.. terkecuali jika aku memilih untuk berhenti dan melepaskan semua.

Kutengok lagi jam dinding di dapur mess yang sedari kemarin seperti menyemangatiku untuk tetap bekerja dan bekerja. Meski pabrik sepi karena batal ada lemburan.. Meski suara petasan sambung menyambung ditingkahi pekik sorak riuhnya lomba panjat pinang di sebelah pagar pabrik. Ataupun malamnya suara alunan musik dangdut nan menggoda dari kampung sebelah serta bunyi percakapan si Raja Dangdut dalam filmnya yang diputar di layar tancap lagi-lagi di sebelah pabrik.. Aku tetap berasyik mesra dengan si Aspire mengerjakan tugasku. Dan jam dinding yang tadi? Tetap setia berdetak mengiringi tekad dan semangatku..

Aku tertegun.. jangankan untuk mencari pacar.. beberapa janji di weekend ini lewat sudah.. Mulai dari nonton film di twenty one, mengantar obat pesanan dari Om di Lampung, janji dengan bapak tukang pijet, ber-halal bihalal dengan para leader, ajakan kongkow dari si gadis manis  pujaan, bahkan melihat upacara kemerdekaan di TV (catat : lebih miris karena tidak mengikuti upacara 17 Agustus) pun berlalu sudah.. Nasionalisme-ku seolah berganti dengan Pabrikisme.. But Life Must Go On..

Sejenak dalam lelah pikir dan ragaku.. meski herannya tak terasa kantuk menyerang.. malah nyamuk penghuni mess yang menerjang.. Aku mencoba memikirkan betapa aku tidak menikmati hidupku.. Sedikit menyesal dan kecewa.. namun ketika mengais deretan pesan di gadget.. satu BBM adik kelas MENYENTAKKU!! Pesan yang diberi judul Surat Kecil Dari Tuhan membuatku luluh.. Dan menyadarkanku bagaimana aku harus mensyukuri waktuku ini karena tak akan dapat kuputar lagi.. Serta bagaimana harus menyikapi waktuku di detik demi detik selanjutnya.. Sahabat.. bolehlah kubagikan isi pesan yang entah siapa yang membuatnya karena jelas tidak mungkin dari gadget Tuhan.. Selamat malam..

Surat Kecil Dari Tuhan…

Kepada  : KAMU
Tanggal  : HARI INI
Dari      : TUHANMU
Perihal  : DIRIMU

Ini AKU,
AKU yang akan menangani semua masalahmu..

Catatan :
Dan ingat, bila dunia ini menyodorkan masalah yang tidak dapat kau tangani sendiri,
Jangan berusaha menyelesaikan masalah itu.
Tetapi, letakkanlah saja masalah itu dibox-KU utk KUselesaikan..
AKU akan menyelesaikan masalahmu sesuai JADWAL yang AKU tentukan sendiri.
Semua masalahmu PASTI akan AKU selesaikan,tetapi sesuai jadwalKU, bukan jadwalmu.
Setelah semua masalahmu kamu letakkan dalam Box,
Janganlah kamu pikirkan & khawatirkan.
Sebaliknya, fokuslah kepada semua hal2 BAIK yang sedang terjadi padamu sekarang.

Bila kamu terjebak kemacetan dijalan, Janganlah marah,
Sebab masih banyak orang di Dunia ini yang tidak pernah naik mobil  seumur hidupnya.

Bila kamu berhadapan dengan masalah di tempat kerja,
Berpikirlah bahwa masih banyak orang yang menganggur bertahun2 tanpa pekerjaan.

Bila kamu sedih karena hubungan keluarga, pikirkanlah orang2 yang belum pernah merasakan mencintai dan dicintai.

Bila kamu merasa bosan dengan akhir minggu, pikirkanlah orang2 yang harus lembur siang malam tanpa libur utk menghidupi keluarga & anak2nya.
Bila kendaraanmu mogok & mengharuskan kamu berjalan kaki,
Janganlah marah,
Pikirkanlah orang2 cacat yang sangat ingin merasakan berjalan diatas kaki sendiri.

Bila kamu melihat dicermin rambutmu mulai beruban,
Janganlah bersedih,
sebab mempunyai rambut hanyalah merupakan impian bagi orang2 yang dalam perawatan Kemoterapi.

Bila kamu merenungi makna hidupmu di Dunia ini & merenungi apa tujuan hidup mu ini ?
Bersyukurlah O:)
karena banyak orang yang tidak punya kesempatan hidup yang cukup lama untuk merenungi hidup mereka.

Bila kamu memutuskan untuk meneruskan surat ini ke orang lain,
Terima Kasih.
Kamu telah menyentuh kehidupan mereka dalam banyak hal yang tidak pernah kamu bayangkan

With Love,
your God

Senyum Manis si Centil Merah Putih..

2

“Centil…” sapaku pada sosok gadis manis berkerudung merah dipadu seragam merah putih beberapa jam yang lalu. Dahi si gadis tampak mengerenyit dan matanya menatap tajam ke wajahku seolah ingin membuka masker yang masih kukenakan. Tapi nampak sorot matanya berbinar dan lantas mengucap pelan meski terdengar agak ragu.. “Pak Uban ya..”.. Aku tergelak dan membuka masker yang kupakai meski detik berikutnya terkejut karena tangan kananku segera direnggut oleh si gadis dan dicium laksana anak terhadap orang tuanya. Namun suasana itu segera berganti saat sadar bahwa kami berdua ada di tempat umum..

Setelah memberi minum si MC dengan PERTAMAX maka aku berniat segera meninggalkan salah satu depo PERTAMINA di sisi Jalan Raya Jakarta-Merak itu. Namun si gadis mengambil kunci motor sambil mengacungkan jari telunjuknya ke satu sisi di area pengisian bahan bakar umum itu yang terlindung dari rintik hujan. Ya.. malam ini hujan baru saja usai menyisakan gerimis di kawasan Serang. Aku lantas menuntun motor ke tempat yang ditunjuknya tepat dimana Ia berlari kecil menemui rekannya. Tak berapa lama setelah satu orang berseragam sama menggantikan posisinya, si gadis menyusulku sambil berlari kecil menghindari gerimis.

“Bapak apa kabar? Sudah nikah belum?..” dua kalimat tanya meluncur dari bibir tipisnya saat mencapai tempatku menunggu. Aku tertawa kecil mendengar pertanyaan keduanya.. “Kabarku baiiik.. Belum nikah, masalah buat loe?” sahutku menjawab tanyanya. Dan kami tergelak lagi bersama..

Sahabat.. setelah hampir setahun berpisah, malam ini aku bertemu lagi dengan mantan operatorku di tempat kerjanya yang baru. Pak Uban.. demikian sapaan akrabnya untukku guna membalas sapaan si Centil yang selalu aku lontarkan jika aku keliling line produksi. Ketika kutanya bagaimana dia mengenaliku meski menggunakan masker, ternyata dari sapaan untuknya yang memang hanya diucapkan oleh aku di dunia ini dan dari bulu mata lentikku. Lantas kususul dengan pertanyaan apakah dia tidak diomelin kalau ngobrol di jam kerja. Ternyata dia beralasan pada rekannya bahwa aku adalah tunangannya dan ada perlu sebentar terkait persiapan menikah.. Dasar centiiiil..

Hampir setahun berlalu memang saat dia pamit resign dari departemenku untuk menikah. Namun calon suaminya harus magang ke Korea dulu sehingga dia memutuskan untuk bekerja guna mengisi “waktu tunggunya” sampai akhir tahun ini dimana si pujaan hati akan mengikatnya dalam satu keluarga baru. Malu.. adalah jawabannya saat kutanya kenapa tidak balik dulu lagi ke kerjaan lama.. Takut bapak tambah patah hati.. lanjutnya seraya menghindar karena akan kujewer..

Sahabat.. mungkin kita sering merasa bahwa saat berpisah dengan teman, saudara, atau pacar adalah akhir sebuah pertemuan. Terlebih dengan idiom bahwa ada pertemuan pasti ada perpisahan. Namun malam ini aku menyadari bahwa setiap pertemuan takkan ada perpisahan jika ada dua hati, dua rasa, dan dua niat sama untuk tetap bertemu meski sebatas doa karena terpisah ruang dan waktu.

Dan memang itulah yang kami lakukan di akhir pertemuan singkat kali ini setelah saling bertukar nomor telepon. Aku doakan agar si gadis selalu sehat dan persiapan menikah lancar sampai hari bahagia itu tiba. Lalu apa doanya? Agak nakal.. Semoga aku tidak sakit hati karena dia menikah dengan pria lain, senantiasa sehat, dan kalau nanti datang di pernikahannya sudah punya pasangan agar tidak bertiga saat difoto. Tetep centiiil..

Sebelum pulang kutawarkan untuk makan malam meski kutahu ini masih di jam kerjanya. “Bukan nolak pak.. tapi Centil sekarang gak bau produk.. tapi bau bensiiin.. Centil juga takut jatuh cinta lagi sama bapak..” Haiyaaah.. dan dia tersenyum manis.. Setelah cium tangan terakhir dia masih mengolokku.. “Uban bapak tambah banyak tuuh..” dan sambil tersenyum lebih manis dia berlari ke tempat pertama aku menyapanya malam ini.. Centiiiiiiiil….

#18.. King TITRASI 2000

2

Keningku mengkerut, berusaha bercermin di layar si Aspire.. Mencoba nyari jawaban kenapa seminggu ini pikiranku cuma ke kota Gudeg.. Entah sedang kangen Jogja, kangen kampus, atau kangen mantan.. tapi memang topik coretanku sedang menggali apa saja yang kualami di kota Pelajar tersebut. Mulai dari cacar air, menjadi waria, dan.. sekarang teringat ospek fakultasku yang diberi istilah TITRASI.. Tiga Hari Temu Akrab Farmasi.. Tentu saja ini kualami 13 tahun yang lalu.. jika seorang cowok pastinya mulai jatuh cinta. DUAR! Ini jawabannya.. kayaknya otakku lagi puber kedua.. makanya kangen masa lalu (gak nyambung sih kayaknya).

Aku agak berhati-hati dalam memilih coretan ini, sebab aku yakin selain si Zonkie dan si Ceker Ayam, atau si Coco pencipta lagu-lagu Titrasi, juga Jola dan Tere, ada ratusan (belum ribuan) anak Farmasi Sanata Dharma, baik yang sudah lulus, lolos, maupun sedang meregang nyawa dan nasib di sudut Paingan itu yang memiliki blog pribadi. Tapi mbah Google cuma nemu beberapa yang MENARIK pandanganku untuk kuterjemahkan sebagai perintah jemari kanan mengoperasikan si tikus-nya Aspire untuk klik kanan dan open in new tab.. Siapa aja? Ada si Aveline Johannes angkatan 2012 dengan foto-fotonya yang ceria..  ada Hans Gani angkatan 2010 dengan gaya tulisan yang sangat tidak membosankan.. Tambah lagi Maria Dyah Kartika anak ’10 atau ‘11 nampaknya dengan tulisan yang RAPAT HABEES.. sehingga aku tertipu kirain tentang TITRASI ternyata hanya jaga pendaftaran buat rombongan si Aveline doang.. Tapi tetap saja kurekomendasi (jangantanyakenapaya..). Terakhir si Monika yang angkatan 2012 soalnya foto2nya sama dengan Aveline. Kalau nggak satu nama ya.. minimal satu kelompok Goserelin Jempol..

Heuft.. oke deh.. kita mulai saja ya pemirsa tentang bulan-bulan pertamaku di sudut Maguwoharjo tepatnya di Kampus Universitas Sanata Dharma Paingan. Setelah semingguan beraktivitas maka kami pun diwajibkan mengikuti masa orientasi fakultas yang judul acaranya sama dengan salah satu kegiatan rutin di laboratorium. Ya.. TITRASI.. seperti yang kutuliskan di atas. Beragam acara disusun, rentetan aturan diumumkan, dan segala tetek bengek lainnya karena selama tiga hari kami akan berada di luar kampus. Salah satunya sempat kutuliskan mengenai permintaan untuk mengenakan kaos biru donker yang menjadi satu cerita seru karena makhluk bernama Ceprit. Pokoknya serba ribet tapi seru karena didampingi dampok (pendamping kelompok) yang belakangan menjadi ajang cari jodoh untuk angkatan sesudahku hahaha.. Mulai dari nyiapin yel-yel, tanda peserta, tenda, dan remeh temeh lainnya.. Setelah semua siap akhirnya pasukan Farmasi Noceng pun berangkaaaat..

#17.. Sebuah Kisah Klasik Jadi Waria di Jogja..

12

Lepas dari muka bopeng.. ternyata ada kenangan unik lagi di masa awal kuliah. Yaitu.. menjadi WARIA.. Yuup, satu pengalaman seru ini aku dapatkan ketika mengikuti masa ospek kampus yaitu INSADHA (Inisiasi Sanata Dharma) angkatan noceng alias tahun 2000. Saat itu karena masih sakit cacar maka saya ikut gelombang II dimana diadakan tiga gelombang tetapi daripada gelombang III yang pasti koret-koretan.. saya memilih untuk menunda sejenak babtisan saya masuk kampus di tengah-tengahnya.

Menjelang akhir INSADHA, akan ada penampilan tiap fakultas untuk memeriahkan malam inaugurasi alias acara pamungkas. Nah, kabar dari gelombang I, fakultasku FARMASI menampilkan performa band. Lebih cetarnya gitarisnya sempat pasang aksi gigit-gigit senar gitar walau sampai sekarang belum jelas apakah aksi itu pas pentas atau saat nunggu pentas (yang terakhir mah aku juga bisa hehehe..). Waaah.. paniklah anak-anak gelombang II.. Dub dub dub…

Akhir Belenggu Cinta

10

wanita muda

Sesosok pria tua nampak meregang nyawa di satu sudut jalan Kota Gudeg menjelang senja tadi. Selembar kertas kumal tergenggam erat di tangannya. Padahal separuh kepalanya remuk dihajar minibus saat sibuk mengais puntung rokok.

“Aku ikhlas Tuhan..” ucapnya pelan seraya tersenyum dan menghembuskan nafas terakhir tepat saat kertas itu terlepas dan menampilkan gambar wanita cantik yang telah berkhianat dan menjadikannya lajang hingga tutup usia.

banner-kontes-unggulan-63-300x214

#16.. Cacar Perdanaku..

0

Sahabat pernah kena penyakit cacar? Cacar air lebih tepatnya atau Varicella? Hohoho.. Ini penyakit  yang sangat menular yang disebabkan oleh infeksi virus varicella-zoster (VZV). Gejalanya? Aduh.. selengkapnya bisa baca di sini atau di sini ya.. Akupun begitu adanya, cacar air perdana-ku hadir menyapa tepat saat hendak mengawali bangku kuliah. Alhasil kemana-mana pakai jumper untuk menutupi bintik merah berair dan sebagian bopengku dengan jumper atau hoodie. Mulai dari naik bus Rukun Agawe Santoso (RAS) hingga si Tweety alias angkot 21 yang menghubungkan kampus tercinta dengan kehidupan kota. Maklum aku kan kuliah di pinggiran Jogja..

Rasanya? wuaaah gak karuan, harusnya tepe tepe atawa tebar pesona, eh malah diberi bintang-bintang kejora di wajah. Alhasil tidak ada yang bisa digebet di semester pertama.. Tentu saja iya wong dulu masih statusnya masih berpacar selulus bangku putih abu-abu. Hehehe..

Nah, kenapa aku beri judul Cacar Perdana untuk coretan kali ini? Ya karena faktanya ada sebagian orang yang terkena dua bahkan tiga kali, aku sih berharap cuma sekali saja.. Hal ini bergantung daya tahan tubuh setiap individu yang beragam. Saat kondisi tepar atau drop, maka saat dekat dengan orang yang sedang terkena cacar akan terkena lagi. Atau bisa jadi jenis virusnya berbeda dan lebih kuat.

So.. pastikan dirimu selalu sehat dan rajin berolah raga agar imunitas atau kekebalan tubuh terjaga. Sehingga tidak ada lagi cacar kedua, ketiga, dan seterusnya yang menyapa.. Yang jelas, ada juga orang yang seumur hidupnya tidak pernah kena cacar kok.. Meski bukan juga menjadi alasan untuk doa setiap hari agar tidak kena cacar hihihhi.. Salam cacar perdana.. (bukan pacar loh ya..)

Akoe dan Gadis Penikmat Kereta

0

Malam mulai beranjak.. Ramadhan kali ini sungguh terasa di kawasan industri tempatku bekerja. Lantunan suara-suara penyeru Allah dari masjid-masjid sekitar pabrik terdengar bersahutan. Ya, meski tidak merayakannya, tetapi aku tetap larut dalam persiapan kaum muslim menyongsong hari nan fitri beberapa puluh hari ke depan.

Aku tentu saja masih menikmati detik-detik menjelang kepulangan kerjaku hari ini di ruangan. Bersama si Aspire yang kemaren ngadat lagi dan sekarang cepat panas suhu tubuhnya. Sabar to say.. apa mau aku guyur pake larutan panas dalam dari line agar panas tubuhmu reda? Hehehe.. Aduh! Lirikan mata satumu tampak marah.. Weits.. sabaaar..

Entah kenapa tiba tiba aku teringat sosok gadis.. yang mana saat pantat teposku masih duduk di kursi ruangan, pantatnya pasti masih beradu dengan pantat orang lain jika tidak kebagian tempat duduk atau terpaksa berhimpitan di tempat duduk yang sempit dan mungkin keras.. di KERETA.. Uftt.. atau kupastikan dulu via SMS ya? Jangan-jangan dia sedang berlari-lari mengejar gerbong atau masih antri menunggu kereta yang kata Bang Iwan Fals “terlambat sudah biasa”.

Tidak Ada Kata Kehilangan..

0

Ya.. inilah berkat Tuhan dalam bentuk UJIAN.. Saudara dan sahabatku.. mohon maaf untuk saat ini tidak bisa kontak saya via BBM atau WA karena gadget BB saya HILANG plus nomor simpati 08211331xxxx. untuk sementara bisa hubungi saya di 08157873xxxx dan 08777158xxxx. Mohon maaf untuk rekan2 Bayer yang “menghadiahi” gadget tersebut karena saya tidak bisa menjaganya dengan baik. Mohon tidak untuk tanya dimana dan mengapa? karena saya juga tidak tahu.. Cukup beri jempol anda untuk mendukung saya bagaimana untuk mengikhlaskan karena semua hanya titipan belaka.. Jika kembali berarti masih menjadi titipan untuk saya. Selamat hari Minggu..

Satu pesan singkat yang kutulis di akun jejaring sosialku karena kehilangan gadget siang ini. Ya, Tuhan sedang bekerja atas diri saya dan saatnya saya membuktikan bahwa tak perlu ratapan untuk menanggapi ujiannya. Sedih? Jelas.. gadget itu adalah hadiah dari sahabat-sahabat di lingkungan kerja terdahulu. Kecewa? Pasti.. karena banyak sekali hal penting di dalamnya, catatan, foto, nomor kontak, dan seabreg lainnya. Mencari? Sudah saya lakukan hingga hampir ke arah menuduh orang lain yang Puji Tuhan tidak terlontar di mulut saya meski tetap saja saya berdosa.

Belum jodohnya dan Tuhan sedang mengambil titipan itu karena mungkin saya tidak merawatnya dengan baik. Ambilah Tuhan daripadaku.. Izinkan aku untuk bersyukur atas teguran kecil ini. Dan jika ada yang menemukan, mungkin dia lebih berhak daripadaku..

hp

The Doctor Is Back! Saya Juga Ah..

0

Hari Minggu kali ini di pabrik.. Sepertinya masih cinta pabrik saja diriku. Setelah Sabtu sore kemarin mereguk kemenangan bersama team bola pabrik dalam perempat final turnamen antar pabrik se-kawasan Pancatama Cikande Serang. Lanjut melihat kemenangan Valentino Rossi di Moto GP Assen Belanda setelah sekian lama tidak pernah merasakan podium tertinggi di gelaran balap motor tersebut.

Ya.. kemenangan Vale atau The Doctor seperti menginspirasiku. Bagaimana tidak, di tengah kepungan pembalap muda dan kemampuan teknis team kompetitor yang merata, Vale bisa mencicipi lagi sebuah kemenangan yang menjadi incaran anak-anak muda generasi sesudahnya. Satu pengalaman berharga dimana The Doctor harus merubah gaya membalapnya menyesuaikan trend pesaingnya. Walau sulit tetapi dia tetap mencoba beradaptasi. Jika awalnya dia akan menunggu beberapa lap untuk pengkondisian pacuan dengan kondisi sirkuit, kemarin dia melakukan “gas poool” dari awal.

Aku bukan pengamat sebuah balapan yang baik, hanya satu sisi saja yang ingin kubahas dimana Vale MAU BERUBAH demi sebuah kemenangan. Ini seolah mengingatkanku akan hasil terakhir psikotest-ku dimana aku masih belum cukup percaya diri dalam pengambilan keputusan. Ya! Aku juga harus bisa BERUBAH seperti Vale.. lebih percaya diri, lebih cepat dan tepat saat menjadi decision maker, dan bisa menjadi yang terdepan seperti slogan merk motor tunggangan Vale. Semoga!!

sumber : www.forum.detik.com
sumber : www.forum.detik.com

Hutang Buku dibalas Buku..

9

Malam belum lama beranjak meninggalkan senja hari ini. Di sudut ruangan kerja yang masih enggan kutinggalkan, aku masih bermain dengan si Aspire yang belakangan ini sering menggodaku untuk memberinya LEM KUNING (Lempar Tuku Maning alias beli lagi laptop yang baru). Kenapa? Ya karena virusnya mulai seabreg, HANG saat presentasi padahal di depan para head department, atau tiba-tiba mati sendiri saat kepanasan. Sejenak kupandang satu mata Crystal Eye si Aspire yang kubiarkan “buta” begitu lama. AJAIB.. seolah-olah mata itu menyala merah dan lantang ingin berteriak..

“Siapa dulu yang mulai Bro!! bateraiku ngedrop gak diganti, speaker kiriku mati dibiarin aja, mata Crystalku gak bisa dipakai ente antepin aje, banyak virus eh kagak dipasang antivirusnye.. MASALAH kalau guwe ngambeg!!!”..

Ups.. galakan si Aspire ternyata.. ya wis Pir.. aku minta maaf ya.. tak pakai terus semampumu sampai ajal menjemput deh. Hehehe..

Lantas kuperkosa si Aspire untuk melihat koleksi foto-foto lawasku utamanya yang tentang futsal dan jalan-jalan. Entah kenapa aku tertarik dengan satu foto di bawah ini yang dijepret rekan saat mengawal adik-adik tingkat yang PKL di pabrikku dulu ke Bandung. Satu foto di sudut Lapangan Tegalega Bandung antara aku dan Gosong begitu orang-orang mengenal adik kelasku yang satu ini dibanding nama lengkapnya Alexander Arie Sanata Dharma. Namun aku lebih senang memanggilnya Zonkie.. goZONk KIEyut.. (sambil megang perut karena geli..).

aku dan zonkie di Tegalega
aku dan zonkie di Tegalega

MUST READ

Pelajaran dari Shelo

0
Pa-pa.. Ma-ma.. Suara si kecil Shelo di tengah langkah-langkah kecilnya yang tertatih saat belajar berjalan. Seolah memberitahu kami bahwa dia MAU BELAJAR! Meski terkadang terjatuh,...

Akoe dan Ibu Penjual Bunga..