Home Blog Page 5

2014.. Anugerah Tuhan : Ladang Rejeki dan Iman..

3

Cukup lama buat menanti apa yang akan aku tuliskan di blog ini.. Satu tulisan saja di Januari yang kuharapkan memaknai setiap langkah dan menyemangati ribuan kisah di sebelas bulan berikutnya. Tulisan di akun jejaring sosialku aku beri judul 2014 To The Next Next Level..

Kali ini adalah pengalaman baru bagiku untuk merayakan tahun baru di gereja.. Ya, tepatnya di Gereja Kristus Raja Serang bersama OMK.. What? OMG.. OMK.. ketuaan kali ye.. sehingga saat perkenalan pun dengan mantab aku persilakan mereka memanggilku “Om”.. hhahaha.. asal jangan “Mbah” aja deh.. Kok bisa di gereja? Biasanya dengan keluarga atau justru menghamburkan lembar demi lembar rupiah dalam riuhnya pesta.. Entahlah, sepertinya Roh Kudus lebih menyapaku kali ini daripada Roh Kuda hehehe..

Misa tutup tahun 2013 lah yang menarik hatiku untuk TERSESAT di tempat kudus ini… Tiga renungan dari homili pastor sungguh mengesankan untukku. Apa to?
Pertama adalah tentang bagaimana kita telah melalui tahun 2013? Ya. Bukan berapa lama, yang bisa dihitung dengan kalkulator.. atau dengan siapa.. tetapi sungguh bagaimana sikap kita di 2013 yang lalu. Entah kita yang berprofesi sebagai buruh, guru, dokter, tukang becak, dan sebagainya.. Apakah memang kita telah melalui 2013 dengan proses yang mendewasakan dan membuat kita lebih baik dari 2012. Dan sudahkan semua yang kita lakukan dilandasi ajaran kasih dan pelayanan-Nya?

Kedua adalah cara menyikapi transisi dari 2013 ke 2014.. Apakah memang kita sudah berniat untuk memperbaiki semua kekurangan kita, meningkatkan pencapaian kita, dan selalu bersyukur atas semua kerja Tuhan atas detik hidup kita. Percayakah kita bahwa Dia akan menggenapkan sisa dari apa yang telah kita upayakan dengan kuasa kasihNya?

Ketiga adalah lagunya Armada.. Mau dibawa kemana 2014 kita? Ke arah lebih baik atau sebaliknya? Dan aku lebih setuju dengan apa yang dicanangkan oleh pabrik tempatku berburuh ria.. yaitu 2014 To The Next Level..

Dalam pekerjaan.. kita harus lebih bekerja dengan cerdas agar kemampuan meningkat dari tahun 2013. Di sisi lain, beranilah berkata TIDAK saat kemampuanmu kurang dihargai dan KELUAR! Sayangi energimu untuk tempat baru yang lebih menghargai jerih payahmu. Level yang kadang tidak dimiliki oleh sebagian dari kita adalah SPEAK NO FEAR.. Ungkapkan apa yang menjadi keluhanmu (asal ojo waton sambat alias asal mengeluh). Kalau tidak ngomong.. belum tentu mereka tahu apa yang kita inginkan.

Dalam pergaulan dan kehidupan sosial.. 2014 harus dijadikan titik tolak untuk membangun “jembatan” dan merawat jembatan yang telah ada. Jembatan yang dimaksud adalah koneksi dengan orang lain yang mungkin belum pernah kita kenal sebelumnya. Tentu saja koneksi positif agar tidak terseret kasus korupsi atau gratifikasi. Bagi yang tadinya kurang pergaulan.. buka sedikit pemikiran dan hatimu untuk mengenal orang lain yang mungkin akan mengubah kehidupanmu menjadi lebih baik.

Dalam keuangan.. Segera BERINVESTASI! Mulailah untuk merancang hari tua dari sekarang.. menyisihkan sebagian dari penghasilan untuk berwirausaha misalnya.. atau bermain reksadana dan deposito. Mustahil? Mungkin kok.. asalkan kita bisa memerangi perilaku konsumtif yang kadang hanya membuang isi celengan jago kita ke hal-hal atau materi yang tidak perlu. Cobalah untuk mencoba hal baru yang OUT of THE BOX.. Wani ora??

Dalam kesehatan.. Yang belum pernah MEDICAL CHECK UP? Segeralah.. karena jika lebih dini kita mengetahui kondisi kesehatan kita, maka akan lebih awal pula kita mencegah penyesalan jika sesuatu yang buruk menimpa kita nantinya. Jangan banyak BEGADANG.. karena lagunya akan dijadikan bahan kampanye pilpres oleh Satria Bergitar.. Cukupkan istirahat seperti dinyanyikan Tasya diiringi petikan gitar Eross SO7 karena melindungi kita dari kelelahan, besok masih banyak janji, dan akan bertemu kembali (haiyaaaaah…)

Dalam percintaan.. (deg degan saat nulis ini).. To The Next Level berarti yang jomblo segera berpacaran, yang tunangan segera nikah, yang udah nikah terus tambah lagi.. tambah pasangan? Ya tidak dooong.. tambah buah hati maksudnya. Maaf saya tidak berani bicara ndakik ndakik karena jemarinya jadi tremor kronis nan kencang..
Kata-kata di atas hanya permenungan memang.. hanya opini yang mungkin sedikit ngelantur karena ditulis dini hari. Tapi jujur.. saat kita berani menaikkan LEVEL kita.. maka tahun yang baru ini akan ada dalam genggaman kita..
Selamat datang 2014.. I am ready to the next level.. Tuhan Beserta Saya.. dan Anda yang membaca.. 

Ngenesnya untuk blog ini tidak secepat akun tersebut untuk kugagahi dengan coretanku.. Tapi puji Tuhan di hari terakhir bulan ini kudapatkan juga materi itu.. sepertinya terselip di bongkahan otak yang nyaris membeku karena satu dua tiga hingga ratusan masalah yang datang menyapa dan tak jarang menginap hingga detik kuketikkan abjad demi abjad pagi ini.

Menjelang 2013 Berakhir..

4

Sudah seminggu rasanya di hati masih deg-degan gak karuan.. Tidak tahu sebabnya tetapi konyolnya akupun hanya bertanya tanpa mau mencari jawabnya. Tentu juga bukan karena blog ini berjamur karena tidak pernah dicorat-coret lagi sebab menulis bagiku hanya saat aku memang mau menulis.. Hanya saat melirik kalender aku baru tahu bahwa ini adalah sehari sebelum tahun 2013 berakhir dan berganti tahun baru.. 2014..

Ada beberapa hal yang menarik di menjelang akhir 2013 ini, misalnya saja tweet si ariesadhar empunya buku Oom Alfa yang meledek tentang banyaknya adek kelas yang menikah di beberapa hari ini. Haiyah.. sudah kebal saya bro.. Lihat saja reaksi saudara saya saat beberapa jam saya sampai rumah, langsung nanyain “bawa teman apa gak?”

twitnya si zonkie
twitnya si zonkie
classic question
classic question dari si mamas

Kemudian reuni dengan si Telor Ceplok dengan sejenak melupakan si Merah Centil yang seolah melontarkanku ke puluhan tahun lalu.. berasa tua banget guwe.. 🙁

telor ceplok
telor ceplok

Juga sore ini tentang joke kecil yang disampaikan seniorku di pabrik bahwa.. “yang diminta ratu adil, eeh.. yang ketangkep ratu atut, saat butuh satria piningit.. walah adanya satria bergitar..”. Suatu ironi politik menjelang akhir tahun 2013 ini. Namun yang pasti menjelang 2013 berakhir, masih banyak tugas yang harus diselesaikan. Masih banyak yang harus dirancang untuk tahun depan di bumi Serang ini. Serta harus ada perubahan yang lebih baik.. Semoga.. Amin..

li'l bro
li’l bro

Akoe dan Pak Bu Bos.. Belajar Membangun dan Merawat Jembatan..

0

Sabtu Minggu kembali tiba… tapi seperti biasa Jumat petang masih nongkrong di pabrik tercinta. Aku teringat akan pengalaman weekend beberapa minggu lalu.. tatkala kembali harus ku takjub untuk kesekian kalinya terhadap Pak dan Bu Bos. Masih ingat siapa mereka? Ya.. kedua guru SD pujaanku.. Kali ini aku belajar bagaimana untuk membangun dan merawat jembatan..

Apa?? Jembatan?? Pakai kayu? Pakai Beton? Pakai Baja? BUKAAAAAN.. Tapi pakai kasih bin cinta..

Hemh.. bingung ya? begini ceritanya.. Suatu sore di awal November datang satu SMS dari Bu Bos tersayang yang mengabariku akan seseorang di masa laluku yang sedang menderita sakit. Om Jamari.. atau O’ Ai demikian kupanggil beliau saat ku kecil.  Om Jamari dulu adalah pemuda yang tinggal bersama bapak ibu di satu sudut desa kecil Srikaton (yang sekarang sudah menjadi hutan lindung) di propinsi Lampung, tanah kelahiranku. Pria gagah yang mirip dengan aktor Herman Felani itu sekarang terbaring tidak berdaya karena Parkinson yang dideritanya. Bu Bos mengajakku untuk meluangkan waktu menjenguknya di daerah Gedung Aji yang kira-kira 6 jam perjalanan dari rumahku di Lampung. Aku sontak mengiyakan dan mengatur jadwal agar bisa FREE di weekend, meski akhirnya tetap juga curi-curi waktu urus kerjaan saat hari “H”, dan bersama bapak ibu menyambangi O’ Ai yang dulu dengan telaten ikut mengasuhku.

Akhirnya di pertengahan November aku pulang ke Lampung, menjelang pagi mendarat di rumah, lantas beristirahat sejenak dan setelah Pak dan Bu Bos pulang dari kampus (baca : SD), kami pun meluncur ke TKP. Cuaca cerah kala itu sehingga jalan berliku dan sempit pun tidak terasa hingga mulai memasuki daerah Gedung Aji Baru dimana jalanan mulai jueleeeek dan bergelombang dahsyat. Daerah yang dikenal dengan daerah transmigrasi, dimana sebenarnya Bapak dulu mendapat satu jatah, namun karena Ibu menolak maka lantas dijual kepada orang lain.

hemh.. ini bagian awal.. selanjutnya lebih parah..
hemh.. ini bagian awal.. selanjutnya lebih parah..

Setelah bertanya kanan kiri.. sampailah kami di rumah O’ Ai.. ada sosok pemuda gagah yang menyambut, itu Heri anak sulungnya yang putus sekolah karena mengurus ayahnya yang tergolek tak berdaya di ruang tengah. Ada pula Bulik Minem isteri O’ Ai yang menyambut kami dengan kaget sukacita sebab sebenarnya Desember kami baru akan mengunjungi keluarga ini. Anak bungsu mereka tidak di rumah karena sedang menempuh pendidikan lanjutan pertama di Metro, satu daerah di Lampung juga.

Mengulik Oom Alfa.. Si Odong-Odong Merah

2

Puff.. Setelah kelar dari diskusi dengan POM hari pertama.. Hari berikutnya langsung meeting OEE dan sambil trial produk di line Pharma.. Eh, Rabu ini ketambahan revisi denah ke POM dan Audit Dinkes.. Kamis Jumat APA LAGI!!!!?????!!!.. Tapi saat bel berbunyi tanda waktu normal pulang kerjaku, justru malah teringat akan hutang janji untuk review buku dari si pemberi tiga buku gratis di bawah ini..

Ya.. dulu, lewat sebuah coretan, pernah kuimuti eh kuikuti sebuah lomba Give Away yang dilakukan oleh bro Zonkie a.k.a @ariesadhar penetas buku Oom Alfa si Odong-Odong Merah. Hadiahnya ya salah satunya buku tetasannya (baca : karangannya) itu, secara kan gretong. Tapi beneran, meski gak yakin menang tetapi aku sudah BERSUMPAH untuk HARAM beli buku ini buat pribadi. Aku beli dua justru buat sahabat penikmat buku lainnya (catet ya bro..). Tapi buatku sendiri aku harus gratis, gak peduli mau sampai kiamat pokoknya KUDU gratis. Kenapa? Gak tahu.. pokokmen GRATIS..

Well.. mungkin karena njiper dengan umurku, dan kemashyuran dedengkot MABESKOSTA, maka bro Zonkie menyatakan dengan ini kemerdekaanku untuk memiliki bukunya.. Halaaaaah. Meskipun yang ngasih penilaian orang lain, tapi aku yakin sekali bahwa sudah ada bisikan ke juri (gak tahu cowok atau cewek itu) agar punyaku dimenangin.. huh!!

Eh bentar.. di awal aku optimis, kok malah jadi pesimis yo.. #tabokmukacendili

..akhirnya datang jugaaah..
..akhirnya datang jugaaah..

Nggak Sinting Saja Untung..

0

Penutup kerjaku hari ini, izinkan aku mengganggu waktumu sahabat.. setelah lantunan langgam jawa mas Didi Kempot menggelitik telingaku..

Yen arep crita karo sapa.. yen ora crita kok tambah nelongso
kok soyo suwe koyo ngene rasane.. sedina dina gur nakoni wae…

Yen ora sambat wis ra kuat.. arep jaluk tulung bingung le ku nembung
tekan sok kapan iso mendem iki.. STOP!!

Loh.. kok STOP booos? Ya.. karena ini bukan judulnya KASMARAN, tetapi KERJANAN.. Heuf.. Hari ini bisa dikatakan hari yang luar biasa dalam hidupku dengan segudang pekerjaan yang menumpuk dan statusnya URGENT semua. Diawali dari update target dan hasil actual serta stock opname bulanan, diskusi denah pabrik, lanjut meeting project dengan supplier, ditutup dengan diskusi internal team produksi. SUDAH? Belum.. masih ada setumpuk dokumen batch record yang harus kureview dan tanda tangani. CUKUP? Eits.. masih ada email yang harus difollow up dan juga permintaan Man Power yang mesti dievaluasi. Nah.. USAI? Hahaha.. belum lah, masih ada agenda kecil untuk mereview time line rencana bulanan October dan Novemberku.. banyak REVISI nya ternyata.. Nah, setelah itu baru lihat project serikat karyawan mandiri lalu hasil-hasil audit POM, MUI, ISO Internal Eksternal, dan Inspeksi Diri. CLOSED?? Ya.. tralala.. dengan terlebih dulu melengkapi rincian kegiatanku hari ini, serta merencanakan cleaning mesin dengan supplier besok saat tanggal merah menyapa di hari Selasa.. Masuk dong? Iya laaah.. aku foto saja si jagoan pengisi hariku hari ini..

kerja

Well.. rencananya malam ini mau pijet, rasanya tegang sudah stadium atas bawah merajalela.. sambil pijet, saya cuma mau mensyukuri atas pekerjaan ini (meski mungkin ada sahabat yang lebih super duper sibuk dari saya lho ya..). Saya hanya mau nulis apa yang saya rasakan kok.. Seneng, gemes, sebel, dan campur aduk..  dan pasti selalu ada jalan terang dari setiap persoalan.. Yang jelas, saya nggak sinting aja rasanya sudah beruntung.. Sugeng ndalu sedanten..

lorong

Beruntung lalu Buntung..

0

Abis blog walking.. baru nyadar bahwa blog guwe ini ternyata kesepian.. dan butuh kehangatan.. kayak yang punya (meski cuma numpang di WP). Nah.. kayaknya perlu dibuka sithik joss dengan pengalaman terbaru guwe tentang untung dan buntung yang datang dalam kurun waktu yang berturutan. Apa itu?

Yap… menjelang akhir Oktober kemarin dapet tugas dari atasan buat ikutan sosialisasi petunjuk operasional CPOTB 2011 di Semarang tepatnya 24-25 Oktober 2013. Nah.. karena pagi-pagi acara mulai maka tanggal 23 malam berarti kudu nangkring manis di Kota Lumpia itu dong. Well.. akhirnya si Singa Udara jadi pilihan (ketentuan sih lebih tepatnya..hehe) untuk membawa guwe terbang melintasi langit biru bagaikan rajawali.. (syair lagu, tapi kayaknya pas.. jadi gak usah guwe ganti)

Rabu Pagi..

Planning awal adalah pulang jam 14.00 agar bisa nyeret si MC buat ke Cileduk dan dia diinepin di tempat Om selama guwe ke Semarang. Namun namanya kerjaan, tetep aja bisa keluar dari pabrik dan kawasan pukul 15.30. Glek..

Rabu Siang menjelang Sore..

Jalanan Cikande – Cileduk padat merayap.. bahkan macet di satu titik karena ada truk terbalik di tengah jalan. Halooo.. mas sopir piye tho? Mas ganteng mau lewat kok ya malah dihalangi.. kan bisa pilih sisi kiri atau kanan jalan yang masih legaan to? Sambil bersungut guwe terpaksa terjebak macet..Ugh!

Rabu Sore..

Sampai juga jam 18.00 di tempat om di PJC (Paku Jaya City a.k.a Perum Pakujaya Permai). Celingak celinguk bentar mikir mau naek taksi atau nunggu si Om tapi pokoknya deg-degan takut check in telat aja.. Cuuus meluncur deh ke Cengkareng.

Rabu Menjelang Malem..

BUNTUNG!!

Guwe sampai di depan mas ganteng pemeriksa surat sakti pesanan tiket tepat 07.30, dimana boarding 07.50.. Matek guwe.. Lalu loloskan Hape dan segala macem, masukkan ke kotak sebelum lemari ajaib pemeriksa barang bawaan termasuk koper guwe.. (DJ.. tolong setelin music thriller.. lagi deg-degan nih..). Lantas semua barang juga kaki yang mulai gemetar takut telat guwe seret ke meja check in.. Dan.. YACH!! Guwe terlambat.. (kebayang ngerogoh kocek dalam-dalam..). Tapi mbak penjaga lalu menyarankan ke meja yang lain dan dengan semangat 45 guwe pun ke sana dan menanyakan apakah masih bisa check in? Mbaknya dengan ajaib berdiri dan memeriksa.. lalu berkata “Sebentar mas, ikut saya.. ini sudah final boarding, saya harus ke atasan saya.. “, aku mengangguk-angguk entah berapa kali.. Dalam hati guwe bersorak.. kemana aja meluuu kowe mbak..

UNTUNG!!

Dag dig dug dag dig dug.. sambil berdiri mepet tembok, di ujung dereten meja/counter check in punyanya si Singa Udara..  guwe komat-kamit khusuk membaca Doa Bapa Kami dan Salam Maria. Rasanya terasa semakin mencekam.. terlebih ketika mbaknya lama sekali di dalam dan pas banget keluar menegur guwe.. “Mas, kok komat kamit..”.  “Eh.. iya mbak, baca doa untuk melumpuhkan hatimu..”. Si mbak ngakak, karena guwe bener-bener bego ngucapin itu.. “Bisa mas, ini udah sekalian tiketnya.. pesawatnya sedang disiapin..”. “Thanks mbak cantik..” pengen peluk tapi mbaknya buru-buru ngeloyor pergi..

BUNTUNG!!

Lari-lari.. ngos-ngosan.. tebus air port tax dan lari ke gate tanpa pakai eskalator.. Guwe mencoba mengejar waktu boarding yang sebenarnya sudah lewat. Mana atasan guwe dah BBM kalau bentar lagi beliau flight.. Dengan maskapai kebanggaan negeri ini tentunya.. hehehe. Sampailah di tempat yang guwe incer dan ternyata.. DELAY!!

UNTUNG!!

Setelah menunggu sekitar satu jam, dipanggil jugalah guwe dan semua penumpang jurusan Semarang untuk merapat ke pesawat. Ehem.. kulirik nomor bangku.. 3A. Deretan depan berarti.. tetapi pas masuk ternyata.. kelas BISNIS!!hahahaay.. ditawarin makan (guwe makan), tawarinminum (guwe abisin), tawarin tisu basah (guwe kedipin pramugarinya..) hahaha.. si mbak mbales senyum sambil menyimpan makna..

BUNTUNG!!

Ketika pesawat mulai bergerak.. baru nyadar kenapa mbaknya senyum.. deretan bisnis ini KOSONG!! Jadi guwe sendirian di pojok.. hadeew.. langsung tedur aja deh..

hegh... kosong..
hegh… kosong..

Telanjanglah.. Kamu Pasti Bisa..

0

Sejenak jemari terhenti ketika judul untuk coretan kedua di bulan ini selesai diketik. Mau nulis opo?? Trus srupppuuuut.. minum segelas air dulu.  Bukan karena penat setelah seharian audit.. Pun juga gemas karena malam Jumat belum bisa pulang cepat (sampai di mess juga gigit-gigit bantal doang). Rupanya jemari dan otak tidak selincah waktu-waktu kemarin untuk mengisi coretan di blog ini. Akhirnya ya kebanyakan cuma berisi spam.. Andai judulnya bisa kuganti gambar.. mungkin akan lebih mantab dan mikirnya cepet.. hahaha.. Tapi inilah aku, menulis ya saat mau dan sedang kepengen nulis bin nyoret..

Kata “Telanjang” terakhir kali kuperdengarkan di depan umum saat meeting dengan team produksi-ku di pabrik seminggu lalu. Waktu itu aku menantang mereka yang kurang berani, minder,  atau kurang percaya diri.. untuk meluangkan waktu berbugil ria di depan cermin dan memilih bagian mana dari tubuh mereka yang paling mereka suka. Hahaha.. gak usah bayangin punya kalian yang mungil atau belum disunat karena adat.. Atau kamu yang berdada rata bahkan masih pakai miniset.. Kalau gak percaya ya sekarang telanjang saja.. andai memang belum punya rasa percaya diri dalam menjalani detik demi detik hidupmu..

Kenapa?? Penting banget ya TELANJANG!!?? Ya penting.. kecuali mau niru mbak Audy si penyanyi yang hoby mandi tanpa buka baju.. tapi ujung-ujungnya saat ganti baju telanjang juga to??.. HEH!! Malah mbayangin Audy telanjang.. lanjut bro..

Akoe dan FRE.. Hutang Janji..

6

Siang terik kali itu.. kupacu si Merah Centil membelah jalanan Cikande-Serang dengan kecepatan tinggi. Terpaksa kupaksa si MC berlari kencang karena mengejar waktu agar bisa menengok si Fre dan kemudian ke Gereja Kristus Serang. Weekend kala itu lumayan mendukung perjalanan kami berdua sebab jalanan yang biasanya padat oleh pekerja menjadi lengang dan super duper lancar. Hemh.. butuh setengah jam saja ternyata untuk menemui cintaku terbaru si Fre.

Setengah mengangguk kusapa pak Satpam yang menjaga gerbang Cluster Houston di Perumahan Highland Park Serang sebagai tanda kehadiranku. Belok kiri lurus dan belok kiri lagi.. sampailah aku di sebentuk rumah mungil di blok F23. Ya itulah si Fre (23 dibaca sebagai R dan E gaya ALAY).. Tampak si Fre tak terawat, banyak rumput liar dimana-mana.. Rautnya pun merengut melihatku datang bersama si MC. .

“Siang Fre.. pa kabar..” sapaku seraya mengelus hidungnya (baca : pintu depan).. Tapi dia diem saja sambil melengos. “Kamu kotor banget Fre.. sory ya, lama gak nengokin”. “Huh!.. “ dengus si Fre karena kesal sebab si MC tersenyum nakal di parkiran seolah ikut meledeknya. “Kotor bos.. kayak kuburan tahun jebot” celetuk si MC usil. “Ya iyalaaah… situ kan sama Bos mulu, makanya kinclong” tukas si Fre sambil siap-siap melempar si MC pakai genteng. “Sudah sudah.. kamu jahil aja Til.. (sapaan mesra buat si Merah Centil)..”. Aku lantas menutupi si MC dengan sarungnya biar gak ngoceh ngeledek si Fre.

Lalu aku ke masuk ke dalam dan mengamati sambil termangu ruangan demi ruangan yang berdebu. Kuambil sapu.. lantas juga ku pel seisi ruangan.. sambil tetap diiringi tatapan jengkel si Fre. “tuh… bersih sekarang kamu say.. “ ujarku sambil mengerling ke Fre. Dia agak melotot.. dan berkata ketus.. “Iya, abis ini bos terus beol sambil ngerokok, kencing, mandi, dan pergi lagi kan.. enak amat!! Udah kayak PSK aja guwe..”

Ups.. aku gantian melotot ke si Fre.. “Ngaco amat ngomongmu say.. abis kesambet setan apa?!?” ujarku agak emosi. Fre terdiam.. matanya menatap kosong ke depan.. “Bos.. dulu saat nembak guwe, bukannya dah janji pengen bareng terus.. mana janjimu?” sambil melirikku hampa.. “Katanya April, batal.. Mei.. gagal.. sampai September nich.. gak usah jadi cowok PHP dah ma guwe bos.. “ lanjutnya mulai terisak.

Aku terhenyak.. ya aku punya janji sama cintaku yang satu ini. Perlahan aku beringsut memutari punggungnya.. dimana banyak rumput dan sampah di halaman belakang. Menghela nafas sejenak dan kupegang pundaknya.. “Fre.. maafin guwe ya.. guwe belum punya duit buat beliin baju buatmu.. jadi guwe lum bisa bareng.. masak iya loe telanjang gini.. apa kata orang nanti”. Fre menatapku tajam.. “Bos.. guwe tahu guwe yang terbaru buatmu.. tapi gak segininya kali.. masak guwe dianggurin lama banget. Sekali-kali ke sini bos.. tidur bareng guwe.. biar bos tahu gimana rasanya kedinginan.. kepanasan.. sendirian.. sakit tahu bos..”

Giliran guwe yang jadi melow.. Nyindir guwe kayaknya nih Fre..

“Ya udah, guwe cari pinjeman Fre, semoga di tahun ini kita bisa bareng terus..” rayuku. “Kalau ampe tahun depan gak bareng.. kita putus aja deh bos.. mending guwe cari pengganti bos.. talak tilu pokoknya mah..” ujar si Fre berapi-api. “Iye guwe janji.. “ sahutku sambil angkat jari victory.. Dia pun tersenyum.. “Ya udah, mandi gih bos.. cari cewek sana di gereja..” ledeknya. “Hemh.. gereja itu buat doa Fre, bukan cari cewek..” jelasku segera. “Alaaaah.. gak usah munak deh bos.. sapa yang lirak lirik anak Santa Clara kemaren??” sambil mendorongku ke dalam kamar mandi karena tahu aku pasti akan banyak nanya. Nih makhluk tahu dari mana ya.. kalau aku pernah ngelirik anak Santa Clara?? Jangan-jangan dia punya akun FB dan masuk anggota OMK Kristus Raja Serang juga.. Gawaaaaat.. Byuuuur.. guyuran air mendinginkan otakku yang makin panas. Aku janji akan segera bareng kamu Fre… daripada di talak tilu…

note : diikut sertakan dalam GA si ariesadhar.. yang bisa menggugahku untuk bisa menulis lagi setelah vakum kira-kira sebulan dan menelantarkan blog sederhana ini.

Akoe dan Penjual Mie Ayam..

0

Setelah puas menikmati libur lebaran dan kehangatan keluarga, akhirnya tiba saat untuk kembali ke tanah Banten guna mengais rejeki dan berkumpul dengan rekan-rekan di pabrik.  Kala itu kupilih waktu “balik” di H+4 sehingga sebenarnya agak riskan karena akan berhadapan dengan pemudik lain yang kabarnya juga akan memadati jalanan sepanjang Sumatera-Jawa. Tapi akal lain kupilih dengan pulang di siang bolong dengan harapan tidak ada pemudik lain utamanya pemotor yang juga memilih waktu yang sama. Yap.. jam 13.30 dua motor Vario melaju membelah Jalan Lintas Timur Sumatera menuju Bakauheni. Satu tentunya si Merah Centil yang masih berani mudik tanpa boncengan hehehe.. yang satunya Om Yoghie dan Om Kris.. yang kebetulan balik di hari yang sama, Minggu itu, karena Senin kami bertiga sama-sama masuk kerja..

Pemirsa.. ternyata pilihan waktunya tepat.. Jalanan begitu sepi sampai kalau mau zigzag juga aman dech. Aroma “balik” baru terasa di pelabuhan Bakauheni ketika antri mau masuk kapal.. bersama pemudik bermotor lainnya.. Aaaah, gak seru nih.. di kapal juga tidak begitu padat..

ngantri = narsis
ngantri = narsis

Setelah menikmati perjalanan menyeberangi Selat Sunda selama 3 jam, mendaratlah kami di tanah Jawa tepatnya di pelabuhan Merak. Yea.. selepas Maghrib ternyata dan kedua Vario pun melaju kembali membelah jalanan Merak-Jakarta yang padat tapi lancar. Sempat saling mencari di jalanan, kedua motor pun bertemu kembali tepat di depan Kawasan Industri Modern Cikande untuk melepas lelah sesaat.. sembari menikmati seduhan kopi di sebuah warung mie ayam yang nyaris tutup hingga akhirnya si penjual mie mempersilakan kami pindah meja karena akan membereskan lapaknya.

Setelah berpindah, kami bertiga masih melanjutkan ngobrol sambil ketawa ketiwi sampai sesosok tubuh nimbrung di tengah obrolan. O’o.. ternyata si bapak penjual mie ayam yang tadi.. Monggo.. monggo pak.. Si bapak yang juga perantau berasal dari Jogja tepatnya di sekitar keraton. Weeew.. jadi inget Jogja..

Tanpa ada mendung, petir, dan gerimis.. nih bapak malah bercerita tentang masa lalunya hingga sekarang. Hemh.. menyimak dech.. beliau lancar bercerita seolah curah hujan di bulan Januari kekekekek.. Dari awalnya seorang TNI hingga berjualan asongan.. sampai sekarang memiliki bisnis mie ayam dengan omset ratusan juta per bulan. Isteri baru tiga, rukun sejahtera ujarnya, dan anak ada yang sudah jadi dokter.. Mendengar kata dokter tentu membuatku dan Mas Kris terbayang satu sosok mungil mantan kami berdua yang juga seorang dokter dan sekarang tinggal bersama suaminya di tanah Papua.

Sahabat.. tentu tak pernah kusangka sebegitu dahsyatnya perjalanan hidup si Bapak meski aku tak tahu benar atau tidaknya. Begitu terbuainya kami bertiga sehingga di akhir percakapan.. kusempatkan untuk bertanya tips menjalani wirausaha sepertinya.. Dan ada tiga hal yang menjadi pesan si bapak..

Pertama.. Niat..

Biasanya orang terbuai dengan pekerjaan dan jabatan yang sedang diembannya tanpa menyadari bahwa dia bisa “lebih” dari pencapaiannya sekarang. Akhirnya bingung.. mau ngapain? Mau usaha apa? Setelah sadar bahwa jika menjadi karyawan atau pegawai ya akan segitu-gitu aja pendapatannya. Istilah kate sudah mentok dan ketaker. Perlu NIAT yang sungguh untuk berpikir di luar kotak.. menciptakan pemasukan lain ke dalam koceknya.

Kedua.. KIAT..

Kalau sudah ada niat.. tidak cukup hanya segepok uang lho.. Harus ada rencana dan pelaksanaan matang dalam menjalankan NIAT itu..  Ada KIAT – KIAT yang harus diterapkan.. Mulai dengan observasi lapangan alias pengamatan., jeli membidik dan memanfaatkan peluang, dan menjalin kerjasama yang apik dengan konsumen kita.. Tak lupa mewaspadai pergerakan pasar serta menciptakan inovasi dalam usaha yang kita rintis.. Misal si bapak yang mulai membuka outlet-outlet cabang dan tetap memantau kerjaan dan kualitas dagangan anak buahnya..

Ketiga.. SEMANGAT..

Tak hanya SEMANGAT dalam menekuni usaha yang dibuka.. tetapi juga semangat BERDOA dan BERSEDEKAH.. Sebab hanya Dia-lah yang menentukan kelancaran usaha kita itu.

Hemh.. perjalanan harus dilanjutkan.. dan kamipun berpamitan dengan si bapak. Entah di benak Om Yogi dan Mas Kris, tetapi NIAT belum tumbuh jua di benakku malam itu.. sampai ketikan terakhirku di coretan kali ini.. Semoga nanti akan ada..

Lebaran Terindah Untukku..

0

Ramadhan tahun ini belum usai waktu itu.. namun aku sudah tak sabar untuk pulang dan berkumpul bersama keluarga apalagi mendengar si bungsu sudah mendarat di Ruwai Jurai dari Kota Gudeg. Yah, akhirnya malam di pabrik terpaksa kulepaskan untuk memacu si Merah Centil di keremangan pagi itu untuk menuju pelabuhan Merak. Lancar semuanya seperti permintaan yang kulantunkan dalam panjatan doa.. Mulai dari jalanan Jakarta-Merak, Selat Sunda, hingga melintasi Jalan Lintas Timur Sumatera meski disambut gerimis di tengah perjalanan. Sampai rumah menjelang pagi dan langsung GUBRAAAAK.. si Merah Centil terjerembab bersamaku di belakang rumah karena licinnya rumput di belakang rumah.. ahaaay.. maafkan aku centil..

Hari pertama mudik kuisi dengan tiduran.. dan kemudian siangnya bersama keluarga berziarah ke makam kakek dari bapak dan ibu yang sudah meninggal. Kali ini luar biasa.. utuh.. berempat.. dan terekam dalam lensa kamera si bungsu dengan berbagai gaya..

beda gaya.. tetap bahagia..
beda gaya.. tetap bahagia..

Coretan lebaran kali ini tak begitu banyak karena tak mampu otakku menuangkan jutaan kebahagiaan keluarga dalam merayakan hari raya Pak Bos.. Kami begitu rukun dan bahagia.. mulai dari buka terakhir Pak Bos, lalu sungkem..

..mengharu biru....
..mengharu biru….

dan bersilaturahmi dengan berseragam koko dan gamis.. satu hal yang baru kali ini kami lakukan.. Terima kasih Tuhan, selamat lebaran Pak Boz.. Mohon maaf lahir dan batiiin…

..momen terbaik lebaranku...
..momen terbaik lebaranku…

 

 

MUST READ

Balada Mentari dan Rembulan di Persimpangan Jalan

0
(tercurah di kala pergantian hari.. saat gelisah tak terperi.. dua tahun yang lalu..)   Terkisahlah Mentari dan Rembulan.. Mentari setia memberi energi seluruh negeri dengan sinarnya.. Saat malam...