Sesosok pria tua nampak meregang nyawa di satu sudut jalan Kota Gudeg menjelang senja tadi. Selembar kertas kumal tergenggam erat di tangannya. Padahal separuh kepalanya remuk dihajar minibus saat sibuk mengais puntung rokok.
“Aku ikhlas Tuhan..” ucapnya pelan seraya tersenyum dan menghembuskan nafas terakhir tepat saat kertas itu terlepas dan menampilkan gambar wanita cantik yang telah berkhianat dan menjadikannya lajang hingga tutup usia.



Terima kasih atas partisipasi sahabat
Segera dicatat sebagai peserta Kontes Unggulan;Enam Puluh Tiga
Salam hangat dari Surabaya
Salam hangat pakde.. Kalau ke Surabaya saya menghitamkan kulit di Sidotopo..
Pahit 🙁
lha mau ngomong apa lagi? walau aku tidak berharap jadi si pria tua itu..
Huaaa… kreatif gila peserta GA ini…
#minder
haha,,,,
#kunjungan perdana,mas…. salam kenal 🙂
Dear mas/mbak.. kan katanya barengan.. terima kasih kunjungan dan komennya..
kreatif gila? hadeuh.. saya sekarang malah sedang dilanda ketakutan bahwa itu kelak terjadi pada saya..
sad ending…
benar2 sad nih…
hua…
saya kirimin tisu dari serang Mas.. terima kasih BW dan komen-nya..Salam kenal
Wah cinta mati nih…
Sukses untuk GA nya
iya mas… settingnya icak-icaknya di kota kuliah saya pula.. asal panjenengan juga to..
nuwun kunjungannya, ditunggu kunjungan baliknya ya..