Lepas dari muka bopeng.. ternyata ada kenangan unik lagi di masa awal kuliah. Yaitu.. menjadi WARIA.. Yuup, satu pengalaman seru ini aku dapatkan ketika mengikuti masa ospek kampus yaitu INSADHA (Inisiasi Sanata Dharma) angkatan noceng alias tahun 2000. Saat itu karena masih sakit cacar maka saya ikut gelombang II dimana diadakan tiga gelombang tetapi daripada gelombang III yang pasti koret-koretan.. saya memilih untuk menunda sejenak babtisan saya masuk kampus di tengah-tengahnya.
Menjelang akhir INSADHA, akan ada penampilan tiap fakultas untuk memeriahkan malam inaugurasi alias acara pamungkas. Nah, kabar dari gelombang I, fakultasku FARMASI menampilkan performa band. Lebih cetarnya gitarisnya sempat pasang aksi gigit-gigit senar gitar walau sampai sekarang belum jelas apakah aksi itu pas pentas atau saat nunggu pentas (yang terakhir mah aku juga bisa hehehe..). Waaah.. paniklah anak-anak gelombang II.. Dub dub dub…
Kami meeting mendadak di satu ruang kelas Kampus II Mrican.. mulai dari Inosensius yang ngajakin nge-band juga, lalu Reza dan Ai yang mau cheersbreak.. cheerleaders campur break-dance, dan macem-macem. Semuanya TEGANG.. PANIK.. seiring waktu yang mendesak.. dan olala.. justru konsep menjadi WARIA SPG OBAT-OBATAN lah yang muncul.. Weedew..
Tujuh cowok anti malu pun ditahbiskan untuk menjadi pemeran utama.. ditambah dua presenter Rara dan Raka yang malah tampil sebagai cowok. Keesokan harinya rok dan tank top mulai bertebaran di sekeliling kami, pita aneka warna, bedak dan gincu, dan semua peralatan tempur untuk mewakili nama HARUM fakultas di pentas inaugurasi. Kami? Ya.. Danu Giant, Tono, Memo, Nono, Us-Us, Gatot, dan AKU… Andai tahun itu tahun sekarang, dengan jumlah tujuh orang.. cocok juga kalau dulu dinamakan Seven Ijon..
Selepet sana selepet sini, tabur bedak kesana kemari, oles gincu kanan kiri sampai dower.. PAM PARAAAM.. Seven Ijon pun siap beraksi, mulai dari lenggak lenggok satu per satu bergiliran hingga bikin penonton histeris.. JIJIK nampaknya.. Mulai Danu yang badannya montok dari atas ke bawah alias gendud, sampai aku yang paling mungil.. Hingga gerakan tari mengikuti irama musik yang mengiringi “konser” kami. Setelah itu tiba-tiba bunyi PELUIT keraaaas sekaliii… PRIIIIIIT…. Kami pun serentak mengangkat rok lantas kabur karena ada GARUKAN!! Haaaahaaa.. sebuah kisah klasik yang di tengah coretan ini kubuat sempat kukonfirmasikan kepada satu personel Seven Ijon yang lain.. dan meski tidak terlihat nampaknya mukanya memerah dan kotak-kotak.. Aih.. Jeng Gatot yang kini sudah beranak dua..
Dari peristiwa itu kami jadi tenar.. nyaris semua mata memandang kami jika bersliweran di kampus, baik JIJIK maupun KAGUM.. (yang kedua bohong..) Ada gebetannya lolos karena malu, ada yang langsung laku, ada yang malah jadi playboy, dan sayangnya tidak ada yang CUM LAUDE.. Hahaha.. Namun ternyata,, sesuatu yang CETAR karena terjadi peralihan GENDER sesaat itu justru di kelak menjadi tradisi di fakultas FARMASI. dengan format sedikit berbeda yang bernama.. POMPOM BOYS!! Bingung antara BERSYUKUR GIRANG atau TERTUNDUK LESU.. Pokoke inilah sebuah kisah klasik dalam menjadi sesuatu yang belum pernah aku jalani sebelumnya..


hahahaha…
cantik sangat dikau mas,,,,, :p
nah kan.. tiada daku di situw.. itu adik adik tingkatku 5 tahun kemudian… hihihi.. justru ini lagi hunting foto saya waktu itu..
Gak kebayang dehhh…. (apalagi kalo sambil liat orangnya sekarang) hahahahaha
#kabuuurrrrr
kabur kemana?!?!?!!?… CUBIIIT!!!…
Lari duluan kalo dicubit or kunci pintu ruangan biar gak bisa masuk… xixixi
Makanya punya anak tuh disayang, jangan dicubit,,, hahahaha
gak usah dikunci wong tinggal teriak dikit aja aku udah gak berani ngejar kok.. takut ama pintu kedua di ruanganmu.. hihihi..
nyubitnya pelan.. abis itu dikasih jajan.. weee..
hahahahaha,,, giliran ada orangnya aja gak berani,,, kemaren???
Terus mau ngasih jajan apa??? kalo permen aku dah punya…
kerupuk Bali..
Balieur.. hihihihhi…
Kalo itu aku dah punya.. jadi gak tertarik… kan Aku cewek Bali (baca Balieur), hahahaha…
yang lain donggg… #ngarep
tar aku bawain GAJAH LAMPUNG.. DUAR DUAR DUAR.. hahaha
jujur hal ini saya sangat tidak setuju diadakan pompom boys, karena hal ini merusak noda etika profesi apoteker yg katanya org terhormat tapi menjadi org yg dipermalukan, pantas saja apoteker tidak diakui di indo! hal yg kedua pompomboys ini juga merusak generasi muda, karena taukah anda bahwa ketika anda mentertawakan pompomboys krn lucunya ato kesalahane saat nari itu merupakan hal yang iblis suka, yaitu menjadikan co kemayu. secara tdk sadar hal ini akan berdampak kepada kepribadian sang lelaki. hal ini harus ditiadakan!
thanks untuk kunjungannya.. juga pastinya untuk komentarnya.. semoga pertobatannya tetap berjalan lancar.. 🙂