Home Blog Page 12

Saya Perlu 100 Juta..

5

taman

Hegh.. agak gimana gitu rasanya di dada saat mau menulis coretan ini. Tapi setelah doa yang khusyuk.. dan pasrah tentunya.. aku melirik dia.. ya.. dia.. hanya Aspire yang mau berbagi sesak ini. Bebas rasanya berteriak tanpa suara dan mengaduh tanpa lenguh dengannya melalui coretanku. Sore yang berhiaskan rinai hujan turut menyemangati lincahnya jemari ini dalam menyakiti tuts demi tuts si item Aspire.

Sahabat.. pernahkah kalian memerlukan materi.. dalam jumlah besar.. hingga terpaksa berhutang? Kalau iya mari salaman..

Coretan begitu lancar di awal karena hanya beberapa detik saja untuk menuliskan segambreng kalimat di atas. Tapi selanjutnya.. narik nafas.. buang.. hisap rokok.. telan.. sedalam-dalamnya.. baru dihembus melalui mulut dan hidung (laksana fogging mikroba). Awal kisah kita ke TKP eh salah..  awal coretan sebenarnya dari obrolan ringan beberapa hari yang lalu tentang kenalan yang terkena musibah sudah jatuh tertimpa tangga. Ada ya? Ada dooong.. sebab dia mengalami lakalantas karena menabrak dua pejalan kaki yang kebetulan menyeberang.

Naas memang.. sebab yang ditabrak adalah dua remaja putri. Kenalanku luka-luka, motornya bonyok dan di lain pihak kedua korban juga harus dilarikan ke rumah sakit. Selang beberapa hari, satu di antara korban boleh pulang sedangkan yang lain masih koma. Di tengah rintihan sakit karena lukanya, kenalanku diminta ganti rugi 100 juta atau menikahi si korban yang masih koma. Apa?? 100 juta..?!?!

Wong Cuma Nyapu Kok..

0

Slurrrp.. seolah tak mau kalah dengan Miss B1P, aku menikmati secangkir kopiku pagi ini. Kopi buatan Ibu yang terabaikan sejam yang lalu seiring usaha beliau membangunkanku pagi ini. Kucek-kucek mata, ke kamar mandi bentar dan ada sedikit waktu untuk menikmatinya di depan si Aspire. Trus guwe dianggurin? Tanya si pacar itemku.. Ya nggak lah Pire.. aku towal towel deh kamuuh..

Sudah dua bulan ini ada masalah dengan jam tidur dan lama tidurku. Sangat berantakan dan kadang menjengkelkan. Ada saat dimana aku bisa begadang seharian, terbangun tiap dua jam di malam hari, tertidur di pagi hari setelah mandi, dan sebagainya. Contoh terakhir adalah saat open house (sok gawul..) Natal hari pertama di rumah.. Dari jam lima sore sampai sembilan malam aku meringkuk tidur dengan sukses di kamar bapak ibu boz. Pas bangun pura-pura marah padahal bingung dan masih ngumpulin nyawa. Kata pak boz mau dibangunin eh aku-nya pules banget, ngorok malah.. busyet dah! Itu di luar kebiasaanku ngunyah kerikil saat tidur looh..

Hemh.. untung juga sih, sebab di rentang jam di atas, banyak sekali tetangga yang ber-anjang sana ke rumahku. Setidaknya telingaku tidak harus GATAL untuk mendengar beberapa classic question. “Mbaknya mana? Kapan Nyusul? Kok pulang sendirian?” hehehe.

Aku tetapi tergelitik untuk mencari penyebab “tewasku” sore itu.. Apa ya? Tepat di tegukan ke-sekian kutemukan jawabnya juga. Aku ternyata kecapekan karena paginya MENYAPU sebagian pekarangan rumah. Sebenarnya sapu juga sudah diberi gagang oleh bapak tetapi tetap saja pinggangku langsung bereaksi protes dan berserikat dengan lengan dan pundakku yang pegal-pegal. Ujungnya ya capek.. Tapi ada yang lain dari menyapuku kali ini..

Natal 2012 : Terenyuh.. Tapi Tuhan itu Nyata Ada..

0

Penghujung tahun sahabat.. mencoba lagi mencoretkan sesuatu di blog ini setelah Natal hari pertama dilalui. Banyak sekali ide tulisan di kepala.. tetapi tentunya hanya sedikit waktu untuk berdua dengan si Aspire (menunggu tamu pulang dan yang lain dah bobo..). Tapi di sedikit waktu sebelum berganti hari.. Ada satu yang membuatku merasa tergelitik untuk mencoretkannya.. Ketika sebelum Natal melintasi jalan menuju rumah yang sekarang semakin bertambah parah.

Jalanan masih sama lebarnya.. masih sama lengangnya.. tetapi lubang-lubang semakin menganga dan bertambah banyak. Tepat 100 meter sebelum masuk gang ke rumah.. ada jalan yang seperti kubangan tempat mandi kerbau, motor sedikit kupelankan.. dan ya amplop ada beberapa pemuda sedang menimbun jalan yang berlubang. Alangkah mulia hatinya.. Tapi, tak lama pandanganku berpindah ke seorang pemuda lain yang membawa toples plastik ukuran jumbo dan menodongkannya ke satu mobil yang kebetulan berpapasan dengan si Merah Centil..

Another Excellent Day.. 20122012

0

Siang tadi, tanpa kusadari ternyata hari ini yang dikata “baik” oleh Pak Boz ternyata memang benar-benar baik adanya. Bagaimana tidak, 20122012.. empat deret angka double, tak kalah dengan 121212 yang banyak dipilih beberapa pasang muda-mudi untuk mematenkan ikatan cinta mereka dalam ikrar untuk saling setia dan melengkapi. Atau biar tidak ribet katakanlah kawin eh menikah.. hehehe..

Trus.. harus bilang wow gituh? Ups.. ternyata aku yang tidak pula mencapai hari pernikahan di deretan tanggal yang kutulis terakhir ternyata berkesempatan untuk “menikah” di deretan tanggal pertama. Menikah? Ups.. pasangannya? Pacarannya kapan? Undangannya mana?

Akoe dan Penjual Soto Lamongan

1

Hari pertama di bulan Desember ternyata.. tetapia aku masih ingin mencoretkan pengalamanku di hari terakhir bulan November kemarin. Ya.. 30 November 2012 ketika dalam perjalanan pulang ke mess setelah dari kota Serang (berasa di pedalaman banget) perutku tiba-tiba laper lagi. Celigak-celinguk di atas Si Merah Centil dan aku mendapati satu warung khas Lamongan milik mas Agus Gondrong asal Tuban (kubaca dari spanduknya sih..). Duduk sejenak dan dengan logat jawaku yang medok aku pesan soto ayam plus tempe goreng.

Warung nampak sepi dan mas Agus (sotoy.. karena rambutnya gondrong) mulai meracik pesananku sambil rapi-rapi. Aku melirik ke gadgetku dan ternyata hampir jam 11 malam. Iseng aku bertanya kepadanya.. “Weh mas, dah habis to?”. Dia agak kaget dan menjawab “masih ada mas, tapi tinggal soto saja, jadi mau tutup”. Aku mengejar lagi, “lah, biasane tutup jam berapa?”. Sambil menyerahkan orderanku dia menyahut, “jam 11 mas, habis ndak habis ya jam sebelas malam tutup”. Sambil bersiap memakan apa yang kuminta, aku masih sempat komentar “walah mas, kalau masih banyak ya rugi dong??”.

Sahabat.. tahu apa jawaban mas Agus atas komentarku? Dia tersenyum kecil seraya menjawab bahwa dia jauh-jauh dari Tuban ke Serang itu untuk mencari nafkah juga mengadu nasib. Masih ada hari-hari ke depan yang harus dia jalani dan butuh istirahat cukup. Warung ini dia buka berdua dengan temannya mulai jam empat sore hingga sebelas malam. Rutin.. dan selalu.. Aku agak mengerenyitkan kening jika harus membantu menghitung laba dan omzet warung ini. Tetapi lantas membelalakkan mata dan hampir tersedak saat di obrolan berikutnya ternyata si mas ini paginya bekerja di tukang meubel dari jam delapan pagi sampai jam dua siang. Oalaaaah… pantesan mas, harus banyak istirahat sampean.. masih bujang pula, kapan pacarannya.. hehehe..

Sahabat.. ternyata masih banyak pekerja keras nan cerdas di negeri ini.. tetap berpikir rasional walau ingin menangguk banyak rupiah..

The Real Killing Punch!!

0

Selamat Sabtu sahabat.. Semoga weekend-mu kali ini luar biasa.Oh ya.. ada yang penggemar tinju? Semalam nonton mas Chris John tidak? Bagi yang bukan penikmat atau penggila tinju tenang saja.. aku tidak akan bercerita tentang bagaimana hidung dan mulut si juara dunia asal Indonesia itu berdarah-darah kok. Tapi ada satu sisi menarik yang bisa kuungkap di tulisan kali ini. Apa itu?

Sedari dulu mengikuti sepak terjang Chris John, aku sampai di satu titik yang pasti akan diamini oleh pengamat tinju manapun bahwa jagoan kita ini tidak mempunyai “killing punch” atau pukulan yang benar-benar mematikan seperti halnya Mike Tyson, Roy Jones Jr., atau Elly Pical. Satu pukulan yang akan mengkanvaskan lawan atau minimal membuat lawan ciut nyalinya sebelum bertanding. Petinju yang demikian biasanya akan memiliki reputasi dan prestasi luar biasa.

Tetapi, apakah Chris John biasa saja? Faktanya di usia 33 tahun dia sudah berhasil mempertahankan gelar sebanyak 17 kali dan 9 tahunan mengamankan titelnya. Bagiku dia tetap luar biasa.. Kenapa? Karena dia memiliki the Real Killing Punch!! Simak saja setiap selesai bertanding, pasti tak lupa dia berterima kasih pada Bunda Maria dan Yesus sesuai dengan agama yang dianutnya. Petinju ini memang dikenal sangat taat beribadah dan menjalani tata aturan keyakinannya.

Sahabat.. kita boleh saja tidak punya kelebihan dan biasa-biasa saja.. Tetapi kita bisa memiliki the Real Killing Punch layaknya Chris John untuk menjadi LUAR BIASA!! Selalu berpasrah dan berpegang pada kuasaNya.. Memupuk iman dan pengharapan dalam balutan syukur setiap waktu kita atas ujian, cobaan, maupun anugerahNya. Mengutip status seorang sahabat di jejaring sosial “kita kadang lupa bahwa kita telah menikmati beragam anugerah karena hanya fokus pada cobaan demi cobaan yang kita hadapi”. Semoga Chris John yang luar biasa dalam keterbatasannya.. mengilhami kita untuk lebih dekat lagi dengan Tuhan dan memupuk iman dalam nama-Nya. Yakinlah bahwa kita yang BIASA akan bisa menjadi SANGAT LUAR BIASA karena kuasa-Nya.

gambar dikutip dari http://www.indrigautama.org

Idealisme Selembar Slip Gaji..

0

Hari ini ketangkep sama “pemburu” lagi.. Ada juga konfirmasi dari satu tempat nyari duit yang meminati saya. Namun semuanya kandas karena idealisme aneh saya. Apa itu? Tidak pernah mau menyerahkan slip gaji terakhir. Mungkin bagi sebagian orang hal ini dianggap lucu, konyol, songong, atau bohong. Tapi memang benar!! saya tidak pernah mau untuk menyerahkan slip gaji saya walau pernah ada yang tinggal teken kontrak..

Kenapa? bagi saya.. slip gaji saya merupakan salah satu rahasia dapur perusahaan dimana saya bekerja. Mau saya seneng, susah, jungkir balik, dan sebagainya pun.. saya tetap menghargai privasi perusahaan saya. Persetan juga bahwa sebenarnya setiap perusahaan saling tahu list gaji satu dan yang lainnya. Bodo amat juga.. jika saya dianggap takut karena berbohong akan gaji terakhir saya.

Saya cuma mau bilang bahwa jika sudah meminati seseorang melalui rangkaian test wawancara dan segala macam ya hargailah saja. Mari lakukan negosiasi berapa gaji dan benefit-nya.. Kalau ragu bahwa hasil test-nya bisa menipu? ya diuji ulang prosedurnya. Kalau gak saling cocok? ya belum jodoh.. gak usah dipaksa daripada sebuah kontrak kerja diawali dengan curiga dan ke-tidakenak-an. Ada yang seperti saya? Kalau ada mari salaman, dan siap diolok orang. Hehehe..

Kasih Itu.. TAK NYUS…

1

Pagi di Ciledug sudah dihebohkan dengan raungan sirine suara tanteku untuk membangunkan tiga jagoan tidur hari ini : aku, Om-ku, dan adik sepupuku.. Berhubung semalam curcol dan nonton bola sampai subuh, akhirnya akulah penyebab beberapa menit keterlambatan kami ke Gereja Santa Bernadeth di bilangan Regency Ciledug dari jadwal mulai pukul 06.00 waktu setempat. Biasanya gereja sore eh diajak pagi.. pastinya kriyip-kriyip. Untungnya Pastor Ipong mengingatkan bahwa ke gereja harus total dan sungguh.. Tidak tidur, mainan HP, ngobrol, dan aktivitas lainnya. Aku lirik kanan kiri, ajaiiib.. wajah ngantuk jadi seger semua (termasuk aku tentunya..)

Hari ini khotbah Pastor diisi tentang hukum Kasih Allah : Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu, Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pastinya anjuran senada juga ada di agama-agama lainnya dengan kalimat yang berbeda. Aku mendengarkan seksama kali ini dan menyimpulkan bahwa kasih itu TAK NYUS… (maaf Pak Bondan saya plesetin kalimat andalannya..)

Kenapa TAK NYUS..? TAK Nyerah, Utuh, dan Sederhana..

Sendang Sriningsih, Penghujung Oktober 2012..

2

Puji Tuhan aku masih diberi kesempatan untuk berziarah ke salah satu peziarahan Katolik di seputar Jogja ini. Ya.. Sendang Sriningsih yang turut mewarnai guratan hidupku semasa kuliah dulu. Ziarah, sekedar nongkrong, ngamen rohani, pacaran, berantem, ikut jaga parkir, nganterin temen, dan seabreg kegiatan lainnya pernah kulakukan di sini. Namun menjadi sesuatu yang cetaaar (niru Syahrini..) saat di akhir Oktober 2012 masih bisa mengunjungi tempat ini.

Awalnya biasa saja.. melihat sekeliling sendang diantar lima sahabat dari lokasi KKN-ku dulu. Mulai dari prasasti pemugaran sendang, altar, dan tentu saja Gua Maria yang menjadi magnet peziarah. Dalam kesunyian malam di lokasi itu setelah sebelumnya riuh di bawah sendang karena ada PM (Pasar Malam), nafasku berhembus masih normal.

Satu Makna di Jembatan Ampera..

5

Awal Oktober 2012.. Aku berkesempatan menjadi auditor untuk satu perusahaan pembuat satu produk perusahaan di mana aku bekerja. Dalam dunia bisnis ini disebut sistem toll manufacturing atau jasa maklon. Oh ya.. kali ini perusahaan rekanan yang kami audit ada di Banyuasin, Sumatera Selatan tapi aku menginap di satu hotel di kota Palembang. Tapi tentunya kali ini tidak akan kuceritakan bagaimana dan hasil audit team-ku di sana dong.. itu rahasia dapur perusahaan kami hehehe..

Di coretan singkat kali ini aku ingin menuangkan satu malam yang berkesan bagiku selama di bumi Palembang. Satu malam (dan benar memang satu malam) yang kulewati bersama beberapa sahabat lama. Setelah seharian lelah melakukan tugas audit, aku dan rombongan auditor melesat menembus kemacetan jalanan Banyuasin-Palembang menuju hotel. Sempat berkecamuk pikiranku sebab beberapa hari sebelumnya sudah janjian dengan dua sahabat lama untuk bertemu karena kebetulan mereka berdomisili di Palembang. Tambah deg-degan karena sampai jam 8 malam masih harus menutup acara hari itu dengan dinner di Bukit Golf Resto & Resort  Cafe. Alhasil sampai di hotel Grand Zuri pun sudah larut malam. Alamaaak.. mana bisa ketemuan nih..? sedangkan besoknya aku langsung pulang ke tanah Jawa langsung dari lokasi audit.

MUST READ

Satu Kepala Sembilan Pikiran.. Laksana Orgasme Rasanya..

2
Gila.. coretan kali ini langsung masuk dalam tiga kategori sekaligus.. Coretan singkat yang merupakan polahku teranyar dalam menikmati pekerjaan alaku sendiri. Mungkin belum seberapa...

Lebaran Terindah Untukku..