Home Blog Page 11

Akoe dan Ibu Penjual Bunga..

4

Melewati akhir minggu dengan jumping shift memang sesuatu.. Kamis shift 3, Jumat shift 2, dan Sabtunya shift 1.. Alhasil hidung sedikit mampet dan badan rasanya drop. Tapi kali ini I LUV MY JOB.. Tak ada rasa menyesal dan kecewa untuk mengais sesuap nasi di pelosok Cikande ini. Melewati pergantian hari setelah seharian berkutat dengan kerjaan dan bunga rampainya dengan secangkir kopi, rokok DP, dan my luph Aspire terasa melegakan. Apalagi menyiapkan monthly report untuk Selasa depan.. wuaah, workaholic kah?

Namun sejenak pikiranku melayang pada peristiwa seminggu lalu, tatkala setelah shift 3 aku menyeret si Merah Centil menyusuri jalan pintas Cikande – Cisarua untuk bergabung dengan rekan-rekan dari pabrik lamaku untuk sejenak refreshing atau lebih tepatnya pindah tidur heheey.. di Wisma Kundul Cisarua. Meski pulangnya tidak bisa untuk menepati janji dengan satu gadis cantik di Bogor tapi tak apalah.. Lain waktu bisa dicoba lagi, ah.. susah kali kalau sudah punya janji bagiku untuk tidak menepati.

Perjalanan pulang dari Cisarua itulah yang berkesan untukku. Persis saat gerimis mulai mengguyur area Bogor yang menyebabkan aku harus menepi untuk mengenakan mantel. Tapi rupanya ekor mataku menangkap sosok seorang wanita yang sibuk memindahkan beberapa karung putih ke dalam bilik bambu berisikan tatanan bunga aneka ragam. Yap.. ternyata aku berhenti di deretan penjual bunga namun sialnya aku sama sekali tidak tahu dan pasti tidak ingat tepatnya daerah apa.. Pokoknya di Bogor dech..

Post Graduated Syndrome..

0

 Sahabat..pernah dengar istilah Post Power Syndrome (PPS)? Yang secara mudah bisa dikatakan satu kelainan kalau tidak boleh dibilang penyakit yang menghinggapi seseorang pasca berhenti dari pekerjaan atau jabatannya. Bisa karena pensiun atau justru karena diberhentikan dengan hormat atau dengan siap grak eh.. maksudku dengan tidak hormat.  Yang jelas dari semula biasa beraktivitas kemudian tiba-tiba tidak ngapa-ngapain ternyata bisa membuat orang mengalami penurunan ambang emosi, cepet naik pitam tapi gak cepet turun pitam, mudah darah tinggi hingga sampai kejang-kejang atau ayan..dan ah.. lupakan saja ya.. Saya takut sekian dari sahabat justru pakarnya sindrom ini sebab saya cuma corat-coret ngawur..

Tapi saya ingin menulis sindrom lain..namanya Post Graduated Syndrome (PGS) atau sindrom setelah lulus. Ups, lirak-lirik dikit..kedip-kedip dan andaikata sudah ada istilah lain ya maaf.. tapi boleh terus nyoret-nyoret ya.. (secara ini blog saya sendiri hihihi..). Istilah di atas saya dapatkan dari pengalaman dua adik saya yang baru lulus kuliah. Satu adik sepupu, satu adik ketemu gendud (daripada ketemu gede sich). Okay..

Hampir sama kejadiannya, setelah diawali SMS lalu dilanjut telponan sampai kuping panas pulsa nipis. Namun karena lebih dulu bekerja maka saya bisa berkoar-koar dan sambil semangat empat lima memberi wejangan walau di akhir obrolan ternyata hape saya sudah basah kuyup karena ada yang ikut muncrat. Tapi meski entah didengerin atau justru hapenya di loud speaker dan ditinggal pipis..ternyata saya berhasil menemukan formula untuk mereka yang baru lulus dan takut atau galau menghadapi dunia kerja. Mau tahu?

Susahnya bilang Cinta…

0

Muter-muter pas ngobrol.. sms rada ngaco.. bbm ya ngawur.. terakhir diakhiri hahaha hehehe.. emoticon nyengir, kedip, sampai kecup basah.. padahal benernya mau ngomong ..cinta..

…sesuai umur kayaknya..

Tunyasedo..

0

Satu akronim penutup hari ini.. Tunyasedo.. Tuhan Hanya Sejauh Doa..

– Saat banjir mengepung Jakarta dan hampir semua wilayah di tanah Jawa..

– Saat seorang Luviana menuntut keadilan dari kantornya..

– Saat partai politik meradang karena tidak lolos verifikasi untuk Pemilu..

– Saat seorang Dahlan Iskan mengakui telah melakukan kesalahan..

– Saat seorang Roy Suryo diragukan kapabilitasnya menjadi Menpora..

– Saat seorang Daming menangis meminta maaf atas candaannya..

– Saat seorang aku mempunyai piutang tak terbayar dan membutuhkan dana demikian besar..

– Saat seorang aku memutuskan untuk menutup akun jejaring sosial untuk fokus pada satu wanita..

Saat semua di atas, saatnya melantunkan doa.. Karena Tuhan hanya sejauh itu.. Selamat malam sahabat..

Akoe dan Hujan..

0

Mataku masih nanar menatap sekeliling mess yang riuh karena suara hujan menari-nari. Di atap mess.. sehingga ada satu titik talang air yang bocor membasahi lantai teras termasuk si Merah Centil yang terparkir kedinginan. Di rerumputan depan mess yang membuat genangan bak danau kecil yang memanjakan para kodok untuk kontes suara “paling menyebalkan” penghuni mess tiap malam. Tak ketinggalan di pohon jambu biji tepat belakang kamar mess-ku yang membuat gemerisik laksana suara dari dunia lain.

Yah.. sudah seminggu lah kira-kira hujan mengguyur bumi pertiwi dari Sabang sampai Merauke. Di tempatku bekerja sudah terasa imbasnya karena banyak operator yang tidak masuk karena terhalang hujan maupun tempat tinggalnya kebanjiran atau sekedar akses jalan ke arah pabrik tergenang lautan air. Efeknya juga membuat mata nanar melihat lembar absensi dan otak berpikir keras untuk mempertahankan kelangsungan produksi. Risiko itu bung!

Hujan.. semula hanya kumaknai dengan “siap tempur” keliling pabrik untuk mengamankan bahan kemas dan barang jadi dari serangannya sehingga harus berbasah ria dan minum obat setelahnya. Tetapi entah kenapa di satu sudut kamar mengingatkan akan beberapa peristiwa masa lalu yang menegaskan indahnya cerita aku dan hujan..

 

Akoe dan Gozonk..

1

#kalem itu.. adalah membiarkan mata tidak mengantuk meski baru ronda malam (baca : kerja shift 3) di pabrik. Mau tidur susah padahal mata dah merah dan sudah dimeremkan semerem-meremnya…

Jadi inget akan satu janjiku untuk ngereview blog dari satu adek blogger merangkap mantan adek kost di jogja, mantan adek kost semasa aku gawe di Mabeskosmar dan dia PKL di tempat kerjaku yang lama.. mantan teman jalan2 ke tanah pasundan Bandung dengan idiom “neng sabaraha dan mie yasmin manis” dari adek lain yang berhidung besar. Yup dialah si Zonkie a.k.a. Gosonk atawa Alexander Arie Sanata Dharma empunya blog Just A Script dan blog-nya yang lain. Sama2 hobi bola meski beda posisi sebab dia kiper dan aku lebih sering di sisi lapangan.

arie

Kampreet..

0

Haduh.. susah banget dimengerti. Judul coretan singkatku di atas yang biasanya semacam makian atau umpatan tiba-tiba bisa dimodifikasi menjadi gombalan ala OVJ. Ya.. hanya dengan menyisipkan beberapa abjad sehingga menjadi tiga kata yang enak didengerin. Tapi memang tanpa kita sadari suatu saat kita menjadi kampret buat lawan jenis kita. Hanya dengan senyuman, teguran, candaan, omelan, bahkan ngemeng-ngemeng yang kadang hanya berujung hahaha dan hihihi. Siap-siap sahabat.. pejamkan mata dan ingat-ingat.. pernahkah jadi kampret??

KAMu PeRhatian bangET… preeeeeet….

Aku Pensiun Ya..

4

catatan malam kemaren… saat “kamu” bisa dibaca pula sebagai “kalian”..

Pengen banget.. menuangkannya dalam sebuah lagu. Tapi malam ini begitu dingin dan membuat jemariku kaku untuk memetik dawai gitar. Kali ini mungkin tepatnya galau.. setelah berulang kali kuingkari ejekan itu setiap kali ngoceh atau nyoretin status di akun jejaring sosialku. Mau meneriakkannya dalam untaian kata. Namun aku rasa lidahku kelu untuk bergetar melafalkan abjad demi abjad..

Aku coba mengurutkan satu demi satu rangkaian hati ini. Dan ternyata beberapa terakhir selalu berurusan dengan kamu, kamu, kamu, dan kamu lainnya yang sudah tertambat di satu hati. Ingin rasanya aku sebut namamu di coretan ini. Tapi buat apa? Aku tak mau semuanya berakhir dengan rasa sakit.. Aku masih bisa bertahan untuk tidak khilaf..

lilinku

Benar kata Remi dalam film Perahu Kertas 2 (adegan di pantai bersama Kugy).. “Aku buta.. Kalau aku paksain terus, kita akan sama-sama sakit ”. Cukup rasanya aku menghabiskan malam-malamku, detik-detik hidupku, hanya untuk menjadi sandaranmu.. Cuma untuk bermain api dan menyakiti orang lain.. Menipu diri dan bernaung dalam kebahagiaan semu. Aku punya satu kehidupan dan cinta yang masih layak aku cari dan perjuangkan, meski semua akan mencibir dan bilang terlambat. Tapi cukuplah semuanya..

Aku pensiun ya.. Pensiun dari menjadi malaikatmu.. Pensiun dari menjadi malam-malam indahmu.. Pensiun dari lilin yang menerangi gelapmu.. Pensiun menjadi sosok pria terbaik yang pernah kamu kenal.. Aku pensiun.. dan aku yakin kamu mengerti.. “ Hati itu tidak memilih, hati itu dipilih “..

guwe

Resolusi 2013 : Tidak Menunda!

0

Hemh.. Hari pertama di tahun 2013.. aku lalui dengan bangun siang  trus mengepel lantai rumah Om Ciledug. Setidaknya untuk olahraga pagi lah. Setelah itu ya sarapan bareng dan.. rahasia deh hehehe.. Tapi yang jelas, pengen bangen nyanyiin lagunya Hoobastank yang judulnya The Reason..

I’m not a perfect person.. As many things I wish I didn’t do.. But I continue learning.. I never meant to do those things to you.. And so I have to say before I go.. That I just want you to know

I’ve found a reason for me.. To change who I used to be.. A reason to start over new.. and the reason is you

Habis itu mikir.. Satu yang paling terpikirkan adalah resolusi yang akan aku lakukan di tahun baru ini. Apa itu? TIDAK MENUNDA! Ya.. ada banyak yang aku tunda di 2012.. Semakin ditunda ternyata suatu masalah atau kerjaan semakin menumpuk dan tidak bisa dikerjakan di kelak hari.. Kali ini aku tidak akan menunda lagi, dari hal kecil sekalipun.. Yap, ada banyak yang aku contohkan untuk itu.. anggep aja parade foto yah..

Satu.. Dua.. Tiga.. klik di sini deh... Selamat tahun baru 2013

Ada Kamu.. Ada Aku.. Itulah Natal Bro..

0

pohon natal Pak Bu Boz

Aku masih memandangi pohon Natal di sudut ruang tamu. Ini malam terakhirku di Natal kali ini.. Begitu indah meski sederhana.. Apalagi jika lampu dimatikan dan hanya kelap kelip lampu natal di sekujur tubuh pohon imitasi itu yang menerangi ruangan.. Mak nyus rasanya bro..

Aku ingat.. kamulah yang pertama kali buat pohon Natal.. mulai dari daun kelapa yang dianyam hingga puncaknya satu set pohon Natal yang tergambar di coretan ini. Aku tahu hanya kamu yang bisa.. karena aku tidak becus untuk urusan seperti ini.

Natal itu ada kamu dan aku bro.. Kamu yang begadangan dan bangun tidur selalu siang. Aku yang ngomel dan cemberut tapi tetap buatin kopi dan belikan rokok untukmu. Kamu yang mukanya selalu kusut dan tak ceria.. Aku yang berewokan tapi cengangas cengenges.. Kamu yang hampir gak pernah ngerjain pekerjaan rumah tangga.. Aku yang  bantu Bapak Ibu nyuci piring, nyapu, ngepel, kadang juga nyuci bajumu, dan seabreg lainnya..

Tapi Natal itu harus ada kamu.. Tanpamu malah aku yang pemalas.. Aku yang begadangan.. Aku yang bangun siang.. Terasa gak lengkap tanpa ada kamu bro.. Kangen Bro.. dengan suasana  yang dulu.. kamu sekarang jarang pulang saat Natal atau Lebaran..

Ada kamu.. Ada aku.. Ada Bapak Ibu.. Itulah Natal bro.. Saat kita terlahir dengan jiwa baru untuk selalu berada dalam kehangatan keluarga kita ini.. Lengkap dengan cemberutan, omelan, bentakan, canda tawa, gojekan, dan semuanya…

Itulah Natal my Little Brother.. I miss You.. We miss U much..

MUST READ

Akoe dan Tiga May Day Terakhir

1
Semenjak menggawangi satu paguyuban pekerja berbasis agama, May Day rasanya menjadi akrab bagiku. Ya.. sebagai seorang buruh alias pekerja, tentunya harus turut serta memperingati...

Carita Punya Carita