Home Blog Page 9

Satu Kepala Sembilan Pikiran.. Laksana Orgasme Rasanya..

2

Gila.. coretan kali ini langsung masuk dalam tiga kategori sekaligus.. Coretan singkat yang merupakan polahku teranyar dalam menikmati pekerjaan alaku sendiri. Mungkin belum seberapa dengan yang sahabat sekalian hadapi.. tapi pengen share saja siapa tahu ada yang bisa memanage hidupnya lebih baik dari saya dalam menangani kesehariannya. Sampai detik ini saya masih mampu.. detik berikutnya..? Jujur saya gak tahu.. Pagi hingga sore menjelang akan saya nikmati setiap tarikan nafas dalam sembilan pikiran di kepala.. apa itu? Liat di gambar aja ya.. hanya yang memprihatinkan kalau setahun lalu saya masih memiliki lingkaran keluarga dan pribadi yang cukup besar dan berwarna merah karena saya prioritaskan.. Namun sekarang rupanya sudah mengecil di antara lingkaran lain dan warnanya memutih seolah menyerah.. Apakah itu yang namanya perubahan orientasi hidup atau dinamika hidup atau apanya hidup??.. Entahlah.. sementara inilah puncak karir saya.. Yang jelas hari-hari ini saya begitu menikmatinya meski raga kadang teriak tak berdaya.. Laksana nonton video bokep dan orgasme sedahsyat-dahsyatnya tanpa bercinta..

ini lingkaranku.. bagi dong lingkaranmu...
ini lingkaranku.. bagi dong lingkaranmu…

Sore Ini Saya Puas.. Selanjutnya?

0

Akhir jam kerja sekarang benar-benar kunikmati.. karena asyik memelototi deretan jam di outlook-ku. Rasanya kalau ada jam yang kosong kok seolah nggak kerja.. daripada pingsan karena menyesal, lebih baik aku tarik atau panjangkan saja agenda di jam sebelumnya hingga tidak ada “jam kosong’ terpampang di mataku besok pagi ataupun lusa hahaha (samimawon.com). Faktanya sekarang sok banged membandingkan hari demi hariku.. maklum sedang bersiap jadi KUTU LONTAR..

Tapi sore ini sementara saya puas.. ya.. seperti halnya judul coretan ini. Kenapa? yang PERTAMA saya tidak terjebak untuk selalu menagih pembayaran dari pihak ketiga terkait kecelakaan untuk operator saya.  Meski terkesan angkuh tetapi itulah prinsip dan sebuah integritas.. kalau KELIRU yo wis been.. Dua kali janji belum juga ditepati, mendingan saya jabanin sendiri.. Wong yang jutaan saja saya sanggup ikhlasin!!

Yang KEDUA, kemanusiaan yang adil dan beradab.. eh bukan.. yaitu presentasi terbaik yang saya pernah buat. Berarti kurang lebih selama 13 tahun saya mengenal dan menggunakan media yang satu ini. Kenapa.. karena saya baru sadar setelah melihat presentasi Steve Jobs, Covey, dan beberapa lainnya bahwa selama ini saya mungkin salah mengenal yang dinamakan presentasi. Berupa deretan kata-kata dan poin-poin, berupa kalimat kaku yang mengantukkan, dan semua yang tak berujung.. Namun presentasi haruslah efektif dan efisiean, tidak terlalu banyak kata, dikuasai dengan baik, dan memiliki peluru untuk meledakkan.. Ya!! saya puas sementara ini.. selanjutnya? ketagihan bikin yang mantab lagi..

Saya share sedikit ya sahabat.. semoga kamu juga punya yang lebih dahsyat..

contoh perkenalan komite program 5R.. bagaimana mengungkapkan temuan ketidak-5R-an hanya dengan angka, ukuran huruf, dan warna, serta sedikit hiasan kamera (menandakan hasil jeprat-jepret keliling pabrik)
contoh perkenalan komite program 5R.. bagaimana mengungkapkan temuan ketidak-5R-an hanya dengan angka, ukuran huruf, dan warna, serta sedikit hiasan kamera (menandakan hasil jeprat-jepret keliling pabrik)

 

membuat sesuatu yang nakal "SEKS' agar tidak ada yang mengantuk.. dan mengejawantahkan strategi 5R Committee di atas lapangan bola sesuai hobby saya.. waoow..
membuat sesuatu yang nakal “SEKS’ agar tidak ada yang mengantuk.. dan mengejawantahkan strategi 5R Committee di atas lapangan bola sesuai hobby saya.. waoow..

 

 

Dan Jawaban Tuhan adalah.. Kesempatan..

4
tak menunda untuk dekat denganNya melalui doa
jawabannya adalah sebuah kesempatan..

Sahabat.. pernahkah engkau termenung karena sebuah doa yang belum terkabulkan. Begitu lama dirimu menanti tetapi tak jua kunjung datang apa yang ingin termaksud di hati. Lantas engkau mulai meragukan kemampuan Sang Penciptamu.. mungkin malah mengolok dan merendahkan keagungan-Nya dan beralih kepada Tuhan ciptaanmu sendiri. Percaya mantera, jimat, berhala, dan sederet ciptaan manusia yang seolah mendatangkan kekuatan meski itu hanya sugesti belaka.

Aku ingat akan status bulik Rosa Dyah di jejaring sosial.. “Doa itu bukan seperti ATM”.. Yang intinya kita bisa mendapatkannya setelah beberapa menit bertransaksi meski kadang mendapati kalimat permintaan maaf karena transaksi tidak bisa dilakukan karena dana kita tidak mencukupi. Namun jelas diperlukan kesabaran dan waktu untuk memperoleh apa yang kita inginkan. Bisa hitungan jam, hari, minggu, bulan, bahkan tahunan masa penantian. Dan apakah yang Tuhan beri untuk setiap doa kita??

Kita minta berbagai hal.. rejeki, kesehatan, pasangan hidup, dan semua yang kita inginkan. Tapi apakah kita langsung mendapatkannya seperti Pak Tarno yang selalu bilang “mohon dibantu ya.. prok prok prok..” ?? Tidak juga.. Aku akan coba share beberapa doaku di tahun ini sahabat.. dimana semuanya sudah diberikan jawaban oleh Tuhan.

Secuil Kisah di Padepokan Tukang Bangunan

2

Syahdan di suatu negeri antah berantah, tersebutlah kisah tentang satu padepokan semacam sekolah para tukang bangunan. Mereka yang ada di situ adalah kumpulan pemuda yang sepanjang hari berlatih teori dan praktek hingga kadangkala ada program perbaikan rumah penduduk atau mengikuti lomba antar kerajaan. Beberapa lulusan terbaik akan langsung bekerja di istana sebagai abdi kerajaan bagian pertukangan ups.. rumah tangga maksudnya.

Lama pendidikan bergantung pada tingkat keahlian dari para murid atau pemuda yang menimba ilmu. Ada yang lulus cepat, telat lulus, atau justru putus di tengah jalan. Namun rata-rata lulus setelah 7-8 tahun kecuali satu orang siswa yang sudah menjadi senior bahkan dianggap asisten dari para pendidik. Siswa ini sebenarnya cerdas dan sudah mumpuni keahliannya hanya saja selalu gagal di ujian akhir yang diadakan setiap tahunnya sehingga tetap tidak bisa dinyatakan lulus.

Ujian akhir memang berat karena setiap siswa harus pergi ke hutan, memilih dan menebang kayu, lalu membuat rumah untuk didiami dan semua dilakukan SENDIRI tanpa bantuan siapapun. Mereka yang ikut ujian akan diberikan waktu selama 3 bulan dan pendaftaran tidak dibuka menurut lama pendidikan tetapi melalui seleksi demi seleksi sehingga yang lebih pendek masa pendidikan asal lulus seleksi bisa mendahului yang lama. Hasil ujian juga beragam karena mengerjakan sendiri, ada yang asal jadi, ada yang mendekati sempurna dan beragam lainnya.

Siswa yang tadi tidak pernah lulus sebenarnya adalah peringkat pertama di seleksi awal selama bertahun-tahun ujian dilaksanakan. Hal ini mengusik pikiran satu adik tingkatnya sehingga di suatu senja saat menjelang makan malam dia menanyakan perkara tersebut..

“Kakak, kenapa engkau selalu gagal di ujian akhir? Bukankah engkau yang terbaik di padepokan ini? Rasanya lima rumah pun sanggup engkau buat dalam sebulan..” Tanya si adik tingkat dengan polosnya. Si kakak tingkat menghela nafas, dia yang dikenal sangat perhatian dengan semua adik tingkatnya nampak memandang kosong ke depan. Agak lama dia terdiam, lalu meluncurlah kalimat demi kalimat dari bibirnya.. “Adikku, aku bukan tidak bisa melalui ujian tersebut. Namun setiap kali pergi ke hutan, aku memang belum menemukan kayu yang baik dan aku yakini kuat untuk kudiami seumur hidup. Lihatlah mereka yang sudah lulus, banyak di antaranya yang membuat rumah hanya untuk sekedar lulus. Satu dua memang bertahan di rumah yang cepat lapuk kayu-kayunya, sebagian rumahnya porak poranda ketika angin kencang melanda, beberapa rumahnya bocor karena hujan deras, dan parahnya ada yang tidak lagi mendiaminya berganti rumah yang baru. Membuat rumah sebenarnya harus yakin akan setiap pilihan bahannya agar sekali berdiri, bisa kita miliki dan diami seumur hidup serta melindungi kita dari kondisi apapun. Aku pasti lulus jika sudah yakin dengan pilihan kayuku”.

Si adik mencecar lagi dengan pertanyaannya.. “Kakak, jika itu prinsipmu, apakah tidak terlalu lama kau diam di padepokan ini? Seumur hidupmu?”. Si kakak tersenyum, ujarnya pelan “Tentu saja aku akan meninggalkan tempat ini, aku yakin Tuhan akan berikan saat itu kepadaku, kenapa terburu-buru jika belum yakin hatiku?” Si adik gantian tersenyum, dengan usil dia kembali mengajukan pertanyaan.. “Lantas, kakak masih mau ikut ujian tahun ini?”. Mendapat pertanyaan tersebut, si kakak bangkit dari duduknya dan berkata “Aku pasti ikut.. Lulus atau tidak tergantung apakah kali ini kayu terbaik yang kudapat, juga kuasa Tuhan yang menguasai hidupku. Jika aku tidak ikut, lantas kapan mau lulus? Dan jika belum lulus juga, apakah semuanya berakhir? Tidak adikku.. Aku masih bisa membimbing kalian agar kelak, rumah terbaiklah yang juga kalian buat.. Rumah indah yang selalu membuatmu ingin pulang dan menikmati tiap detik kehangatannya “. Satu dua tegukan teh di akhir.. Mengiringi senyum kedua kakak adik sepadepokan itu.

Memilih untuk menjadi HEBAT dan DIIDAMKAN..

2

Menjelang pagi memang.. Jam 03.00 terlihat pada jam yang tergantung di dapur mess pabrik tercinta. Namun waktu istirahatku setelah perjalanan panjang dengan si Merah Centil dari Depok ke Cikande telah DIRAMPOK!! Ya.. Dirampok oleh tayangan Mario Teguh Golden Ways (tayangan ulang) di satu stasiun TV swasta. Aaah.. Jam segini cocoknya buat kaum galau.. Apalagi rombongan Adam karena temanya Lelaki Idaman (kalau ‘lelaki’ diganti ‘pria’ pas banget kayak judul lagu dangdut..) Asek aseeeek…

Awalnya sih memang melihat timeline temanku Yovita tentang kekayaan yang terkadang salah ditafsirkan oleh kita karena bukan hanya berupa benda (mobil, rumah, tanah, uang, dll) tetapi bisa berupa non materiil (nama, kesehatan, cinta, kejujuran, dll). Sorry Yov.. Ini terjemahan bebasku. Juga tentang kriteria wanita idaman.. Dilanjut dengan linimasa adekku Antho tentang bagaimana menjadi laki-laki idaman sedangkan kebanyakan lelaki terlalu banyak mengidamkan. Yang ini bener2 cocok buat si adek yang galau tapi mengelak dengan menulis balasan komenku dengan kalimat ‘sedang mencari jati diri..’. Tapi biar tidak sama aku coba mengutip dua hal dari Pak Mario Teguh sepenangkapan otakku yang masih sempit..

Pertama.. Laki-laki hebat menurut beliau adalah lelaki yang memiliki kualitas lebih dari biasanya. Aawww.. Aku tentu masih jauh dari idaman dong.. kalau kalian bro? Aku doakan semoga sudah pantas untuk menjadi lelaki idaman. Lelaki idaman salah satu cirinya adalah mereka yang sepenuhnya tahu bahwa kehidupan ini tidak mudah dan memiliki cara tersendiri untuk menaklukkannya..

Bekerja dengan Semangat Pangkah dan Paskah..

2

APRIL MOP!! Atau APRIL FOOL’S (semoga tidak salah istilah).. adalah ungkapan gawul yang digunakan untuk menamai hari pertama di bulan April setiap tahunnya. Dulu waktu SMA sering digunakan untuk tepu tepu ke teman bahwa dipanggil guru BP, kepala sekolah, hingga tukang kebun padahaaal.. BOHONG!! Kalau bagiku April Mop atawa 1 April sering kusalahgunakan untuk nembak cewek dan kalau gagal alias si cewek enggan maka dengan santai aku bilang “Santai aja lagi non.. April Mop kok..” (ketawa geli sendiri mengingat masa-masa itu).

Tapi hari ini lain.. aku ingin mengubahnya menjadi APRIL TOP dan APRIL COOL’S DAY.. Kenapa? Karena aku ingin membagikan satu hal bagaimana menikmati kerjaanku sehingga tidak ada kata jenuh atau bosan di tiap hari. Ingat pertanda jenuh atau bosan kerja kan? Salah satunya adalah baru mulai kerja sudah mikir kapan waktu pulang atau merasa setiap detik laksana menjadi setiap jam (baca : lama banget). Lainnya? Bisa sahabat temukan contohnya di sini atau di sini. Ssst.. aku hanya ingin membagikan tentang SEMANGAT PANGKAH dan PASKAH dalam menikmati pekerjaanku yang ada di sudut kawasan industri kawasan Cikande dimana jalan banyak berlubang dan sangat becek plus licin di kala hujan.. Apalagi untuk mencapainya harus membelah pematang sawah atau gelapnya malam tanpa penerangan yang memadai (makanya aku  beruntung karena tinggal di mess di lingkungan pabrik) semoga menjadi perangsang sahabat dalam menjalani pekerjaan yang sekarang.

Semangat Pangkah..

Pangkah adalah satu nama pedukuhan atau kampung di daerah Prambanan di atas Sendang Sriningsih yang masuk propinsi DIY Yogyakarta. Sedikit referensi tentang daerah yang menjadi lokasi KKN-ku dulu semasa mahasiswa bisa dilihat di sini atau di sini. Daerah yang tandus dan gersang saat musim kemarau dan asri saat musim penghujan itu ternyata menanamkan etos kerja yang besar di hidupku. Selain mungkin ketularan semangat bertahan hidup dari para warganya di tengah belitan kondisi alam yang bisa dibilang kurang “basah” untuk hidup lebih dari cukup.

kerja bakti buat MCK di Pangkah
kerja bakti buat MCK di Pangkah

Bagiku bekerja adalah PANGKAH.. PANGgilan dan berKAH.. Ya, panggilan karena tanpa adanya hal ini maka tidak mungkin aku bekerja di tempat ini. Jadi ya inilah panggilan untukku yang harus aku tekuni seperti layaknya dokter di tempat terpencil atau pastor di daerah rawan konflik. Pun pula sebuah berkah karena dengan bekerja di tempat yang jauh dari hingar bingar hiburan malam maka aku dapat menyisihkan sebagian dari gajiku untuk membeli sebuah hunian yang layak untuk ditempati meski masih kredit. Coba jika aku di tempat yang ramai dengan hiburan malam.. niscaya kalau tidak kuat iman maka gaji dalam seperempat bulan pun akan habis..

menjelang sore.. acara bimbel untuk anak-anak Pangkah
menjelang sore.. acara bimbel untuk anak-anak Pangkah

Semangat Paskah..

Setelah menikmati pekerjaanku sebagai mandor kecil di sebuah industri Food and Beverages dan rencananya membuka line farmasi dengan menjadikannya sebuah panggilan dan berkah, aku juga memiliki semangat PASKAH dalam menjalaninya. PASKAH di sini adalah singkatan dari PASti melangKAH.. dan terilhami dari makna PASKAH dalam ajaran agama yang aku anut yaitu “bangkit”. Bangkit dari apa? Bangkit dari semua kemalasan, keraguan, keterpurukan, dan hal-hal yang buruk lainnya untuk tegak berdiri dan melangkahkan kaki dengan pasti. Semuanya begitu terukur, penuh kecermatan, tetapi tetap dinikmati setiap dinamikanya. Tak peduli betapa susahnya untuk sekedar keluar mess menikmati sate kambing, bakso, atau nasi goreng. Tak jadi soal misal harus merelakan selama setengah jam bersama si Merah Centil terguncang-guncang karena terjalnya jalan saat akan ke Al**mart atau Ind*maret guna mencari mie instant atau es krim jika uang masih berlebih. Dan tak jadi galau saat rekan-rekan bercerita reuni atau sekedar hang-out di mall-mall yang megah dan cozy. Semuanya dibawa dalam satu semangat untuk pasti melangkah membela yang benar eh menuju hidup yang lebih baik.

Nah sahabat.. apakah dirimu sudah menjadikan pekerjaanmu sebagai suatu panggilan dan berkah? Juga sudahkah kalian pasti melangkah dalam menjalani pekerjaan itu? Ingat pepatah lama bahwa “perjalanan ribuan mil selalu dimulai dari langkah pertama”. Jadi coba terapkan Semangat Pangkah dan Paskah dalam melakukan pekerjaanmu.. semoga Tuhan memberkati.

bendungan Pangkah Oktober 2012
bendungan Pangkah Oktober 2012

Ngapain Takut Dipecat? Bersyukurlah..

4

Sebelum coretan ini ditulis.. ijinkan saya untuk meminta maaf jika ada kebetulan sahabat yang sedang mengalami kebuntuan dan kegalauan karena saat ini kebetulan belum bekerja lagi pasca di-PHK. Namun saya tegaskan bahwa saya menulis coretan ini dalam keadaan sadar dan tanpa tekanan pihak manapun sehingga kiranya Tuhan beserta saya dan apa yang saya coretkan dapat menjadi refleksi bagi kehidupan kita. Sambil tersenyum tulus (maaf pasti kalian tidak bisa melihat) saya haturkan terima kasih kepada beberapa sahabat yang menginspirasi dan juga adik semata wayang saya Dhenta yang selalu menjadi kebanggaan saya.

Coretan sederhana ini berawal dari satu perjalanan kuliner saya di daerah Serang minggu lalu sepulang gereja. Kala itu karena penasaran dengan cerita nan penuh semangat dari Om Bro (Om saya di Ciledug) tentang sop kambing yang super duper maknyus di daerah Ciceri Serang. Intruksi sudah jelas, tempat sudah didapat, di sekitar Apotek Ind** Farma namun sayang lapak sop kambing yang dimaksud sudah berganti dengan warung tenda sop, soto, sate ayam dan ayam bakar Bu Galak.. Eits kalau kalian check ke TKP, yang kira-kira berjarak 200 meteran dari pintu lintasan kereta api, kalau dari Terminal Pakupatan Serang ambil ke kanan di perempatan Ciceri, maka tidak ada nama warung tenda yang barusan saya sebut. Kenapa? Karena nama itu bingkisan dari saya setelah dengan mendelik dan bernada marah si Ibu penjaga lapak menjawab pertanyaan saya udah tahu adanya sop, sate, soto ayam dan ayam bakar, masih nanya sop kambing.. makan sekolahan nggak?!? . Ya Tuhan.. pertanyaan saya sebelumnya cuma empat kata “Ada sop kambing Bu?” eh.. dijawab dengan rentetan kalimat dahsyat di atas. STOP! Jangan ikutan marah dulu.. karena saya memang usil dengan bertanya lagi ke si Ibu “Loh.. yang jual sop kambing di sini sudah pindah bu? Pindah kemana ya?”. Tebak deh Ibunya jawab apa.. Bodo amat!! .. Ups.. terlepas dari nada marah si Ibu yang mungkin sedang galau tingkat dewa nan cetar membahana ulala, tapi sungguh saat itu wajah polos tapi tengil saya pasti terlihat puas.. sebab skor kami 1:1 karena gantian si Ibu hanya jawab dengan dua kata atas rangkaian kata tanya yang saya sodorkan.. hehehe..

Sebelum dilempar gerobak sop dan soto ayam, saya bergegas menyeret si MC meninggalkan lapak itu untuk mencari lapak sop kambing yang ditargetkan. Pendek kata setelah sempat singgah di lapak yang mungkin saja seperti yang Om Bro ceritakan, lalu pura-pura ada telepon dan minta dibungkus setelah melihat apa yang disajikan kurang menjawab imajinasi saya, ditambah saya memesan seporsi bubur ayam Cirebon yang sebenarnya juga menjadi incaran saya untuk dicicipi, akhirnya saya memarkirkan si MC dengan manisnya di depan sebuah tenda sop dan soto kambing betawi cabang Tanah Abang (benar atau tidaknya saya tidak tahu karena penjualnya berlogat Sunda) yang masih di area Ciceri. Semangkok sop kambing bersantan lebih menggugah selera makan saya dibanding sop kambing berkuah bening.. kolesterol woles aja dah..

 jajanan

Nyatanya Aku Masih Kecil..

0

Segelas cangkir teh.. sengaja kubuat sedikit pahit di siang hari ini. Berulangkali kuputar gadget kesayanganku.. ke kanan, ke kiri, kadang kuletakkan di meja dapur mess yang mulai berdebu tepat menjelang istirahat siang pabrik tempatku bekerja. Terasa biasa memang.. walau tak seresah pikiranku beberapa hari ini. Berawal dari peristiwa di akun jejaring sosialku..

Aku ingat persis kejadian seminggu yang lalu itu.. saat sebuah komen muncul seolah menohok ulu hatiku. Komentar dari seorang mantan bawahanku yang sudah tidak bekerja lagi. Mengatakan bahwa (aku) hanya bekerja di belakang meja dan makan gaji buta, cari muka kalau ada bos saja.. ANJRIIT.. Sebegitukah diriku..?? Saat kubalas untuk menanyakan apakah yang dia maksud diriku, lama sekali tidak ada balasnya. Aku lantas mulai melihat profilnya dan ternyata statusnya pun seolah-olah sedang “menyerangku”.. O’o.. apa yang terjadi saudara-saudara..

Lantas aku mulai mengingat lagi.. Rasanya tidak ada masalah personal antara kami berdua. Semuanya baik-baik saja.. menurutku tentunya, entah menurutnya. Tetapi memang kuamati bahwa rerata komentarnya justru out of topic! Entah pada statusku, link yang kuunggah, foto, atau bahkan notes yang kubuat. Sampailah aku pada suatu kesimpulan yang sampai detik ini aku inginkan SALAH.. bahwa anak ini membenciku. Selanjutnya apa? Langkah konyol yang kubuat tentu bisa ditebak..

select comment.. edit.. delete! Search profile.. BLOCK THIS PERSON..

Aku, Kamu, dan Kacamata Kuda..

0

Hai manis.. status BBM-ku.. yang sama seperti judul coretan kali ini akan tetap ada hingga jemariku paripurna menyelesaikannya. Dan kupastikan masih ada sampai setidaknya ada emoticon senyum yang kau kirimkan padaku. Saat itulah aku akan segera menggantinya. Meski mungkin ada tanya di hatimu kenapa kukirimkan  deretan kalimat  tersebut di detik terakhir percakapan kita melalui kotak hitam bertombolkan deretan abjad dan angka. Tapi mungkinkah kau bertanya? Sebab kutahu kau akan segera mengalihkan pikirmu.. ada tembok tebal yang tak bisa kudobrak dan ternyata lebih tebal dari mukaku untuk mendapatkan balasan BBM-mu..

Sudah kau bangun tembok itu jauh-jauh hari sepertinya.. Lengkap dengan parit dalam dan gulungan kawat berduri di atasnya. Ah Nona… aku tentu saja akan kesulitan melalui bahkan menghancurkannya untuk mendekapmu di balik tembok. Atau jangan-jangan kamu sudah tidak ada di sana saat ribuan hari kuhabiskan untuk menaklukkan deretan dan tumpukan batu terbaik yang  tertata rapi, menjulang tinggi, dan sangat tebal tersebut. Pun jika bertemu.. tatapan dingin matamu dan terkunci rapat bibirmu sambil melipat tangan di dada pasti mampu membuatku tersungkur tanpa daya seolah bertanya “Mengapa? Mau dibawa kemana?”

Tapi tahukah kamu manis.. bahwa di kedua tanganku yang mungkin bengkak dan berdarah karena mencoba menggapaimu.. tidak membawa setangkai mawar merah atau bahkan segenggam berlian. Biarlah semesta menghujatku.. karena aku mungkin bukan terbaik yang pernah ada di hidupmu. Persetan dengan itu.. tetapi aku janji akan menjadi yang terbaik di sepanjang waktumu. Bukan bunga dan perhiasan yang akan kuberikan padamu.. aku tak punya itu.. untuk menjalani hari-hariku saja tersengal nafasku. Tapi kubawakan sepasang KACAMATA KUDA untukmu..

Rasanya aku akan menikmati berkerutnya keningmu melihat apa yang aku perlihatkan itu. Yah.. sepasang kacamata kuda.. satu untukmu dan satu untukmu. jangan heran akan bakat unikku dalam memberi hadiah ya.. walau tak seunik Hudson dan sehebat Sandrina di Indonesia mencari bakat.. Ups! Jangan membantingnya jika tak berkenan untuk memakainya.. pegang saja dulu dan biarkan aku memakai satu untukku. Dengan benda yang jauh dari kesan mewah dan romantis ini aku ingin buktikan padamu bahwa hati dan raga ini hanya untukmu. Tak ingin ku melirik dan berpaling ke wanita lain..  Dan bila pada saatnya cinta kita bertaut.. pakailah bagianmu, agar kita bisa beriring pandang hanya ke depan.. menatap jalan lebih fokus dan tanpa hiraukan godaan untuk terpisahkan. Tapi kita lobangin bagian dimana kita berdampingan… agar bisa saling lirik dan bertukar rayu manja.. Dan saat itu ada.. izinkan kubingkai dalam satu romansa.. tentang Aku, Kamu, dan Kacamata Kuda..

diambil dari http://yvcbogor.wordpress.com
diambil dari http://yvcbogor.wordpress.com

Kubenci Ibuku.. Setiap Kali Ku Tersenyum..

2

Minggu ini sebelum ke gereja iseng bercermin dan aaah… selalu masygul setiap kali lihat deretan gigiku yang kian hari kian memprihatinkan. Perlu DIBEHEL.. kata drg. Saras yang terakhir kujumpai setahun yang lalu. Halah.. cowok ini, emang kenapa dok kalau tidak dibehel? Masalah buat loe?.. tanyaku kala itu. Si dokter nan manis dan pernah berbehel juga itu hanya menjelaskan bahwa di usia 40 tahunan maka gigiku akan berantakan terlebih empat geraham belakangku tumbuh tidak dengan semestinya. Ada yang ke samping kiri, kanan, mendesak gigi di depannya atau justru putar badan ke belakang. Satu sudah dieksekusi karena aku tidak tahan dengan sakitnya setiap kali makan yang keras dan sedikit goyang. Tapi memang gigiku tidak nice to see dan jauh dari perfect, saingan dengan punya Pak Bos karena beliau dulu pemuja dan penikmat empek-empek hingga gusinya habis “dimakan” kuah yang mengandung cuka berlebih. Kebiasaan buruk kami berdua yang masih merokok (membantu pemerintah dengan membakar barang berbahaya) juga menjadi faktor parkirnya karang gigi di deretan gigi yang kami punya.

jauh dari OK.. tapi ya wong punyanya ..
jauh dari OK.. tapi ya wong punyanya..

Jika melihat deretan gigiku seperti kutunjukkan di atas dan setelah  penjelasan dari dokter, serta membaca beberapa artikel seperti di sini dan di sini, maka aku MEMBENCI Bu Bos. Masih inget siapa bu Bos? Salah satunya bisa dibaca di sini.. Kenapa? Yah.. gigiku yang kuning, tak berderet rapi, gusi yang tidak OK, perawakanku yang pendek.. salah satunya ya dari Bu Bos karena waktu kecil aku diberi antibiotik saat cabut gigi.

Si gigi ini membuatku susah untuk tersenyum saat di foto karena tidak Pe-De.. Padahal katanya aku tuh lucu dan kocak.. Hingga suatu ketika saat ketika sama mantan pacar bikin foto-foto mesra dan syur di studio sempat diledek juru foto dan pengarah gaya.. “Senyum mas.. punya pacar cantik kok ekspresinya gak bahagia..” atau “Yaaaap.. senyuuum.. mbaknya luwes masnya tegang tuh.. tarik lagi bibirnya.. atau saya yang difoto aja..” ujar si juru foto. Kampret! Meski konteksnya bercanda.. galau juga diledekin seperti itu.. Alhasil sampai seumur ini, aku hanya memiliki beberapa foto dengan poses senyum dan yang terbaik  menurutku ya di bawah ini..

singkawang

Sahabat..  lembaran ratusan ribuan (info drg Saras dan non Dessy) sering menghantui setiap uang mulai terkumpul di tabungan. Sebab kira-kira perlu 5-6 jutaan untuk merawat gigiku. Kadarnya sih pengen banget dan gak sekedar pengen doang atau pengen aja.. Tapi… ah sudahlah dinikmati saja dulu. Masih ada waktu untuk kumpulin receh demi receh atau dikawatin sendiri pakai kawat jemuran hahahaa..

Balik lagi ke judul.. Sempat aku utarakan hal ini kepada Bu Bos dengan mimik bercanda. Eh.. beliau tiba-tiba serius dan berujar pelan.. “Ya.. waktu itu Ibu tidak pernah tahu tentang efek antibiotik seperti yang sudah mas pelajari di kuliah, Ibu begitu bodoh sehingga gigimu jelek dan gak punya senyum indah. Kala itu hanya ingin menenangkanmu karena gigi berlubang mamas membuatmu rewel seminggu lebih .. Maafin Ibu mas..” sambil matanya berkaca-kaca..

Ups.. segera kupegang tangan beliau dan berkata.. “Bu.. mas becanda kok.. Mas yang minta maaf karena gak boleh seharusnya bilang begitu. Mas kan sudah tahu dari kuliah yang semuanya karena Ibu.. mas janji nanti cucu cicitmu gak ada yang kuning dan jelek giginya. Maafin mas juga karena waktu itu kabur dan bikin Ibu panik..”  Dulu memang karena berlubang, setiap malam aku selalu rewel dan berisik sehingga dibawa Ibu ke dokter gigi untuk dicabut si gigi biang keroknya.. dan karena merasa kesakitan dan Ibu justru berlama-lama di Pak Mantri (padahal ngurus pembayaran), aku nekad ngabur ke rumah Pak Uwo (orang tua Pak Bos) dengan jalan kaki dan menyeberangi  jalan besar sebab . Ibu panik waktu itu dan mencari dari siang sampai sore sampai ke orang pintar padahal aku tenang-tenang sama Pak Uwo dan Mbok Uwo mainan gundu. Maklum.. dulu kan tidak ada hape dan lain-lain.. Hedeeeh..

Nah.. apakah aku masih membenci Ibu? Ya.. tapi kali ini Benar Benar Cinta.. setiap ku tersenyum melihat deretan gigiku.. aku akan selalu mengingat Ibu.. satu dari yang terbaik di hati dan hidupku.. Terima kasih bu..

(Kado telat buat Ibu di hari Wanita Internasional , 8 Maret 2013)

MUST READ

Seberapa Cepat Kita Menanggapi SapaanNya?

0
Jika SMS masuk kita cepat2 baca dan balas. Tapi kenapa waktu LoNCeNG GeREJA berbunyi, untuk ke gereja pun kita sering malas? Saat adzan berkumandang, mengapa untuk SHOLAT...