Home Blog Page 26

Akoe dan Angkringan.. Cafe Tiga Ceret (CTC)

0
gambar penampakan angkringan, diambil dari http://ukdw.ac.id/
gambar penampakan angkringan, diambil dari http://ukdw.ac.id/

“Mas susu jahe siji..”

Mas susu jahe satu..

“Deng.. teh anget taware sitok yo..”

Bro.. teh anget tawarnya satu ya..

“Mie goreng yo dhab.. nganggo endoookk..”

Mie goreng ya Mas, pakai teluuurr

“Kang.. aku sego telu.. gorengan papat” (padahal nasinya lima gorengan tujuh)

Mas, aku nasinya tiga, gorengannya empat

“Weh.. sepi to kul.. tutup wae.. mending  samgong po kyu kyu..”

Wah sepi ya Mas, tutup saja, mending judi kartu

“Wah.. bakule bambung iki.. pirang dino ga dodolan..”

Wah penjualnya stres nich.. udah berapa hari tidak jualan

Tak Ada Yang Abadi..

1

“Kau pernah menjadi detak dalam nadiku dalam hidupku..

Dan kau pun pernah menyelamatkan seluruh hidupku..”

Sudah lima kali dalam waktu berurutan, lagu Tak Ada Yang Abadi dari Jikustik meluncur mulus dari bibir ini diiringi petikan gitar oleh jemariku.. Dan kali kelima (kurekam di hape ku).. kurasa yang paling sempurna dan tanpa cela.. berhasil kusimpan dan menghiasi folder MUSIC di antara deretan rekaman lagu lainnya..

Entah kenapa malam ini lagu ini benar-benar meresap di hati..bApa karena suasana Idul Adha yang benar-benar penuh pengurbanan di Wasior, Mentawai, Merapi, dan beberapa daerah bencana lainnya.. Yach.. Hari raya yang dihiasi lenguhan hewan kurban yang meregang ajal sebagai kurban silih umat manusia atas alpanya.. Yang secara konyol kukaitkan dengan bait terakhir reffrein lagu di atas..

“Saat kau putuskan.. untuk melepaskan hidup..”

(padahal bukan si hewan kan yang memutuskan.. hemh)

Atau karena pengaruh anggur Australia yang kutenggak beberapa seloki agar cepat pulas malam ini.. Setelah beberapa tusuk sate kambing bersemayam di lambungku..Yang jelas malam ini lagu itu “guwe banget!” istilah kerennya..

Kisah Sang Pemimpi..

0

MabeskosmaR, 09122010, 0146AM

(terinspirasi dari film Sang Pemimpi..)

 

Pagi sudah menjelang tatkala jemariku mulai lincah menari di tuts Aspire-ku..

Ditemani cokelat dari adik manisku tadi siang (thanks ya Jeng..)

Dan secangkir kopi dari kampung asalku..

 

Hemh.. Sang Pemimpi..

Tadinya sangat kubenci kata itu karena di benakku..

Yang ada hanyalah pemalas yang mengandaikan sesuatu indah..

Yang hadir adalah bayangan pribadi-pribadi yang suka membual..

Yang terbayang hanyalah omong kosong yang tak jelas arahnya..

Tapi ternyata berbeda sahabat…

 

Akoe dan Nandina (kisah seorang Ayah..)

2

Sebut saja namanya Nandina (mohon maaf jika ada kesamaan nama)..

Seorang gadis yang tinggal berdua bersama Ibunya.. hanya berdua.. sejak ada di Yogyakarta, setelah meninggalkan tanah kelahirannya di Manado, belasan tahun yang lalu..

Pagi itu, Nandina mematut diri di cermin.. Merapikan sanggulnya, dan menatap toga di depan meja rias kamarnya. Ia akan wisuda kali ini dengan predikat Cum Laude dari Fakultas Ekonomi universitas negeri terkemuka di Kota Gudeg.. Dia tahu Ibunya sudah menunggu di ruang tamu untuk menemaninya wisuda. Walau tidak dia sadari, bahwa di balik pintu kamarnya.. Sang Ibu menitikkan air mata…

Akoe dan Hasrat Seorang Perempuan..

0

Awalnya hanya karena salah pemberian tanda baca.. tapi untunglah karena ada ide untuk coretan kali ini..

Perempuan, apa seh yang kamu cari?

Entah sebenarnya ada koma atau tidak namun si penulis status di akun jejaring sosial ini mengungkapkan bahwa ada koma di kalimat itu. Walau artinya sungguh berbeda jika tak ada koma..

Sahabat.. setiap insan pasti unik dan sempurna saat diciptakan. Berbeda dengan binatang, Tuhan menganugerahi aku, dirimu, dan semua orang dengan akal, budi, rasa, dan keinginan atau hasrat. Kalau orang bilang cowok atau lelaki banyak maunya, tak salah juga dong jika cewek atau perempuan juga banyak ingin atau hasratnya.. Karena aku laki-laki (setidaknya sampai mandi tadi pagi masih laki-laki) maka aku ingin menulis tentang hasrat perempuan saja biar tidak subyektif…

Akoe dan Cerita Perempatan Lampu Merah Cisalak

0

Uft.. hujan rintik-rintik kala kulajukan si TC motorku di kawasan pasar Cisalak. Begitu padat sehingga mata nyalangku pun memeberi trigger ke otak bahwa aku akan terhenti di perempatan alias bang-jo Cisalak. Yach benar.. walau sudah kulajukan motorku, tapi tetap saja lampu merah tak mau kompromi, justru semakin cepat menyala sepertinya..

Ah.. aku terjepit di antara dua mobil tepat di ujung perempatan, mau maju tidak ada celah, mau mundur ada Tiger yang mendesak. So.. diam aja dah.. tunggu lampu hijau menyala dan kabooorrr..

Tiga surat Tahun Baru 2011 untuk keluargaku..

0

Hampir melaju dan bersenang-senang di Raja Ampat Papua..

Namun tertunda karena cuaca buruk..

Ingin menghabiskan malam tahun baru tanpa mengeluarkan sepeser uangpun..

Tapi gagal karena kebersamaan terakhir dengan MabeskosmaR rasanya sayang untuk dilewatkan..

Hasilnya suara serak karena nyanyi gila-gilaan di Venus DeTos Depok..

 

Tapi aku tidak hilang sadar.. Aku tahu bahwa 2010 terlalu sayang untuk dilupakan begitu saja..

Ada keluarga, sahabat, dan sesama yang selalu mendukungku..

Khususnya keluarga.. Oleh karena itu.. kutulis tiga surat untuk mereka di pergantian tahun ini..

 

Menjadi Kaya di Negara Yang Miskin

0

Beberapa minggu yang lalu aku tertarik pada notes beberapa sahabat yang menyatakan bahwa Indonesia sebenarnya negara yang kaya (diunggah ke sebuah situs jejaring sosial). Yach.. dijabarkan dengan data fakta mengenai kekayaan alam Indonesia. Ach.. aku sangat menyukainya dan terlampau menyenangi artikel/notes itu..

Hingga sore hari ini, di tengah kunyahanku atas ubi goreng terakhir yang kubeli saat pulang kerja.. Terlintas pikiran untuk menulis dengan aspek berlawanan.. bahwa negara kita MISKIN!!!

Syukuri.. Apa yang Tuhan anugerahkan padamu..

0

Senja, 29 Agustus 2010, di sebuah rumah sakit swasta di daerah Depok, seorang dokter wanita muda nan elok menghadapi pasiennya, seorang pekerja pabrik yang mengeluhkan panas tubuhnya yang tinggi selama dua hari belakangan..

“Dok, diagnosanya apa?” tanya pasien setelah pemeriksaan berakhir.

“Ehm..” gumam si dokter sambil menatap wajah sang pasien tanpa berkedip.

Pasien menunduk, tapi mata sang dokter tetap tak lepas menatapnya.

“Maaf Dok, diagnosa saya apa, atau ada yang gawat sampai Anda tidak mau menjawabnya?“ kejar pasien penuh harap.

“Bulu mata Anda bagus sekali Pak, boleh tukeran??“ sahut sang dokter.

“Whaaaaaaattt….“ pasien pun merah padam, kikuk dibuatnya.

WhO MovEd My CheeSE?

0

Penat juga tidak ke kantor.. Karena faringitis akut yang kuderita, kamar kost jadi mencibirku sbab sangat jarang seharian apalagi siang begini di dalem kamar.. Puanase poooll.. Rokok DP pun sedih karena sudah seharian tak terhisap olehku.. Atau justru dia gembira karena aku mulai hidup sehat?  semoga.. wakwakwak..

Whatever lah..

Yang jelas aku bisa ambil hikmah untuk mencintai badan dan kesehatanku. Kata dokter telat beberapa hari maka tenggorokanku akan dipenuhi luka dan nanah.. (njijiki..) Beberapa obat dan pantangan pun harus kukonsumsi dan kupatuhi.

Glundang..glundung..

Ketap-ketip..

Mata dan pikiranku tetap berlari walau raga terbaring di ranjang sendiri. Toleh kanan.. toleh kiri.. Hap!! Mataku nanar melihat sebuah buku pemberian dari atasanku yang sudah purna tugas (pemberian = hasil dari permintaan menghiba hahaha..)

Judulnya Who Moved My Cheese?

MUST READ

Aku dan Pengusaha Kaos.. Ampuhnya SEDEKAH..

0
Siang ini berkenalan dengan pengusaha kaos yang tertarik dengan desain kaos ajakan Sholat yang saya posting di medsos. Beliau tak menyangka karena ternyata saya...