Home Blog Page 27

Coba rangkai statusmu..

0

Banyak sekali statur pertemanan yang akhir-akhir ini marak kita jumpai kan? Salah satunya yang populer di Indonesia tentunya Facebook atau FB.. (Maaf ni bukan promosi..)

Suatu ketika saat sedang merenung, tentunya dengan sebatang rokok DP terselip di bibir.. Di depan nona Aspire yang kini gak berdebu lagi, kucoba buka account FBku..

Sedetik.. lima detik.. semenit.. Tak ada yang berubah di tampilannya walau sudah ku re-load..

Bosan!!!

Akoe dan Malaikat bernama Priska..

0

Sudah jam 4 pagi hari, mata ini masih susah terpejam..

Nyalang.. Padahal sudah dua film aku lahap..

Pertama adalah Selendang Rocker (film yang gak penting..) yang kunikmati dengan 3 karibku untuk melepas penat setelah berminggu-minggu menyiapkan audit.. yang akhirnya batal. Yang kedua Perempuan Berkalung Sorban.. film lawas yang kupelototi sendiri dengan segelas Moccacino dan berbatang-batang rokok DP. Satu film tentang ketegaran seorang perempuan (baca : wanita) juga kerasnya hati walau masih terbungkus kecengengan dan trauma yang menggambarkan sisi halus perempuan. Benakku pun teringat sosok Mbak X, single parent satu putra, sahabat dari mantan pacar terakhirku (baca: nyo). Teringat cerita nyo tentang kuat dan tegarnya si Mbak X dalam mengarungi hidup..

Ugh.. lupakan dua film tadi juga Mbak X apalagi nyo..Masih tentang perempuan juga sih.. Namun perempuan yang kuanggap malaikat khayalku walau nyata adanya. Kenapa? Karena aku tak ingin mengenalnya lebih dalam.. hanya tahu nama dan memandangnya di sudut gereja Santo Thomas Kelapa Dua. Apa pasal? Karena dia lektris.. pembaca sabda Tuhan saat misa di akhir mingguku.

Namanya Priska.. yang akhirnya kutahu wajahnya mirip dengan nona manisku. Manis orangnya.. selembut suaranya saat membawakan firman-Nya. Sempat tergelitik untuk tahu lebih dalam tentangnya.. Tunangan dokter (semoga bukan dokter hewan).. Punya adik yang tak kalah manis.. dan upz!! Cukup sudah.. aku tak ingin lanjut lagi.. Biarkan kesan manis itu tetap melekat di dirinya.. sebelum tenggelam diselimuti kekurangannya.

Berpura pura dahulu.. Beneran kemudian..

4

top 1

top 2

Apa coba yang sedang terpampang di depanmu?

Akoe dan Si Nona Manis..

0

Kutahu engkau jengah.. Kala kubilang suka padamu..
Itu setelah kau tatap mataku dan kau pegang pundak ini lalu berkata..
‘kakak suka kan ma aku?’
Ingin kuingkar.. Dan berkata tidak, agar menanglah aku di hadapmu.

Namun bening matamu, meruntuhkan egoku.. Tuk sembunyikan rasa itu..
Pelan dan datar kujawab ya aku suka kamu.. Kutangkap binar kecewa di bening matamu. Seolah ingin aku lebih menggelora mengucapkan itu.

Ah nona manis.. Kau tak tahu betapa melompat hatiku mengucapkan itu. Harusnya kau cerna genggam eratku di jemarimu tanda luapan rasa ini..
Betapa kelu lidahku saat kau bilang suka juga padaku..
Bahkan dengan untaian kata ‘aku sayang juga dengan kakak’
Namun ach.. Aku tak mau lebih dari itu..

Aku terlalu takut membawamu dalam duniaku..
Pelan butir air matamu mengumpul di sudut itu dan mengalir pelan..

Membasahi pipimu.. Sepelan kecupanku di keningmu..
Engkau terisak saat kudekap dirimu karena kutahu inginmu lebih dari itu..

Nona manis, kuputuskan tuk jadi kakakmu.. Ku tak ingin ada hati terluka lagi olehku.. Biarkan rasamu dan rasaku terbalut kisah persaudaraan abadi.. Dimana tangan kita kan terpaut tuk hadapi hidup ini. Sungguh.. Kulawan angan tuk memilikimu.. Karena aku pasti akan kehilanganmu.. Jika asmara ini terus menderu..

Malu dijewer? Maka janjilah.. dan buktikanlah..

1

Ada kisah indah di masa putih abu-abuku.. Yeach.. tradisi saat selesai bagi raport. Moga aza temen-temen alumni MABESKOSTA membaca coretan ini

Karena anak kost.. maka biasanya Bapak Kost tercinta atau Ibu kost kami akan datang mewakili orang tua untuk mengambilkan raport. Berdua akan keliling dari kelas ke kelas.. Duduk manis di depan bapak/ibu wali kelas.. Santun mendengarkan segala arahan untuk anak asuhnya (baca: anak kost yang diambilkan raportnya). Kami pun berdiri di depan kelas kami masing-masing udah kayak patung Bali..

Melihat ekspresi Bapak Ibu sungguh luar biasa.. Kadang kening berkerut.. kadang mata terbelalak karena kaget.. atau senyum mengembang karena anak asuhnya membanggakan..

(Tahun-tahun berikutnya Bapak Ibu akan ngambil raport dari yang nilainya jelek.. mungkin biar pulangnya gak ngedumel hehehehe)

Setelah selesai.. Bapak Ibu akan keluar.. mengusap rambut kami.. cium pipi kanan kiri.. atau menepuk pundak dengan rasa bangga.. apapun hasilnya.. Bergegas pulang dengan segala canda itu yang kami lakukan.. Dan.. tradisi itu pun dimulai..

Apoteker kok takut obat?

0

Jiah!!! Kalimat itu keluar dari bibir mungil Carin adik sepupuku Lebaran 2009 kemarin. Kala aku pilek dan gak minum obat.. Bukan takut sayangku.. tapi ngeri..

Trus kok ndak mimik obat? apoteker kok takut obat..

Dalam coretan singkat ini aku cuma mau share bahwa jangan sering-sering minum obat untuk penyakit yang sebetulnya hanya gejala simptomatis.. Misal… pilek, demam, batuk ringan, atau letih lesu. Itu semua akan dan bisa hilang dengan sendirinya.. (definisi simptomatis.red)

Trus gimana dong..

Pertama, kenali dulu penyebabnya.. Misalnya.. karena telat makan, sering begadang, merokok, atau lelah bekerja.. bahkan telat gajian loh.. So obatnya kan istirahat sembari minum vitamin (bukan obat lho..)

Secangkir kopi dan sebatang rokok bersama Bapakku..

2

Pak..
Secangkir kopi sebatang rokok..
Kita mulai obrolan ini..
Aku tahu ku sudah dewasa..

Saatnya ku melangkah lebih lanjut..    Tuk siapkan bahtera rumah tangga..

Pak..
Secangkir kopi dan sebatang rokok mulai kita nikmati..
Keningmu berkerut.. Dan dengan helaan nafas panjang.. Kau mulai urai tanyaku..
Kau awali dengan kisahmu di masa lalu. Ah.. Apa yang ku alami tak ada seujung kuku dari kisah hidupmu.. Engkau begitu kuat dan tangguh.. Dalam kekangan waktu dan sembilu..
Pak.. Aku kagum dan bangga padamu.

Secangkir kopi dan setengah batang rokok tlah kita nikmati..
Kau pegang pundakku dan tatap mataku.. Seolah berkata ‘nak, kamu bisa lebih dariku.. Tergantung tekad dan usahamu’.. Lalu kau menepuk pipiku tiga kali.. Seolah aku tlah mengucap satu janji..

Menikah dan Karamel di mata Ibuku

0

Mas.. Ubannya kok tambah banyak..??

Duar! Kalimat yg lembut terucap dari Ibu seolah menyudutkanku.. Mengingatkan 2 digit usiaku.. ‘salah shampoo bu..‘ kelitku ringan.

Ringan? Kata siapa.. Karena kelu juga aku menjawabnya. Sambil tersenyum Ibu merapikan adonan karamel yg terakhir..

Ibu pingin cepat momong cucu?

Pertanyaan klasik tiba2 terlontar sambilku menuang adonan karamel ke loyang..

Ibu tersenyum.. Dia mengelap hidung dan rambutku yang coklat karena adonan nyasar. Beliau pun mulai bertutur..

Menikahi seorang wanita.. Salah satunya bisa diumpamakan dengan membuat karamel. Ada takaran yang jelas.. Ada feel yang diutamakan.. Ada waktu penyiapan.. Dan sdikit keberuntungan agar karamelnya enak dan tidak keras.. Unsur hati harus kau utamakan di dalamnya..

Rumput tetangga jauh lebih hijau dari rumput di halaman sendiri.. Tapi???

0

Yupz.. pasti tahu dong ungkapan di atas. Di sela kejahilanku.. ada pengalaman unik yang akan kuceritakan

Alkisah ada sahabat Paino and Paijo yang sobatan kentel banget..Paino lebih tua dari Paijo sehingga sering menjadi tempat curhat Paijo atau sumber nasehat walau kadang kadang atau lebih seringnya gak jelas juga..

Betewe.. tau kan jenis kelamin mereka dilihat dari namanya? (nggak penting.red)

Suatu malam, Paino mau ketemuan ma Painem (padahal sebenarnya Paino dah punya Paijem). Agar tidak dirasuki setan diajaklah Paijo untuk menemaninya walau di kemudian hari Paijo ternyata lebih setan dari setannya sendiri hehehe…

Mandi jebyar jebyur.. minyak wangi srooooott.. (padahal pewangi ruangan), ngaca bentar dan nangkringlah Paino plus Paijo di atas motor butut yang suaranya seperti mesin jahit.

Tancap kita bro….. hunting.. and hunting… Painem.. Paini...

Arti sebuah Kemerdekaan.. bagi diri kita pribadi..

0

“Tujuh belas Agustus tahun empat lima..

Itulah hari kemerdekaan kita..

Hari merdeka nusa dan bangsa..

Hari lahirnya bangsa Indonesia.. Mer..de..ka..“

Sayup-sayup kudengar lagu mars perjuangan itu di radio yang ternyata aku nyalakan di bawah alam sadarku (maklum insomnia sejati..). Tapi kapan aku menghidupkannya ya..?? Hust.. jadi merinding bulu kuduk awak.. Well.. 64 tahun yang lalu tanah air tercintaku ini merdeka.. Lepas dari belenggu penjajahan bangsa lain utamanya Belanda dan sekutunya serta Jepang si saudara tua.

Lepas dari pengeksploitasian segala sumber daya di negeri ini..  ya alamnya… ya manusianya.. ( kerja rodi, romusha, jugun ianfu) hingga kering kerontang bangsaku ini. Walau ada politik balas budi sebagai ganti rugi, tetap saja tak mampu menghapus sejarah kelam yang mencoreng wajah ibu pertiwi. Mungkin kalau ganti untung akan lebih manusiawi ya…

hik3x.. lebih tua dari akyu and Dentha...
hik3x.. lebih tua dari akyu and Dentha…

MUST READ

Syukuri.. Apa yang Tuhan anugerahkan padamu..

0
Senja, 29 Agustus 2010, di sebuah rumah sakit swasta di daerah Depok, seorang dokter wanita muda nan elok menghadapi pasiennya, seorang pekerja pabrik yang...