Bacalah Aku dalam Bimbangku..
Aku tahu ini sulit, lebih sulit dari sekedar mengetik coretan ini..
Butuh satu niat luar biasa dan kesediaan tuk merenung dan memahami..
Jika aku menginginkanmu berada di posisi yang kumau..
Aku tahu ini sulit, lebih sulit dari sekedar mengetik coretan ini..
Butuh satu niat luar biasa dan kesediaan tuk merenung dan memahami..
Jika aku menginginkanmu berada di posisi yang kumau..
(terinspirasi dari pagi ini, dimana SMS dan Telepon sahabatnya, memberitahuku bahwa dia tlah berpunya..)
Sampai detik ini kadang saya masih bercanda dengan sahabat bahwa yang paling mudah untuk dapat pacar adalah mencintai pasangan orang lain. Kenapa? karena saingannya cuma satu.. ya pacarnya orang yang kita taksir. Coba kalau kita mencintai seorang single, cantik/tampan, tajir, baik hati, dsb.. Pasti banyak saingannya bukan? Dan ada kompetisi di dalamnya.. Guyonan ini kerap kubawa dalam pergaulanku, celakanya kadang diterapkan dan dicontohpula oleh beberapa sahabatku. It’s just a joke friend..
Namun tahukah dan percayakah Anda bahwa itu SALAH? jika sampai tahap MENCINTAI tentu tidaaaak.. Karena cinta itu universal dan bisa ke siapa saja, ssst.. itu HAK ASASI. Tapi jika sampai MEMILIKI? Wooo.. tidak bisssaaa… Itu salah sahabat.. Ada separuh hati yang akan terluka karenanya. Betul!! hati seseorang yang sudah lebih dulu memiliki dia yang kita miliki sekarang.
Percayakah dirimu akan KARMA? Jika belum dan tidak mau percaya, anggaplah sebagai KUASA ILAHI jika nantinya suatu saat dirimu berada di posisi seseorang yang tersakiti itu. Bahkan mungkin tak hanya hati, tapi separuh, atau sepenuh hidupmu akan terluka karenanya. Sakit bukan? jika masih belum cukup menyadarkanmu, hal itu bisa terjadi di keluargamu, saudaramu, bahkan anak cucumu kelak. Masih tetap belum percaya KARMA? OK tak apa, anggaplah sebagai siklus kehidupan yang akan berputar di sepanjang hidupmu hingga ajal menjemput.
Sahabat..
Ngotot banget ya kayaknya aku tentang hal ini, semua karena aku sudah merasakannya, lihat lagi coretanku tentang ini. Sekali aku jatuh cinta dan memiliki pasangan orang lain, dan itu tak sengaja karena sudah bertahun-tahun ku setia pada pantangan keempatku. Dan memang harus kulepaskan, tak lagi kuperjuangkan.. Aku tahu dia terluka karena ku melepasnya dan seolah tak mencintainya lagi. Aku tak peduli sepanjang hidupnya dia akan menilaiku sebagai si lemah, karena begitu saja melihatnya berlalu dengan pasangannya. Tapi aku lebih tenang karena seseorang yang memilikinya lebih dulu dariku tidak lagi tersakiti. Biarlah aku disebut pecundang oleh banyak kawan, daripada aku hina di depan penilai dan pemuja agungnya cinta. Biarlah rasa itu menguap terbawa angin pagi, daripada mengendap membunuh nurani.
Sahabat..
Bangun.. dan sadarlah, hiduplah dalam kompetisi (paragraf pertama coretan ini).. Nikmati ritmenya seperti degupan jantungmu. Jikalau kalahpun.. kepalamu masih tegak, tak lagi tertunduk malu. Karena setiap pertandingan pasti ada juaranya. Andai bukan sekarang, pasti nanti.. kelak.. kita jua yang jadi pemenang. Masih banyak target dan buruan yang bisa dicari, daripada mengais sebentuk hati yang tak lagi sendiri. Jangan coba untuk mencintai.. apalagi memiliki pasangan orang lain.. Tuhan memberkati..
(coretan ini universal, untuk segala jenis kelamin asal manusia, tidak untuk menyindir atau melukai, hanya sebuah ajakan tuk berprinsip dalam hidup)
Pufft! Peluh membasahi kaosku saat kulangkahkan kaki menuruni bus Agra Mas, yang mengantarku dari Pasar Rebo ke Plaza Serpong.. Saat mau menjenguk pasienku yang sudah dibawa pulang ke rumah. Tengok kanan kiri, dan langsung naek jembatan penyeberangan yang begitu sepi di sore itu, kira-kira pukul lima lebih seperempat. Turun dari jembatan, mataku langsung liar memilih ojek yang akan mengantarku sampai ke rumah si Om. Hap! Dapat, seorang bapak tua dengan helm kuning tak berkaca dan jaket hijau lusuhnya..
“Pakujaya Pak, berapa?” tanyaku membuka transaksi
“Sepuluh ribu dek..” jawabnya pasti..
weitz.. mau meres guwe nich“Tujuh ribu dech..”
“Tambahin seribu ya..” pintanya..
“Berangkaaadddd…” aku mengamininya..
Entah mata ini kenapa tak mau terpejam.. Padahal sudah jatuh kelopak mata dan sudah lelah raga ini. Masih saja kepikiran Om yang sedang tergolek di rumah sakit karena DBD, lekas sembuh ya bro.. Get wel sun.. orang bule berkate..
Letusan demi ketusan kembang api penanda IMLEK (akan kutulis di coretan yang lain) pun rasanya makin menambah keengganan diri tuk segera meradu. Ternyata jemari dan otakku lebih memilih tuk menari dan berputar dengan cepat di my luph Aspire.. Ya sudah lah.. Let’s gets it on..
Another classic question setelah kapan menikah? bagiku adalah tipe wanita seperti apa pendampingmu? Well jawabnya dulu mungkin termuat dalam notesku di FB dengan judul Kenapa kau mencintaiku?.. Atau beberapa hari yang lalu jawabannya bisa berupa deretan list sifat-sifat wanita sesuai inginku.. Namun malam ini semuanya berubah, saat kurenungkan lagi kalimat demi kalimat di list komentar atas wall foto si Ncuz sahabatku yang dengan semena-mena memasang foto ganteng adik semata wayangnya, dan deretan kalimat di dalam sms antara kami.
Saat menyelesaikan coretanku yang lain, letusan kembang api mulai terdengar, Ough.. rupanya IMLEK datang lagi. Kali ini tahun Kelinci yang menaungi. Hemh. Kuhirup nafas panjang mengingat selembar e-ticket yang kubatalkan di minggu ini untuk menikmati IMLEK di BORNEO, padahal dapat harga tiket pesawat promo dari sahabat yang super duper murah.. Tapi karena keluarga, semuanya dengan rela aku korbankan. Aku bisa mencoba lagi di tahun depan bukan?
Iseng iseng coba kuintip ramalan shioku di tahun ini, dan cuplikannya adalah sebagai berikut :
Awal tahun, Babi mendapat banyak rejeki. Dan bagi mereka yang belum punya pekerjaan, mereka akan mendapat pekerjaan yang baik.
Di tahun 2011, Babi termasuk salah satu shio yang beruntung dalam hal karir dan cinta. Di pertengahan tahun, peruntungan ini semakin besar. Sayangnya mereka akan menghadapi sedikit pertikaian dengan Monyet dan Ular. (dikutip dari www.carazone.net)Anda sebaiknya menunda investasi besar. Jangan ceroboh, gunakan perasaan dan ketenangan dalam menganalisa kondisi pasar. Jauhi sikap tempramen dan ajak staf untuk bersama-sama melawan orang-orang jahat. Lawan musuh yang kuat dengan cara-cara yang lebih cerdik.
Kelelahan dapat menyebabkan Anda sakit, akan memperlambat langkah anda selanjutnya. Maka bergembira dan berbahagialah dan kerjakan pekerjaan Anda perlahan-lahan.
Keberuntungan Anda kurang bagus dan pendapatan Anda sedikit menurun. Jaga keseimbangannya dengan mengontrol pengeluaran. Menabunglah selama Anda mampu menabung, jauhi pinjaman dan hati-hati penggunaan kartu kredit. (dikutip dari www.gemintang.com)
Plup! Whuaaa… Kulihat dahimu mengerut dan rasa tak percaya hinggap saat kau baca judul tulisanku ini.. Tenang sahabat.. mana ada sih pemimpin hebat yang bersifat seperti itu.. Itu hanya akronim buatanku saja..
Awal untuk menulis ini diilhami oleh beberapa anak buahku.. yang dari nothing jadi something, walaupun tidak di kerjaan, tapi di lingkungan pergaulannya, menjadi pemimpin untuk komunitas tertentu, entah team touring, team futsal, atau karang taruna. Hanya sebuah pesan untuknya, selain mengingatkan diriku sendiri.. bagaimana untuk menjadi pemimpin yang mendekati sempurna. Ingat, kesempurnaan hanya milikNya dan kekurangan adalah milik manusia..
Bismillah.. kuawali penjabaran akronimku di atas.. SELALU EGOIS..
Sahabat..
Mencintai berarti merelakan hati, rasa, masa, kasih, dan kadang segala yang kita punya untuk sesuatu hal ataupun untuk sesama kita. Jika mencintai itu tulus dan tanpa batas.. artinya tak harap tuk berbalas bahkan tak enggan walau kadang beroleh cela atau hal yang menyakitkan. Semoga kisahku ini menginspirasimu untuk lebih bisa mencintai dengan tulus dan tanpa batas, orang-orang di sekelilingmu dalam langkah kecil hidup kita ini..
Entah karena hampir sebulan berkutat dengan persiapan audit, penilaian karyawan, persiapan turnamen futsal, dan adanya tamu dari jajaran management tertinggi di pabrikku.. Ditambah basah kuyup kehujanan sore ini, rasanya membuat otakku mulai tidak waras sahabat.. Dan akhirnya keluarlah notes yang rasanya akan mengundang kontroversi walau inginku suatu pembenaran (hahahaha..)
Minggu yang lalu, secara tak sengaja aku terdampar di komunitas Sekolah Bina Iman di bilangan Cileduk. Hampir tak percaya karena akhirnya aku mendampingi rombongan dimana adik sepupuku adalah salah satu dari sekian anak SBI tersebut. Dan di pagi yang cukup cerah tersebut.. Tralalala… kami meluncur ke satu tempat di Jakarta, apa coba?
