Home Blog Page 20

Akoe dan si Korek Merah, sahabat lama yang sangat setia..

0

Sore ini kembali ku kehilangan korek api untuk menyalakan si rokok DP. Pasti karena kepikunanku yang makin parah duech. Mulut semakin asem rasanya jika harus menghabiskan menit demi menit menanti teman yang mempunyai korek. Tapi ah.. aku ingat sesuatu. Kubuka kardus ajaib alas si hitam manis Aspire.. dan huuuplaa.. nemu juga si korek merah yang dulu setia menantiku di toilet. Kali ini dia naik pangkat dengan menantiku di dalam kardus ajaib, yang tentu saja akan segera pindah ke atas lemari di kamar mess yang ber-AC. Dingin memang, sama dengan kondisi toilet tempatnya yang dulu.. tapi yang ini lebih wangi lah.. hehehe. Makasih ya si merah.. Moga kita selalu setia bersama sampai akhir usiamu (kalau habis isi gasmu) atau usiaku (jangan kali ye.. belum nikah ini).

Sahabat.. kadang kala kita melupakan sahabat demi sahabat kita.. Bukan disengaja memang, karena seiring waktu kita juga bertambah sahabat.. Aku dan kamu barangkali pernah kangen akan sahabat lama yang benar-benar lama tidak bersua. Atau justru kita yang dikangeni karena kita yang usil, ambegan, ngeyel, cerewet, ngebanyol, kentutan (masak iya?), atau sifat sifat kita yang lain. Wajar memang, karena seorang sahabat mengerti akan apa yang diperlukan partnernya. Bisa tersenyum menghibur walau hatinya sedang remuk. Menangis tersedu walau sebenarnya itu empati buat kita. Yang jelas.. seperti coretanku sebelumnya.. Sahabat adalah untuk selamanya.

Sore ini, siapakah sahabat sedang yang kau kangeni?

Bagaimana Jika Kita Harus Menentukan Nasib Orang Lain?

2

Sore ini terasa cerah dari biasanya, maklum hari ini dibagikan insentif lemburan, bisa buat tambahan biaya hidup di mess pabrik nich. Tapi lepas dari itu, aku dapat jatah untuk mewawancarai beberapa pelamar yang akan bekerja di bawah supervisiku. Bukan pengalaman yang pertama memang, tapi tetap penting bagiku karena aku harus menentukan nasib orang lain. Yach nasib sesamaku tentunya..

Sahabat.. tak usah kuceritakan bagaimana jalannya wawancara sebab aku yakin di antara kalian ada yang jauh lebih berpengalaman bahkan ahli di bidang yang satu ini. Aku hanya ingin mengajak sejenak berpikir tentang ‘sesuatu’ di balik sebuah proses wawancara. Sesuatu yang kiranya menggelitikku untuk bertanya padamu, bagaimana jika kamu harus menentukan nasib orang lain?

Semangat Pagi!! Tak Peduli Kapanpun Itu..

0

Semangat Pagi!! Yah.. dua kata yang membahana sewaktu salah satu dosenku yang mengajar Farmasi Perapotekan dulu memasuki ruangan kuliah. Beliau yang juga praktisi di bidang Komunitas (baca : apotek), selalu kuingat jika aku mengalami kendala dalam melaksanakan pekerjaanku sehari-hari. Setiap mengucapkan mantra itu, rasanya bulu kuduk berdiri dan otak bekerja lebih keras untuk menuntaskan semua permasalahan yang ada. Rasanya darah mengalir cepat dan membuat tubuh segar kembali setelah lunglai karena diterjang hambatan silih berganti.

Kenapa harus pagi? kenapa tidak semangat siang atau malam?

Nonton TV atau Ditonton TV??

0

Dua hari yang lalu adalah saatnya babak penyisihan grup Liga Champions. Sebagai penggemar bola tentu saja aku tidak akan melewatkan kesempatan untuk melihat aksi kelas dunia tersaji di layar kaca. Apalagi aku bekerja di shift siang dimana jika pulang lebih lambat, akan tepat jamnya dengan waktu pertandingan yang kutunggu (pikirku saat itu..). Namun apa mau dikata.. di hari pertama, aku sukses tertidur bahkan dengan posisi duduk di depan TV sehingga temanku terpingkal-pingkal. Hari kedua lebih parah, walau aku sudah mandi malam (biar badan lebih segar menurutku), aku tetap saja tertidur di depan TV dengan posisi memegang secangkir kopi yang kumaksudkan untuk mengganjal kantuk. Huaaa.. kelewatan nich.. Aku nonton TV atau ditonton TV?

Sobekan koran pembungkus bumbu dapur..

0

Menunggu masuk kerja di shift kedua hari ini, aku merapikan kamar messku dalam balutan dingin AC yang setia menyala sedari pagi tadi. Maklum area Serang yang panas memaksaku untuk sok elit dengan menyalakan pendingin ruangan tersebut, kalau malem mah dimatiin karena takut enter the wind.. hah, katroks abess. Sasaran pertama adalah ranjang tidur, lalu kolongnya, dan rak buku.. Ini bagian yang agak sulit karena banyak yang harus ditata ulang. Mulai dari buku, bungkusan rokok, alat tulis, dan tetek bengek lainnya hingga sobekan memo dan kertas yang tidak terpakai.

 

Ikut.. Nggak.. Ikut.. Nggak.. Ikut aja ah.. Nggak Ada Ruginya To?

7

Sore masih menyergap di sudut kawasan industri tempatku berburu rupiah.. Hujan baru saja turun dan menambah kenikmatanku menikmati secangkir teh manis dan rokok DP plus suara jemariku menari di laptop kesayangan. Iseng melihat lagi pesan-pesan di inbox akun sosialku dan juga sms dari beberapa sahabat, eh.. ada yang usil menantang keberanianku. Keberanian? ya.. berani untuk mencoba mewujudkan keinginan (kalau aku bilang impian kayaknya kok lebay..) untuk ‘membukukan’ blog sederhanaku..  Selama ini masih pusing dan bingung eh dari beberapa pesan yang kubaca beberapa menyarankan untuk mengikuti suatu lomba dari salah satu penerbit yang biasa memasarkan buku-buku secara online.

Yesterday.. Today.. dan Tomorrow

2

Masih sepet mata ini abis jadi kalong.. Tapi karena ‘japri’ si malaikat kecil.. Tertarik untuk mengunggahnya dalam notes ini.. Hanya berawal dari deretan aksara “Ooo…”

Kalo huruf O mewakili OPPORTUNITY = kesempatan.
Maka……

YESTERDAY tdk ada huruf “O” = Kemarin sudah tidak ada kesempatan lagi.
TODAY ada 1 huruf “O” = hari ini ada 1 kesempatan.
TOMORROW ada 3 huruf O = Besok ada banyak kesempatan.

Maka tetaplah semangat, selalu ada kesempatan untuk menjadi lebih baik.
Di dalam hidup ini,semua ada waktunya.

Jangan pernah merasa ”paling” tahu.. dan ”paling” yang lainnya..

2

Weekend kemarin ini sangat mengesankan bagiku, mulai dari bisa ke kost lama untuk sungkem Idul Fitri sama Ibu Kost, njenguk Oma yang sedang sakit, PS bareng teman-teman, dan ngumpul bersama teman-teman dari perusahaanku dahulu, di sebuah warung lesehan di bilangan Lapan Kalisari. Semuanya mengalir begitu saja dan menambah semarak hidupku di weekend ini. Tapi namanya waktu, dia terus berjalan tanpa pernah ada kata berhenti sehingga hanya seharipun aku sudah kembali ke Serang untuk bekerja.

Perjalanan balik ke tempat kerja tentunya kulalui dengan mobilku yang senantiasa hilir mudik di depan kost-an. Ada yang nomor 37 dan 41..semuanya warnanya biru, walau takkan pernah diakui orang sebagai milikku.. soalnya itu angkot sich.. Keluar dari gerbang MabeskosmaR (Markas Besar Kost Maryam) hari sudah menjelang siang. Aku dapat angkot yang lumaan padat tapi karena mungilnya tubuhku, dengan mudahnya aku nyelip dan mendapatkan tempat dudukku. Aku duduk di depan seorang bapak dan pemuda yang kuduga ponakannya sebab sering memanggil ”lek” pada si bapak (lek : paklek, sebutan paman dalam bahasa Jawa). Dan isi coretan ini berawal dari sini..

Berawal dari Sandal.. Bermuara ke Ikhlas..

6

Agak ragu untuk menulis coretan kali ini karena hanya hal yang tak terlalu penting awalnya. Namun setelah melalui permenungan ”iseng” selama semalam maka ada pula pelajaran yang bisa kupetik dari sebuah sandal. Ya.. sandal kesayanganku yang telah menemaniku saat nge-bolang mulai dari Pangandaran dan Cijulang, Borneo Island dari Pontianak sampai ke Singkawang, serta serunya touring di Ujung Genteng Beach. Hanya sebuah sandal yang kubeli secara tak sengaja karena budget untuk beli sepatu tidak cukup padahal hampir seluruh pajangan di rak sebuah toko kuminta diturunkan oleh si mbak pelayan dan kucoba satu persatu. Tapi sandal itu.. ternyata mampu memberi satu pelajaran baru bagi hidupku..

sandal kesayangan..

Kamu itu ya.. Dirimu sendiri…

3

Malam ini aku termenung setelah melihat tayangan sekilas mengenai pabrik tempatku bekerja di sebuah stasiun televisi swasta. Terngiang beberapa pertanyaan dari kawan-kawan seperjuangan yang hampir dimulai dengan kata tanya kenapa, mengapa, kapan, bagaimana, hingga dapat berapa. Alunan pertanyaan yang seolah memiliki irama senada selalu terlontar dari mereka. Tentu tidak semua tanya kan berjawab.. biarlah beberapa menjadi privasiku bukan? Ya itulah aku… itulah keputusanku..

http://androidship.wordpress.com

Aku teringat juga beberapa idiom mengenai diri kita.. Misal.. you are what you eat, you are what you wear, dan sebagainya. Tapi bagiku.. kamu itu ya.. dirimu sendiri. Lengkap dengan semua kelebihan yang membuat orang segan, respek, hingga berdecak kagum. Juga kelemahanmu yang sering membuat kening orang berkerut, marah-marah, sakit hati, atau parahnya dendam sepanjang hidup.

MUST READ

#19 My First Stress

0
Dalam beberapa blog pribadi mungkin akan ditemukan cerita seseorang tentang ciuman pertamanya, pacar atau kencan pertama. Tapi dalam coretan setelah vakum lama ini, aku...

Pelajaran dari Shelo