Home Blog Page 19

How Amazing.. Dari Film Shaun The Sheep..

0

Masih kulirik balasan komentar dari si ahli perspektif sederhana itu.. Sedikit heran, geli, tak percaya, tapi kagum membaca kalimatnya bahwa rating blog-nya meningkat karena menulis tentang Shaun The Sheep. Satu film animasi yang ternyata cukup digemari sekarang ini walau aku lebih suka Oscar Oasis. Itupun kulakukan saat kerja di shift pagi atau malam dan mungkin hanya sekali dalam seminggu. Nggak tahu kenapa, akhir-akhir ini jarang sekali kupelototi acara televisi. Bahkan di coretan sebelumnya kutuliskan bahwa aku bisa tertidur saat menonton bola. Hahaha.. mungkin karena dulu media massa yang satu ini selalu nangkring di sudut kamar dan sekarang hanya ada di ruang tamu mess-ku.

Shaun The Sheep hanyalah kumpulan kambing! menurutku waktu itu.. Tapi ketika iseng searching di Om Google mencari tulisan tentang film ini, walaaah.. amazing!! banyak amat nyak.. Mulai dari tokoh Shaun, Bitzer, Timmy, Shirley, Pidsley, Pak Tani dan banyak lagi yang dikupas tuntas tas.. (bukan iklan looh..). Semua memiliki karakter yang unik dan menjadikan film ini menarik untuk ditonton.

Aku Tetap Mencintaimu.. Walau Kau Memakai Kerudungmu

2

Mendung menyapa kawasan Jogja di sore itu, Leu bergegas mengambil helm di kamar kostnya sebab sore ini dia berencana untuk mengajak Tika, pacarnya, untuk beribadah di gereja. Malam Minggu pertama setelah mereka jadian dua minggu yang lalu, rasanya bisa menjadi penawar rindu Leu karena biasanya Tika melewatkan malam Minggu di rumahnya nun jauh di utara kota Solo. Ketika mulai menyalakan mesin motor bebeknya yang seharian nggendon di garasi kost, hujan mulai turun. Tapi Leu tak peduli, dia menggulung celana jeans-nya, mengenakan jas hujan, dan bruuum.. Si bebek nan tak takut becek melaju membelah jalanan menuju kost sang pujaan hati. Maklum, penunggangnya sudah seminggu tak bertemu kekasihnya.

Sepi sekali kost Tika sore itu, sebab semua penghuninya pulang kampung, sepertinya untuk perbaikan gizi.. hahaha.. Leu pun tiba di saat hujan yang semakin deras mulai menipiskan keinginannya untuk ke gereja, tokh masih ada hari Minggu, pikir Leu dalam hati. Setelah si bebek terpakir manis di garasi kost Tika yang melompong, cowok usia 20-an tahun itupun menuju kamar kekasihnya. Tetapi ah..

Leu tertegun di pintu kamar Tika dan termangu kala melihat kekasihnya tengah bersembahyang. Waktu memang menunjukkan saat Maghrib kala itu. Tika pun terkejut dengan kedatangan Leu sebab pikirnya akan diapelin menjelang makan malam (baca : jam tujuh petang). Mereka lama sekali bertatapan tanpa bicara dan hanya mata saja yang seolah saling menyapa karena rindu setelah seminggu tak bertemu.

gambar dikutip dari http://adityaprabhaswara.blogspot.com/

Bagaimana Rasanya Menjadi Tulang Punggung Keluarga..??

6

Gemetar rasanya jemari ini saat memulai coretan kali ini.. Di tengah pergantian hari ke Jumat lagi yang kali ini terasa lebih cepat, hentakan tutsku pun justru melambat karena ada rasa yang berbeda kali ini. Jujur.. sebenarnya kemarin ingin kutulis coretan ini. Tapi aku masih belum mampu.. seperti ketidakmampuanku untuk menjadi sesuatu yang kujadikan judul coretan ini. Semuanya berawal dari dua kejadian kecil yang kualami di hari kemarin..

Pertama.. Kala satu undangan syukuran dari salah satu leader bawahanku atas pembangunan rumah yang hampir selesai. Sebagai atasan dan sebagai sahabat, walau hujan masih gerimis, aku antusias untuk menghadiri undangan itu. Dalam sekejap, saat memasuki ruang tamu, dinginnya sore itu langsung berganti dengan kehangatan canda tawa diselingi cemilan kue dan tentu saja kepulan asap rokok. Menjelang Maghrib.. acara yang ditunggu pun dimulai yaitu.. makan-makan, hemh.. maknyuss pokoknya. Abis itu? Biasa.. SMP eh udah gede.. SMK ah.. Sudah Makan Kabuuur..

Kedua, saat BBM-an dengan si bontot di Jogja.. Yang akan melaksanakan Kunjungan Industrinya ke beberapa di tempat di pulau Jawa dengan biaya yang tak sedikit tentunya di akhir bulan depan. Mau minta ortu, hemh.. sedang ada project di rumah Lampung (nanti akan kutuliskan di coretan lain setelah project itu selesai). “Bapak menanggapi dengan dingin.. saat aku cerita tentang rencana kunjungan industriku.. ” ujar si bontot via deretan abjad di pesannya malam itu.

Hanya dua peristiwa memang, tetapi mampu menghempaskanku ke titik paling bawah dalam hidupku, yakni suatu kebelumberhasilan.. Aku tahu penghasilan leaderku, dan entah bagaimana caranya dengan posisi sebagai pencari nafkah tunggal, dia bisa membangun rumah pribadi dan hal ini belum bisa kulakukan. Bahkan saat aku sendiri.. Saat belum banyak pengeluaran untuk keluarga. Tabungan saja aku tak punya.. Hemh.. Dia begitu luar biasa menurutku. Dengan penghasilannya sendiri mampu membangun ‘istana‘ untuk keluarga kecilnya. Tempat bernaung dan bercengkerama dengan mantan pacar (baca : isteri) dan buah hatinya..

Sedangkan aku.. Menanggapi ‘pancingan‘ si bungsu pun aku masih menunggu saldoku di bulan depan. Tidak serta merta mengiyakan.. Ternyata aku belum mampu untuk menjadi tulang punggung keluarga seperti leaderku. Rasanya perih memang mendengar si bungsu akan menjual salah satu atau salah dua di antara Venice, Beatrix, atau Marco.. Padahal dia telah jatuh cinta kepada mereka..

Berkat Ngeblog.. Aku Mengubah Beberapa Orang di Sekelilingku..

0

Siang yang cerah tadi tak secerah hatiku.. Banyak pekerjaan yang menumpuk dan tuntutan target untuk tutup closing pabrikku bulan ini. Satu sms kecil dari adik tingkatku sesama blogger menggelitikku untuk membuka alamat ONOFFID.org yang katanya ada kompetisi nge-blog. Di sela pekerjaan kusempatkan membuka situs yang dimaksud dengan handheldku. Senyum tersungging waktu itu.. Bepikir sore setelah kerja aku akan mencoba menulis blog untuk berpartisipasi..

Hujan di siang itu, banyaknya arahan untuk ini itu, dan meeting di akhir shift kerjaku membuat ragaku terforsir dan tubuh pun lunglai. Akhirnya.. aku sukses tertidur sepulang kerja sampai menjelang pergantian hari.. Alamak… Telat Saya…

Tapi bukan tipeku untuk menyerah.. Dan tak pernah terpintas dalam benakku untuk mencari hadiah.. Aku hanya ingin berbagi wawasan lewat coretanku di blog sederhana ini. Kenapa? karena aku percaya bahwa dengan saling berbagi, kita akan lebih melengkapi dan memperkaya diri dengan pelajaran hidup yang sangat kita butuhkan di dunia yang makin dinamis ini..

Blog ini sungguh sederhana dan coretan di dalamnya kadang ngawur adanya. Namun tak kusangka.. beberapa coretanku telah mengubah hidup yang membacanya ke arah yang lebih baik. Padahal aku hanya mencoba menarik permenungan dari kejadian sehari-hari yang begitu mudah kujumpai dalam tiap detik pergulatan hidupku.

Ambil contoh kisah seorang bapak yang luar biasa, yang terlihat apa adanya tapi mampu menjelaskan persoalan mengenai bahan kimia dalam minuman dengan bahasa yang mudah dipahami anaknya. Ada temanku, single parent, seorang lelaki yang ditinggal pergi istrinya, menjadi merubah kebiasaan keras kepada buah hati yang hak asuhnya dia menangkan. Dia menjadi rajin membaca buku dan buka internet hanya untuk mengimbangi perkembangan si kecil yang semakin ingin tahu. Padahal sebelumnya, setiap pertanyaan yang mulai ‘mengejar selalu Ia tangkis dengan bentakan ‘Nanya mulu! anak kecil aja mau sok tau!‘ Ah.. Indahnya berbagi..

Di kisah-kisah lain mengenai bagaimana cara kita menjadi pemimpin, bawahanku ternyata membacanya. Dan blog ini ternyata menjadi sebuah training online untuknya, untuk lebih bersikap dewasa dan berkarakter dalam memimpin groupnya. Sungguh, menjadi satu lelehan air mata saat Ia mengungkapkan bagaimana untuk sabar, mengayomi, melayani, dan sebagainya.. dalam sebuah kesempatan briefing dan aku tahu pasti itu adalah isi dari coretan-coretanku.

Yach.. Sahabat.. Hanya sedikit memang, belum sebesar pengaruh blog lain bagi kehidupan pembacanya. Tapi aku malam ini menjadi lebih bersemangat, karena dengan ngeblog di coretan si bocah rantau.. aku bisa mengubah beberapa orang di sekitarku.. menjadi lebih baik dari semula.. Tetap Semangat bagi yang nge-blog.. dan Selamat Hari Blogger Nasional..

Belajar dari Kejadian Toilet… Bahwa Yang Besar.. Selalu Berawal Dari Yang Kecil dan Sederhana..

2

Pagi mulai menyapaku hari ini melalui keinginan untuk buang air kecil yang membuatku harus terbangun dan ngibrit ke kamar mandi hingga lupa mengunci pintu toilet. Alhasil di tengah ‘perjuangan’ tiba-tiba harus panik menahan dan mengunci pintu karena terdengar derit putaran engsel yang menandakan ada orang lain yang akan menggunakan kamar kecil tersebut. Ah.. dasar pelupa.. Namun walau pelupa, aku mengambil hikmah bahwa kita tidak boleh mengabaikan hal-hal yang menurut kita sepele dan tidak ada artinya karena itu  akan menjadi dasar bagaimana kita menyikapi hal besar yang harus kita hadapi. Kejadian di toilet pasti akan berujung malu jika toilet berhasil dibuka dan orang lain melihatku sedang curhat (nguCURin yang HAngaT..). Ini sama dengan kehidupan, dimana orang harus bisa menjaga rahasia agar tidak dipermalukan atau tanpa sengaja mempermalukan orang lain..

Aku jadi teringat pula bagaimana  tatacara penggunaan sarung tangan karet untuk produksiku dikoreksi. Untuk memperoleh sarung tangan baru, seorang operator harus menukarnya dengan sarung tangan bekas yang dia pakai sebelumnya. Awalnya aku sedikit protes, berapa sih harga sepasang sarung tangan bekas? Tapi ternyata ada makna dibalik semua itu.. Dengan menukar perlengkapan bekas, berarti  ada rekonsiliasi atau penghitungan kembali atas modal yang dikeluarkan perusahaan. Menariknya.. jika sarung tangan saja hilang tak berbekas, bagaimana kita bisa dipercaya  untuk hal-hal yang lebih berharga lainnya? Sungguh.. ternyata yang bernilai.. bisa berawal dari yang menurutku tak bernilai dan sederhana..

Ayo belajar menjadi Pemimpin 5M…

0

Hujan baru saja menyergap kawasan kerjaku kala pergantian hari. Ditemani secangkir kopi moccacino yang masih hangat sehangat otakku. Entah kenapa terkenang satu SMS dari leader bawahanku di suatu siang..

“Menurut Pak Dian, gimana kinerja saya di mata bapak, dimana letak kekurangan saya? Walau saya sadar  masih banyak kekurangan..”

Satu SMS yang cukup menggugah rasaku karena baru sehari kuadakan briefing tentang arti sebuah keterbukaan kepada leaderku. Dan leader yang satu ini cukup cepat merespon tawaranku dengan inisiatifnya sendiri. Kami pun berbalas pesan dan kuselipkan beberapa arahan di dalam setiap balasanku. Kubuka kembali deretan SMS berbalas itu dan aku menghela nafas karena dalam satu pesanku aku menuliskan mengenai kriteria pemimpin menurutku sendiri yaitu Pemimpin 5M..

Menurut pikiran ngawurku, seorang pemimpin yang baik memiliki ciri 5M dalam kesehariannya.. Apa sajakah itu?

Akoe dan Operatorku : Kok Kerja Terus Sih Pak.. Kapan Hepi nya???..

4

Judul coretanku di atas sering sekali kudengar, terutama akhir-akhir ini, dari beberapa bawahan dan operator di departemenku. Ya cewek.. ya cowok.. Yang muda maupun tua.. Sambil senyam senyum meledekku karena saking getolnya kerja, kadang sudah jam pulang pun aku masih terlihat mondar-mandir di lingkup area kerjaku (catat : kadang memang benar cuma mondar-mandir kok! haha). Atau tak jarang melihatku masih berkutat di depan laptop walau sudah pulang ke mess yang letaknya sepelemparan batu dari area pabrik. Padahal bagiku semua wajar.. karena kadang aku juga bisa pulang kerja langsung tepar atau berangkat dan pulang tepat waktu.. Ah jangan-jangan mereka terlalu lebay..

Pernah suatu sore, kurenungkan kalimat itu, mencoba iseng aja dengan deretan kata yang sebenarnya ambigu antara mengajak, meledek, memuji, mengingatkan? ah entahlah..  Yang jelas butuh beberapa batang rokok DP untuk membuahkan ide mencoretkan ini dalam blog yang sederhana ini. Hanya berpulang.. kembali.. ke tiap kita pribadi..

PRoTeS!! Tapi apa dulu alasanmu??

2

Pulang gawe jadi mandor malam, tidak ada yang mengganggu tidurku selain pesan sigkat via bbm, twitter, dan ponselku mengenai ajakan mematikan handphone jam 10.00 – 12.00 siang ini. Hal ini sebagai wujud protes para konsumen karena para penyedia layanan selular seolah acuh tak acuh menanggapi keluhan pelanggan yang dirugikan. Kenapa dirugikan?? karena ada modus SMS yang “menyedot” pulsa pelanggan sedemikian dahsyatnya. Dan anehnya hal ini bisa terjadi berulang tanpa ada upaya pelacakan apalagi pemblokiran dari operator seluler yang bersangkutan. Addduuuhh..

Dalam menanggapi hal ini, pemerintah terkesan angin-anginan loh.. Liat aja Menkominfo yang dalam suatu kesempatan berkata “Jangan yes yes saja kalau terima pesan” tapi di kesempatan yang lain berujar “mencuri pulsa tanda teknologi semakin maju” atau akan menindak provider nakal dalam suatu sesi wawancara. Looh, bapak’e.. kami tuch padamu je.. Kepada siapa lagi kami mengadu?

Video Bokep Ayu Ting Ting..

2

Sueerrr.. Samber geledek aku tak punya video ini.. Bagi-bagi ya kalau bisa nemuin… Ini cuma coretan iseng di sela sibuknya pekerjaanku, saat aku teringat akan “trik licik” yang dipergunakan beberapa blogger untuk meningkatkan jumlah pengunjung di blognya. Salah satunya dengan meng-upload tulisan mengenai isu tentang fenomena terpanas saat ini, lengkap dengan tag-tag konyol yang memungkinkan mudahnya pencarian di dunia maya. Bolehlah..  kali ini kau sebut aku juga licik, tapi bukan itu maksudku..

Menulis.. dan menjadi penulis.. walau sedari awal bukan hobby utamaku, memiliki satu konsekuensi untuk konsisten dengan apa yang menjadi ciri khas tulisannya. Mau yang serius, yang becandaan, yang mesum, yang lebay, atau yang sekedar tukeran link. Hayuk ajaah.. Tarik maaaang.. menurutku sich. Semuanya bebas dan tiada yang melarang karena ini jaman democrazy kok. Mau nulis buku, ngoceh di twi**er, atau corat-coret di blog, semuanya bebas walau tetap ada aturannya. Apa aturannya? hemh.. bingung juga jawabnya karena belum ada Undang-Undang nge-Blog atau Kepatuhan Menulis. Yang jelas.. ukur dengan norma adat dan budaya yang berlaku aja.. Jangan SARA, jangan mematikan karakter, jangan memfitnah, dan jangan-jangan yang lainnya dimana hati kita dituntut untuk lebih peka.

69 Tips Jika Laporan Harus Ready Dalam Sehari…

0

Sahabat.. Dalam dunia kerja, setiap kemungkinan terburuk pasti ada. Bahkan dalam batas di  luar wajar, semua masih mungkin. Ambil contoh dimana kita dituntut untuk capai target penjualan dengan waktu yang benar-benar singkat, mempersiapkan acara dadakan penyambutan atasan baru, membuat presentasi untuk training bawahan kita yang melakukan kesalahan, atau mempersiapkan laporan untuk pertemuan rutin bulanan yang tiba-tiba dipercepat. Siapapun itu, bai seorang atasan atau bawahan pasti dihadapkan pada kondisi situasional yang mengharuskan untuk berpikir tepat dan cerdas serta bergerak cepat dalam penyelesaiannya. Apalagi jika harus selesai dalam sehari atau semalam, waoooww.. perlu konsentrasi ekstra tuuch. Tapi kerja adalah kerja, sesuatu yang menuntut hasil akhir dan berujung ke satu titik penilaian dari partner atau atasan kita. Jadi.. mau ngedumel sampai teler pun gak ada gunanya.. Tetep harus kita laksanakan..

Takut? Halaah.. Gak usah dech.. Ingat, segalak-galaknya atasan kita, pasti dia sudah mengukur kemampuan kita sehingga dia memberikan tugas tersebut. Lain soal jika memiliki atasan yang banyak gaya atau diktator membabi buta.. Wah itu sih alamat sial bro.. Mending banyak doa, ikhlas dan tawakal tentunya. Kembali untuk kasus laporan sehari yang situasinya masih kondusif (baca : atasan mengetahui kapasitas kita), aku ada 69 tips untuk menyelesaikannya. Mau tahu??

MUST READ

69 Tips Jika Laporan Harus Ready Dalam Sehari…

0
Sahabat.. Dalam dunia kerja, setiap kemungkinan terburuk pasti ada. Bahkan dalam batas di  luar wajar, semua masih mungkin. Ambil contoh dimana kita dituntut untuk...

Kisah Sang Pemimpi..