Home Blog Page 17

Jutaan Cinta di Mabeskosmar..

24

Adeuh.. aneh ya namanya.. Kayak markasnya rombongan Aparat Penegak  Hukum. Padahal itu kepanjangan dari  Markas Besar Kost Maryam.. Yah, tempat kost di bilangan Cisalak persis di pinggir Jalan Raya Bogor km 31 kadang juga 30 atau 32.. Wis pokoknya sekitar gang Masjid Cisalak Dech. Coretan ini orderan satu teman kost yang ngebet pengen narsisin kost tercinta kami di dunia pergoblokan eh perngeblogan. Denahnya? Tenang aja, ada satu gambar anak PKL dari Unpad yang aku upload di sini. Hemh.. terharu kalau liat gambar ini karena dibuat khusus untuk sang Pacar yang akan mengunjunginya dari Bumi Parahyangan.. So sweeet.. Cekidooot..

denah cinta untuk si yayang.. mabeskosmar..

Apa sih istimewanya MabeskosmaR? Tentu saja pilihan kamar yang bejibun.. sampe 78 kamar (hitungan terakhir sebelum ku pensiun dari tempat itu), parkiran yang luas, pilihan kamar mandi luar, mushola, Gazebo untuk kumpul, berbagai keistimewaan lain yang rasanya tidak tertandingi tempat kost atau kontrakan manapun di kawasan itu. Lainnya? Tentu Bu Hajjah Maryam yang tiada duanya, mpok Roos (nama bekenya Rosalinda) yang tulus dan selalu ceria, Pak Burhan yang jago soal bangunan, Mas Wawan yang kalau kerja kayak puasa Senin Kemis, dan.. Doggy.. si anjing putih kesayangan Mami (begitu panggilan kami terhadap Bu Hajjah pemilik kost) yang suka martabak, hamburger, sate, dan.. bakso. Appaaa? Ini sempat membuat kami tersedak ketika di suatu sore yang cerah kami kumpul untuk menikmati bakso Mas Darius yang merupakan pemangkal tetap di kostan itu  . Tiba-tiba Mami datang dan membawa mangkuk kosong, spontan kami komentar “ Tumben Mi, suka bakso juga?” Jawab Mami dengan santainya “ Ah.. Nggak, ni mau mbeliin si Doggy, dari tadi ngrengek terus minta bakso..” Duaaar!! Kami kaget dan tersedak karena berarti kami sama dengan…. Hahahahaaaayayyy…

Banyak memori tersimpan di sana sahabat.. Untaian kata tentu saja takkan cukup mengungkapnya. Mulai dari betapa isengnya kami, bandel, ramai, tapi selalu ada kasih di setiap tindakan. Konflik memang pernah terjadi, tapi bisa dihitung dengan jari tanganku saja.. Setidaknya selama lima tahun kuhabiskan waktuku di sana. Namun yang terpenting.. ada cinta yang terbentuk antara kami yang semula saling tidak kenal.. Tapi bisa menjadi sahabat bahkan saudara..  Mungkin foto-foto ini bisa menjadi cerita antar penghuninya.. Mulai dari makan bareng, kondangan, anak PKL, karaoke, futsal, dan seterusnya… Foto lainnya maaf tidak lulus sensor.. I love U semua.. Thanks untuk semua hal yang kupelajari dari kalian dan kehangatan MabeskosmaR.. I love MabeskosmaR..

Surat Untuk Keluargaku.. di Tahun 2012..

0

Aku mengerenyitkan kening saat tak sengaja membaca lagi coretan demi coretanku di blog sederhana ini. Ada satu coretan yang kutulis di tahun lalu untuk keluargaku. Kini coba akan kutulis lagi surat untuk mereka.. Tentu saja karena semua juga sudah berubah, dan ada berbagai peristiwa yang menyertai kami sepanjang 2011 yang lalu..

Tiga Kata Sakti yang Sukar Terucapkan.. Maaf, Tolong, dan Terima Kasih..

2

Awal 2012.. hari pertama aku habiskan dengan istirahat total di mess pabrik.. Sendirian.. Karena semua penghuni mess sudah pulang ke keluarganya masing-masing untuk merayakan tahun baru. Aku memilih untuk begadangan sehari full jaga pabrik. Nggak tahu kenapa.. kali ini aku ingin merayakan tahun baru sendirian.. Mungkin karena terbiasa merayakan dengan berhura-hura sehingga tahun  ini disadarkan untuk kembali menilik kehidupanku sendiri.

Sore ini di mess masih dilingkupi suasana mendung.. ditemani segelas kopi luwak dan rinai hujan yang mengalun aku mulai bercengkrama dengan suara ketikan keyboard. Terasa sepi memang.. tetapi tenang dan damai untukku. Ah.. aku ingin bercerita tentang kejadian kemarin.. tentang team briefing yang aku lakukan di unit kerjaku.

Suara serak sisa ocehanku masih ada sampai sore ini, karena mulai Jumat subuh sampai Sabtu malam beberapa sesi briefing kulakukan. Briefing spesial karena rasanya baru kali ini dikenalkan ke unit kerjaku. Briefing akhir tahun 2011 yang berisi evaluasi kinerja Team sepanjang tahun lalu dan harapan untuk tahun berikutnya. Ada tiga “kata sakti yang sukar terucap” yang kuselipkan dalam ocehanku kepada anggota team yang jumlahnya ratusan orang. Apa itu?

Kala si Oma sakit..

0

Masih tak bisa tidur nyenyak malam ini, kepikiran tadi pagi akan Oma yang marah padaku. Masih inget si Oma? yang aku ceritakan di coretan ini dan ini? Yach.. setelah beberapa sms, telepon, dan BBM teman, tadi pagi aku baru menghubungi si Oma untuk ucapkan selamat Natal. Tahu apa reaksinya?? Beliau marah bukan kepalang.. “Sudah tiga hari Natal ini berlalu.. bagaimana bisa Oma baru dengar suaramu Nyo?“. Yach.. di tengah marahnya, beliau masih memanggilku dengan panggilan sayangnya… Sinyo.

Sedih memang tidak bisa menyalami dan mencium pipinya di Natal kali ini seperti yang sudah-sudah. Apalagi sekarang beliau tergolek di Rumah Sakit. Namun untuk kesana pun aku belum bisa meluangkan waktuku. Aku hanya pelan-pelan menghapus air mata yang mulai membanjir.. Dan lirih kudoakan semoga Oma lekas sembuh. Maafin Sinyo belum bisa jenguk ya Oma.. Segera kujenguk jika ada waktu luang sekecil apapun. Jarak dan padatnya aktivitas memang tidak bisa bohong memisahkan kami..

Percaya tidak Percaya.. tergantung kita kan?

1

Percaya tdk percaya tp ambil hikmah dari peribahasa dibawah ini utk renungan kita ke arah yg lbh baik:

Dengan UANG, Anda Dpt Membeli RUMAH, Tp Bukan KEHIDUPAN.
Dengan UANG, Anda Dpt Membeli JAM, Tp Bukan WAKTU.
Dengan UANG, Anda Dpt Membeli BUKU, Tp Bukan PENGETAHUAN.
Dengan UANG, Anda Dpt Membayar DOKTER untuk KESEHATAN, Tp Bukan NYAWA.
Dengan UANG, Anda Dpt Membeli POSISI, Tp Tdk KEHORMATAN.
Dengan UANG, Anda Dpt Membeli DARAH, Tp Tdk NAFAS.
Dengan UANG, Anda Dpt Membeli SEKS, Tp Bukan CINTA.
Dengan UANG, Anda Dpt Membeli Apa Saja yg ANDA SUKA, Tp Semua itu Tidak KEKAL ABADI, SEMUANYA Akan LENYAP dan MUSNAH Ketika ANDAPUN Sudah Tidak BERNYAWA.

Di China Peribahasa ini Membawa KEBERUNTUNGAN. Ini Berasal dari BELANDA. Sekarang Giliran ANDA untuk Mendapatkan KEBERUNTUNGAN Setelah ANDA Menerima PEMBERITAHUAN Tersebut. Ini BUKAN LELUCON, KEBERUNTUNGAN akan Tiba Melalui POS atau Melalui INTERNET. Kirimkan SALINAN ini Kpd ORANG2 yang BENAR2 Membutuhkan KEBERUNTUNGAN. Jangan MENGIRIM UANG, Krn ANDA Tidak Bisa MEMBELI KEBERUNTUNGAN dan JANGAN MENYIMPANNYA Selama lebih dari 4 HARI.

Seorang PRIA, Mendapatkan Salinan PERTAMA dari PERIBAHASA ini pada tahun 1953 dan Meminta SEKRETARISNYA Untuk Membuatnya 20 EKSEMPLAR dan Sembilan JAM Kemudian IA Memenangkan $99 JUTA dalam Undian di Negaranya.
Karyawan dari ITALIA Menerima Kartu yang Sama, tp TIDAK MENERUSKANNYA dan Beberapa hari kemudian Ia KEHILANGAN PEKERJAANNYA tp Setelah itu, Ia Berubah PIKIRAN dgn MENGIRIMKANNYA dan MENJADI KAYA pada TAHUN 1967.
Seorang Pria Lain, Ia Tertawa Tentang HAL itu dan MEMBUANGNYA. Beberapa Hari Kemudian ANAKNYA Jatuh SAKIT. Lalu Pria tersebut MENYALIN Pepatah Itu dan MEMBUAT 20 EKSEMPLAR dan MENGIRIM ke Teman2nya. SEMBILAN HARI Kemudian, Ia Mendapat KABAR BAIK: PUTRANYA sudah BAIK dan SEHAT.
Kartu ini Telah Dikirim Oleh TIE-TIE UP TO DATE Seorang MISIONARIS di AFRIKA SELATAN. Sebelum 96 JAM Berlalu, ANDA Harus Meneruskan pesan ini !
Nyata

Sahabat.. Kutipan di atas demikian gencar masuk di gadgetku.. Dari teman bahkan saudaraku sendiri. Untuk kalimat2 awal aku setuju karena sebuah permenungan yang baik. Tapi kalimat berikutnya? Hemh.. Kok seperti ancaman secara halus ya. Apalagi kata terakhir “Nyata” wong pada faktanya pengirimnya mungkin juga tidak tahu kan?

Percaya tidak percaya, saya tetap tidak percaya. Tapi untuik menghargai copas-an teman dan saudara saya, saya posting saja di blog ini agar semua yang baca juga bisa mengambil sikap menurut nuraninya masing-masing jika menerima pesan berantai seperti ini. Selamat malam sahabat..

Delapan Pelajaran Hidup Untukku setelah Obrolan dengan Pakdhe..

4

Kesempatan Sabtu Minggu kemarin sungguh aku manfaatkan untuk kegiatan sosial dan  menikmati hangatnya canda tawa dengan keluarga. Salah satu yang aku masih berkesan adalah obrolan dengan Pakdhe Solly, wajah tampannya ada nanti  aku susulkan dech.. di halaman ini juga. Pakdhe atau kakak dari Ibuku ini (walau cuma angkat saudara) memang nyentrik. Rambutnya yang mulai memutih semua diakuinya karena disemir putih biar gaul hehehe… Pakdhe yang seorang petani desa sederhana ternyata memiliki pengalaman yang luar biasa dan hal ini untungnya selalu dibagikan kepadaku saat kami bertemu. Beberapa diantaranya akan aku bagikan lewat coretanku kali ini.. Berupa pelajaran hidup yang kesemuanya berdasarkan pengalaman pribadi dalam lebih separuh abad usianya.

Kenduri di Kampungku.. Alangkah Damainya..

0

Waktu menjelang maghrib di kampungku.. Kala Pak Boz memintaku segera mandi untuk mewakili beliau menghadiri kenduri di salah satu tetangga untuk memperingati meninggalnya anggota keluarga mereka. Sambil agak menyeret kaki karena masih asyik ngobrol dengan Bu Boz akupun meraih handuk dan bergegas ke kamar mandi. Brrr.. Dinginnya air di kampungku serasa menyegarkan tubuh yang letih setelah menempuh perjalanan dari Serang ke bumi Swarnadwipa.

Hampir jam tujuh malam ketika aku sampai ke tempat empunya hajat. Hemh.. Ketemu lagi dengan para sesepuh kampung dan beberapa teman sebaya semasa SD dulu. Pertanyaan klasik tetap saja terucap dari bibir mereka tentang kapan ku menikah. Secara bercanda kutangkis dengan kuminta mereka mengamati teman sebaya dan adik kelasku yang wajahnya terlihat lebih tua dariku lantaran mereka nikah dan punya anak duluan.. Makanya aku pilih belakangan aja biar awet muda.. Dan pecahlah tawa di ruangan kenduri..

Tapi sahabat.. Bukan itu yang akan kucoretkan kali ini, melainkan bagaimana suasana kenduri yang berkesan untukku. Lafal doa mulai dipanjatkan.. Mulai dari Al-Fatehah, Al-Falaq, An-Naas, dan doa2 lainnya yang aku masih hafal karena dulu mempelajarinya saat SD dan SMP.. Tapi tentu aku tidak ikut mendaraskannya. Tapi berdoa Bapa Kami dalam hati. Suasana begitu khusyuk saat itu.. Dan walau hanya aku sendiri yang tidak ikut dalam lantunan doa, tak ada sorot benci atau aneh di mata yang ikut kenduri, sepertinya mereka yang semuanya muslim maklum akan kehadiranku di situ. Pun saat cemilan dan minuman dibagikan.. Semuanya begitu wajar, tanpa ada diskriminasi buatku yang minoritas..

Hemh.. Hatiku miris sekali. Di satu sisi merasa damai.. Tapi di sisi lain prihatin jika melihat bagaimana di belahan pulau lainnya di Indonesia, ‘perbedaan’ kadang dipolitisir, berujung bentrok, bahkan sampai pertumpahan darah dan meregang nyawa. Rasanya Bhinneka Tunggal Ika begitu dilupakan dan ditinggalkan maknanya.. Apa karena penataran P-4 sudah dihapuskan? Hemh.. Andai semua tempat di bumi pertiwi ini bisa meniru budaya dan damainya kampungku. Alangkah indahnya..

Sahabat.. Mari sejenak larut dalam doaku agar negara kita semakin dewasa dalam menyikapi perbedaan dan kemajemukan. Agar tercipta Indonesia yang damai dan aman bagi semua pemeluk agama apapun.. Amin. Ups sudah dulu ya.. Mau nabuh kentongan lagi karena ada gerhana bulan penuh.. Budaya masa kecilku akan kuulang lagi.. Mengusir “buto ijo” uang melahap sang rembulan.. Selamat malam minggu..

Akoe.. dan segelas teh manis di pergantian hari..

0

Pergantian hari kali ini.. Kuawali dengan menyingkirkan beberapa semut yang kurang beruntung karena kupergoki bersembunyi di tumpukan gula milikku. Ibarat kusingkirkan kerikil tajam yang kutemui dalam perjalanan mencarimu Nona..

Ku pun harus bersabar menunggu air panas yang mulai jenuh dengan gula tadi dalam sebuah gelas.. Dari semula bening untuk menjadi cokelat ketika sekantung teh celup kumasukkan ke dalamnya.. Tapi akh.. Kali ini aku begitu menikmati waktu tunggu ini.. Sama seperti ku menunggu kapan kita bisa menyatu utuh.. Dan tak terpisahkan lagi..


Sekali lagi aku musti menunggu.. Agar segelas teh manis itu menjadi hangat dan bisa kunikmati. Mungkin akan sama dengan masa yang harus kujalani untuk menikmati cinta kita.. Aku tak peduli.. Dan entah kenapa ku begitu sabar kali ini..

Tentang Pertanyaan Yang Gak Penting.. Dan Terus Diulang..

0

Dingin pagi tak mampu menahan hasratku untuk membuat coretan ini. Yach.. namanya juga coretan, pasti sedikit ngasal. Entah kenapa aku teringat pada masa kecil dimana dunia kecil kita sering dipenuhi dengan pertanyaan-pertanyaan retorikal maupun yang gak penting dan selalu saja berulang. Hal ini ternyata bisa terbawa dalam dunia remaja atau bahkan dalam dunia kerja kita sekarang. Gak percaya? Coba simak ya..

Aku masih ingat bahwa dulu sering ditanya.. “Adek anak siapa?” “Bapaknya siapa namanya? Ibunya siapa namanya?” Teruus dan teruus.. padahal di kesempatan pertama kita sudah menjawabnya dengan benar. Atau bahkan “Adek wangi nich, pasti udah mandi ya?” padahal si penanya jelas-jelas melihat kita sedang digantiin pakaian. Dan.. masih banyak rentetan pertanyaan yang dilontarkan pada kita saat itu bukan? Lalu tengok sekarang.. bukankah kita sering melontarkan pertanyaan yang sejenis terhadap adik, keponakan, sepupu, anak tetangga, atau anak kita?

Awalnya Hanya Habit alias Kebiasaan.. Ujungnya?? Hegh.. Terserah Anda..

0

Hanya hasil potret iseng memang.. dan rasanya gambar atau kondisi sejenis lazim ditemui dimanapun. Yach.. aku tak sengaja mengambil gambar di satu sisi pabrikku yaitu tempat finger print. Satu mesin kecil yang tertempel di tembok untuk absensi karyawan dan dilengkapi dengan jalur teralis besi untuk karyawan saat melakukan aktivitas perdana di awal masuk dan pulang kerja.

 

Nah, pasti sahabat juga sering menjumpainya bukan.. di loket transportasi umum, di depan kasir bank, di depan wahana hiburan, dan tempat-tempat lain yang menginginkan budaya antri dan tertib untuk dilaksanakan. Saat ramai pengguna memang akan cenderung tertib.. Tapi bagaimana jika sedang sepi. Apa yang akan sahabat lakukan? Tetap ikuti jalur?.. Memotong jalur?.. atau bahkan cari jalur tercepat meskipun itu arah yang berlawanan? Menurutku itu hanya soal habit alias kebiasaan kita masing-masing. Wuah.. kenapa?

Sederhana memang, hanya tentang bagaimana kita mematuhi aturan main. Namun efeknya ternyata luar biasa besar sahabat.. Dalam satu contoh kecil, ada satu karyawan yang saat ramai ikut antrian tetapi saat sepi dia ternyata memilih absen dari arah berlawanan.. Hemh.. untung belum kena jepretan kameraku.

MUST READ

Coba rangkai statusmu..

0
Banyak sekali statur pertemanan yang akhir-akhir ini marak kita jumpai kan? Salah satunya yang populer di Indonesia tentunya Facebook atau FB.. (Maaf ni bukan promosi..) Suatu ketika...

Beruntung lalu Buntung..