Dulu waktu kuliah, saya punya teman yang namanya Doni, namun sering dipanggil Cemplon. Tiba-tiba beberapa hari ini nama itu betah mengaduk-aduk pikiran saya. Namanya ya.. bukan Doni Cemplonnya, saya bukan jeruk makan jeruk. Ya.. Pak Cemplon pedagang keliling yang mengambil satu sudut pikiran saya. Sosok yang menurut saya inspiratif dan menyentak saya di setiap hembusan nafas..
Halah, kok bukan Marion Jola? Oh tentu tidak.. Karena sentakannya lain pemirsah. Pak Cemplon ini mengajarkan lagi kepada saya bagaimana untuk BERDAMAI dengan apa yang kita miliki sekarang dan melakukan pekerjaannya penuh GAIRAH. Ya.. PASSION, satu kata yang setiap mengawali hari kerja selalu saya dengungkan. Satu kata yang mudah diucapkan tetapi terkadang sulit untuk dilakukan. Gairah dalam bekerja tentunya, kalau gairah yang lain mah BSJ.. Buka Sithik Joss, gampang dipraktekkan.
Menjaga PASSION dalam rutinitas pekerjaan memang tidak gampang dan penuh perjuangan. Ada faktor eksternal seperti tekanan dari atasan, rekan, bahkan bawahan (kawus..), kenaikan gaji yang melambat seperti kereta masuk stasiun, ditikung teman saat mau naik pangkat atau bonus yang tidak turun seperti hujan di musim kemarau (kalau turun yo mung sak crit) yang membuat kita mudah loyo. Atau juga faktor internal seperti stamina yang tidak lagi prima, dengkul kopong seperti saya sehingga susah jelajah area produksi, atau mulai memunculkan mu s uh di beberapa sudut area kerja sehingga kita males bergerak atau berkomunikasi (salahmu dewe dul..). Semuanya berpadu dan kita simpulkan bahwa ya sudah aku segini aja yang diejawantahkan dengan kampanye terzolimi atau kempar kempor mengaku aku bahagia dengan keadaan sekarang (huex).
Beberapa dari contoh di atas pernah kualami dan membuat gairah bekerja menurun. Mulai geli geli basah (baca : gelisah) kalau sudah makan siang, kok tidak segera pulang, dan seterusnya. Memang, masih bisa diatasi karena belum kronis amat. Tapi sekarang aku punya jurus jitu untuk mengatasinya. Tinggal buka baju eh buka youtube terus ketik Pak Cemplon, dijamin sembuh. Beneran? Atau hanya guyonan seorang apoteker salah jurusan? Bener kok.. Buka aja dulu.. Udah kronis apa akut penurunan gairah kerja sampean ?
Haiyah.. Kupreet..
Isinya kok cuma wong bakulan ngekak-ngekek ra karuan? Hehehe.. Sabar, itulah obatnya. Buka video lainnya dan cari apakah Pak Cemplon ini pernah lesu dan kurang gairah? Kalau ada tolong dikoreksi ya.. Menurut saya si bakul satu ini mempunyai lima bukti bahwa beliau memiliki passion yang kuat dalam menjalankan profesinya. Pertama, candaannya bukan hafalan dan punya banyak variasi guyonan tanpa menyakiti perasaan orang bahkan justru membuat nyaman lingkungan sekitarnya. Kedua, kreatif dalam menjalankan prosesi penawaran barang ke konsumen, bahkan beberapa kali diselingi promosi air mineral yang gak ada manis-manisnya (pilih sing sijine to pak…). Ketiga, mampu membuat semua perhatian tertuju padanya dan fokus (ya iya wong lagi nunggu harga termurah) namun tetap mau melayani satu demi satu pembelinya. Keempat, tetap peka dan menempatkan konsumen sebagai raja, semisal berhenti untuk ngiket payung agar gak roboh dan menimpa pembeli di sekitarnya, meski sedang asyik-asyiknya bekerja. Kelima, ada satu sesi dimana beliau bersedekah meski saya tidak tahu berapa untungnya si bakul satu ini.. (mugi lancar rejekimu pak)..
Lha terus apa manfaat kelima bukti itu buat saya? Puji Tuhan ada.. Apa lagi jika ditautkan dengan coretan saya tentang Pemimpin 5M. Yang pertama selaras dengan MENGAYOMI dimana pemimpin harus mampu membuat nyaman sub ordinatnya. Poin kedua senada dengan poin MENGARAHKAN sedangkan yang ketiga sama dengan MELAYANI. Keempat mencerminkan bagaimana untuk mau MENDENGARKAN dan yang terakhir sesuai dengan MEMBAGIKAN. Loh pemimpin 5M ki opo? Golekono dewe lah.. Yang jelas matur nuwun pak Cemplon.. sudah membuat saya selalu bergairah dan bersemangat.. termasuk menulis coretan sederhana ini. Salam sehat dan sukses selalu..
