{"id":910,"date":"2011-11-01T19:37:13","date_gmt":"2011-11-01T12:37:13","guid":{"rendered":"http:\/\/bocahrantau.wordpress.com\/?p=910"},"modified":"2011-11-01T19:37:13","modified_gmt":"2011-11-01T12:37:13","slug":"awan-project-terima-kasih-bapak-ibuku","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bocahrantau.com\/index.php\/2011\/11\/01\/awan-project-terima-kasih-bapak-ibuku\/","title":{"rendered":"AWAN Project.. Terima kasih Bapak Ibuku.."},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align:justify;\"><em>\u201cAku masih.. Seperti yang dulu..\u201d<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align:justify;\">Sebaris lagu lama itu seakan mengalun jika aku pulang ke rumah Bapak Ibu di desa kelahiranku. \u00a0Entah menyindirku.. atau menjeratku dalam kenangan masa kecil bersama keluarga. Rumah yang sahabat lihat di bawah ini, memang sederhana, dari papan, dan kalau di-pel malah hanya membuat aku atau adik dimarah sama mereka. Lho? Jelas lah.. soalnya lantainya masih tanah.. jadi cuma ngotorin kain pel dan <em>mbecekin<\/em> aja. Tapi.. dulu waktu ku masih balita, rumah itu adalah juara pertama untuk rumah sehat di desaku. Giliran sekarang, sangat gampang mencari rumah masa kecilku, masuk saja jalan Sri Kresna di pinggir Jalan Raya Sribhawono-Panjang, cari aja rumah yang masih papan. Hihiihi.. itulah rumahku.<\/p>\n<p style=\"text-align:justify;\">\u00a0<a href=\"http:\/\/bocahrantau.files.wordpress.com\/2011\/11\/photo01988.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium wp-image-912\" title=\"Photo01988\" src=\"http:\/\/bocahrantau.files.wordpress.com\/2011\/11\/photo01988.jpg?w=300\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"205\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align:justify;\">Di dalam rumah itu, ada ranjang bapak ibu yang sering aku buat sebagai tank perang bersama adikku dengan bermodalkan tumpukan bantal dan guling serta beberapa senapan mainan. Di dalamnya juga ada kamar kami berdua saat belajar \u2018<em>pisah ranjang<\/em>\u2019 dari bapak ibu. Tak lupa ruang tamu yang berhiaskan tiga lembar gambar kawanan kucing yang dibeli sejak ku kecil. Beberapa sudut rumah juga menyimpan kenangan manis \u00a0bagaimana aku suka menari kuda lumping, atau si bungsu yang kehilangan alis dan bulu matanya saat kami main petasan bambu. Hemh.. juga protesnya si bontot kala semua perabotan hanya bertuliskan namaku sebagai tanda, akhirnya Bapak mengalah dan memberi tanda dari gabungan nama kami.<!--more--><\/p>\n<p style=\"text-align:justify;\">Awalnya hanya kelakar biasa, bahwa aku<span style=\"color:#000000;\"><del> belum akan menikah<\/del><\/span> sebelum rumah masa kecil ini dipugar. Canda yang dibalas bapak dengan ungkapan <span style=\"color:#ff0000;\">\u201c<em>wani piro?&#8230;\u201d<\/em><\/span> ternyata jadi serius saat kuingat jumlah tabunganku setelah memutuskan berhenti kerja dari tempat gawe yang dulu. Dan akhirnya, tercetuslah <em>\u201c<span style=\"color:#0000ff;\">AWAN Project\u201d<\/span><\/em> sebagai tanda terima kasih kami terhadap bapak Ibu. Terima kasih untuk apa?<\/p>\n<p style=\"text-align:justify;\">Tentu saja terima kasih atas segala ketidakpedulian mereka terhadap fisik rumah dan hanya memikirkan bagaimana kami dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang setinggi-tingginya. Atas kepasrahan mereka terhadap genting yang harus diganti karena pecah dan bocor tapi uang gaji sudah dikirim ke Jogja tempat mereka kredit sawah (<em>baca : menyekolahkan anak<\/em>). \u00a0Atas dinding papan yang semakin berlubang tapi uang untuk menggantinya dipakai untuk menengok kami di kost-kostan. Atas semua gengsi yang mereka pendam dalam dalam jika melihat bagaimana rumah ini paling jelek di antara rumah tetangga. Terakhir atas keengganan mereka merepotkan anak-anaknya sehingga project ini pun masih patungan kami dan mereka.<\/p>\n<p style=\"text-align:justify;\"><a href=\"http:\/\/bocahrantau.files.wordpress.com\/2011\/11\/graphic1.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-913\" title=\"Graphic1\" src=\"http:\/\/bocahrantau.files.wordpress.com\/2011\/11\/graphic1.jpg\" alt=\"\" width=\"600\" height=\"228\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align:justify;\">Yach akhirnya tanggal ini, 1 November\u00a0 2011, <em><span style=\"color:#0000ff;\">AWAN project<\/span><\/em> pun dimulai. Rumah mungil yang permanen buat mereka berdua. Melindungi dari panas dan hujan yang mungkin selama ini mengganggu siang malam mereka. Pengganti rumah masa kecil kami yang indah.. Dimana kami dibesarkan dengan kasih sayang kemajemukan yang luar biasa hebat. Dan sampai detik ini masih kuat dan kokoh dijalani.. dan pasti akan sampai mati. Aku hanya berdoa semoga rencana ini diberkati Tuhan, demikian juga pastinya kuharap dari si prentil adikku. Terima kasih Tuhan, Bapak Ibu Adik, dan juga tempat kerjaku yang lama dan yang baru. Dan Natal nanti.. aku bisa bernyanyi.. <em>\u201cAku kini.. Tak seperti dulu..\u201d<\/em> Amin.<\/p>\n<p style=\"text-align:justify;\"><em><span style=\"text-decoration:underline;\">Notes :<\/span> <span style=\"color:#0000ff;\">AWAN<\/span> \u2013 <span style=\"color:#0000ff;\">A<\/span>an dan wa<span style=\"color:#0000ff;\">WAN<\/span> (nama kecil kami berdua).<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u201cAku masih.. Seperti yang dulu..\u201d Sebaris lagu lama itu seakan mengalun jika aku pulang ke rumah Bapak Ibu di desa kelahiranku. \u00a0Entah menyindirku.. atau menjeratku dalam kenangan masa kecil bersama keluarga. Rumah yang sahabat lihat di bawah ini, memang sederhana, dari papan, dan kalau di-pel malah hanya membuat aku atau adik dimarah sama mereka. Lho? [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[737,779],"class_list":["post-910","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-polahku-teranyar","tag-project","tag-rumah-masa-kecil"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bocahrantau.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/910","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bocahrantau.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bocahrantau.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bocahrantau.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bocahrantau.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=910"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/bocahrantau.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/910\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bocahrantau.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=910"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bocahrantau.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=910"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bocahrantau.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=910"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}