{"id":418,"date":"2011-02-07T00:32:01","date_gmt":"2011-02-06T17:32:01","guid":{"rendered":"http:\/\/bocahrantau.wordpress.com\/?p=418"},"modified":"2011-02-07T00:32:01","modified_gmt":"2011-02-06T17:32:01","slug":"akoe-dan-bapak-tukang-ojek-elegi-sabtu-senja","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bocahrantau.com\/index.php\/2011\/02\/07\/akoe-dan-bapak-tukang-ojek-elegi-sabtu-senja\/","title":{"rendered":"Akoe dan Bapak TukanG oJeK.."},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align:justify;\"><em>Pufft!<\/em> Peluh membasahi kaosku saat kulangkahkan kaki menuruni bus Agra Mas, yang mengantarku dari Pasar Rebo ke Plaza Serpong.. Saat mau menjenguk <a href=\"http:\/\/www.facebook.com\/widinugrohop\">pasienku<\/a> yang sudah dibawa pulang ke rumah. Tengok kanan kiri, dan langsung naek jembatan penyeberangan yang begitu sepi di sore itu, kira-kira pukul lima lebih seperempat. Turun dari jembatan, mataku langsung liar memilih ojek yang akan mengantarku sampai ke rumah si Om. <em>Hap!<\/em> Dapat, seorang bapak tua dengan helm kuning tak berkaca dan jaket hijau lusuhnya..<\/p>\n<blockquote><p>\u201cPakujaya Pak, berapa?\u201d tanyaku membuka transaksi<\/p>\n<p>\u201cSepuluh ribu dek..\u201d jawabnya pasti.. <del><em>weitz.. mau meres guwe nich <\/em><\/del><\/p>\n<p>\u201cTujuh ribu dech..\u201d<\/p>\n<p>\u201cTambahin seribu ya..\u201d pintanya..<\/p>\n<p>\u201c<em>Berangkaaadddd\u2026<\/em>\u201d aku mengamininya..<\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align:justify;\"><!--more--><br \/>\nMotor distarter, aku membonceng, dan melajulah kami ke Perum Pakujaya Permai. Cuaca lumayan cerah saat itu, dengan angin yang sepoi menerpa. Maklum, si Bapak juga ga kenceng amat nyetirnya, jadinya <em>assoyyy gebooyyy..<\/em> Yeach, sangat kunikmati minggu-minggu KKN-ku<em> (Kemana Kemana Ngangkot)<\/em>. Si <a href=\"http:\/\/wp.me\/prMOf-J\">TC<\/a> sedang diperbarui suratnya, jadi ngangkot, ngojek, nebeng, asal tidak ngesot menjadi menuku.<\/p>\n<p style=\"text-align:justify;\">Melewati kompleks Alam Sutera, motor agak melambat, seolah si Bapak mau pamer akan adanya supermarket yang calonnya besaaar dan megaaah di kanan jalan, serta ruko-ruko dan warung-warung makan yang cozy abies.. <em>(tunggu aja kusatronin ntar..).<\/em> Iseng mengisi sepi di atas ojek akupun bertanya..<\/p>\n<blockquote><p>\u201cCalonnya gede juga nich Pak\u201d ujarku sambi menunjuk supermarket yang 75% hampir jadi.<\/p>\n<p>\u201cIya dek, liat aja tuch parkiran penuh hanya untuk pekerjanya\u201d<\/p>\n<p>\u201cAnak kerja di sini gak? Biasanya buka peluang buat warga sini kan Pak?\u201d tanyaku penuh selidik<\/p>\n<p>\u201cDitawarin sich.. tapi kagak <em>demen<\/em> tu bocah, kagak mau <em>ribet<\/em> kali..\u201d jawabnya.<\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align:justify;\">Percakapan tadi rupanya memulai elegi sabtu senja si Bapak Tukang Ojek.. Mulai dari si anak yang kerjanya gak menentu, jarang pulang <em>(sampai kuledek kayak bang Toyib) <\/em>hingga keluhnya tentang tak ada dana untuk buka kontrakan padahal ada tanahnya nganggur. Semua butuh duit dan mahal, dari bahan bangunan sampai IMB nya. Sampai sampai beliau bingung mau ngawinin anak apa buka kontrakan kalau ada dana terkumpul. Begitu seterusnya sampai tak sadar sudah sampai di depan rumah si Om dan kubayar lebih dari ongkos ojek sebagai penutup transaksi.<\/p>\n<blockquote><p>\u201cMakasih dek, moga rejekinya tambah banyak <em>ye<\/em>&#8230;\u201d bisiknya pelan..<\/p>\n<p>\u201cAmin Pak\u2026 bapak juga ya..\u201d sahutku menguatkan<\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align:justify;\">Sahabat..<\/p>\n<p style=\"text-align:justify;\">Sekali lagi haruslah kita bersyukur, apalagi jika kamu membaca coretan ini, pasti lebih beruntung dari si Bapak bukan? Begitu banyak suara akar rumput yang seolah ingin berteriak, mengaduh, dan mengeluh. Namun lidah mereka pun kelu, dan tak mapu berkata apapun. Kadang niat tulus berorasi demi kesejahteraan hidup pun ditunggangi muatan politis sekelompok oknum, sehingga alunan elegi berupah menjadi cacian dan hujatan murka atas segelintir oknum yang lain. Suara yang begitu jernih disusupi pesan sponsor dengan beberapa lembar ribuan yang memang mereka harapkan. Lantas siapa yang salah? Mereka? Si Oknum penyusup? Atau pemerintah negeri ini?<\/p>\n<p style=\"text-align:justify;\">Sudahlah..<\/p>\n<p style=\"text-align:justify;\">Pusing kalau bicara politik, apalagi aku bukan pakarnya. Aku cenderung tertarik dengan kehidupan si Bapak yang dalam usia senjanya masih menarik ojek untuk makan keluarganya. <em>Biar dapur tetap ngebul..<\/em> katanya saat kutanya alasannya menarik ojek. Ach, beraninya aku bertanya waktu itu, tepat setelah batuknya yang kesekian.. begitu kering dan terdengar perih di telingaku. Tapi apalah mampuku? selain berkomat-kamit membaca doa untuk kesehatan si Bapak dan perubahan hidupnya. Aku bukan Tuhan yang merancang hidupnya, hanya pinta yang bisa kuhunjukkan padaNya.<\/p>\n<p style=\"text-align:justify;\">Sahabat..<\/p>\n<p style=\"text-align:justify;\">Usia senja pasti tidak mampu kita hindari, kecuali jika seperti Mas Adjie Massaid yang meninggal dalam usia masih tergolong muda. Masa itu akan menyergap, ketika tenaga dan produktivitas kita menurun seiring umur yang menua. Tapi pernahkah kita berpikir tentang hal itu? Atau terperangkap dengan jargon,<em><span style=\"color:#0000ff;\"> muda foya-foya, tua kaya raya, dan mati masuk sorga.<\/span><\/em> Hati-hati.. karena jika tidak bijak, maka jargon itu akan melekat dengan <em><span style=\"color:#ff0000;\">muda kurang dana, tua terlunta-lunta, dan mati sia-sia..<\/span><\/em> Selagi masih ada puluhan tahun di depan <em>(tanpa mengesampingkan\u00a0 garis hidup kita olehNya) <\/em>baiknya kita siap dari sekarang. Merancang hidup kita sendiri..\u00a0 berani menuliskannya dalam selembar kertas, untuk selalu kita evaluasi ataupun koreksi. Menyiapkan masa tua tanpa takut untuk sia-sia, apalagi jika kita seorang pegawai yang pasti sampai ke usia pensiun. Jangan sampai di usia senja, hanya elegi yang bisa kita lantunkan, tapi tinggalkanlah sebuah warisan cerita hidup yang jadi suri tauladan anak cucu hingga buyut kita.. tentang sebuah arti kerja cerdas, tak hanya keras, tapi penuh perhitungan dan rasionalitas.<\/p>\n<p style=\"text-align:justify;\">Sahabat..<\/p>\n<p style=\"text-align:justify;\"><em>Siapkah tuk menikmati hidup tua tanpa Elegi Sabtu Senja??<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align:justify;\">\n<p><a href=\"http:\/\/bocahrantau.files.wordpress.com\/2011\/02\/aku-dan.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-420\" title=\"aku dan\" alt=\"\" src=\"http:\/\/bocahrantau.files.wordpress.com\/2011\/02\/aku-dan.jpg?w=300\" width=\"300\" height=\"225\" \/><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pufft! Peluh membasahi kaosku saat kulangkahkan kaki menuruni bus Agra Mas, yang mengantarku dari Pasar Rebo ke Plaza Serpong.. Saat mau menjenguk pasienku yang sudah dibawa pulang ke rumah. Tengok kanan kiri, dan langsung naek jembatan penyeberangan yang begitu sepi di sore itu, kira-kira pukul lima lebih seperempat. Turun dari jembatan, mataku langsung liar memilih [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[109,253,605],"class_list":["post-418","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-akoe-dan","tag-bapak-tua","tag-elegi-senja","tag-ojek"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bocahrantau.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/418","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bocahrantau.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bocahrantau.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bocahrantau.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bocahrantau.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=418"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/bocahrantau.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/418\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bocahrantau.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=418"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bocahrantau.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=418"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bocahrantau.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=418"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}