{"id":35,"date":"2009-08-17T02:37:25","date_gmt":"2009-08-16T19:37:25","guid":{"rendered":"http:\/\/bocahrantau.wordpress.com\/?p=35"},"modified":"2009-08-17T02:37:25","modified_gmt":"2009-08-16T19:37:25","slug":"nongkrong-di-jembatan-cinta-pasar-rebo","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bocahrantau.com\/index.php\/2009\/08\/17\/nongkrong-di-jembatan-cinta-pasar-rebo\/","title":{"rendered":"Nongkrong di Jembatan Cinta Pasar Rebo.."},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align:justify;\">Yupz dua kali sudah aku nongkrong di jembatan layang Pasar Rebo yang kunamai TantaSarbo (<em>Jembatan Cinta Pasar Rebo<\/em>). Apa pasal? Karena banyaknya pasangan yang memadu kasih di atas motor setiap malam di atas jembatan itu. Gak hanya malam minggu aja loh.. tiap malem (<em>ni dampak harga kos dan hotel semakin mahal di Jakarta hehehehe..<\/em>)<\/p>\n<p style=\"text-align:justify;\">Weitz.. mau coba? Jangan khawatir.. ada tukang buah dan minuman kalau \u201cbuahnya\u201d kurang atau kehausan tuch. Kamtib dan polisi pada kemana yach.. abisnya makin menjadi tuch. Kalau ada kecelakaan karena \u00b4terlalu semangat\u00b4 sehingga jatuh dari motor atau terserempet kendaraan yang lewat gimana?? Tapi menarik juga coz di alam terbuka.. apa lebih mak nyus ya?<\/p>\n<p style=\"text-align:justify;\">Sutralah.. kita lewati saja dech..<\/p>\n<p style=\"text-align:justify;\">Aku pingin ungkapin sisi lain dari pengalamanku nongkrong di TantaSarbo..<\/p>\n<p style=\"text-align:justify;\"><!--more-->Di atas jembatan, dengan sebotol teh duiiingin (efek dari jam 10 malam) dan sebatang rokok GG (<em>untuk selanjutnya akan disebut rokok DP<\/em>).. kulayangkan pandangan ke jalanan di bawah jembatan (<em>fly over<\/em> <em>tepatnya<\/em>). Ada jalan tol\u00a0<em><\/em> <em>under pass<\/em> dan jalan biasa.. Satu sisi lancar aliran kendaraannya dan satu sisi sedikit macet..<\/p>\n<p style=\"text-align:justify;\">Satu sisi begitu cepat berganti.. dan satu sisi lambat merayap, satu dua kali terdapat motor yang berzigzag di antara himpitan angkutan umum..<\/p>\n<p style=\"text-align:justify;\">Pufff.. itulah kehidupan kataku..<\/p>\n<p style=\"text-align:justify;\">Ada yang begitu dinamis, cepat berganti, kencang, dan begitu lancar.. <em>(jalan tol..<\/em>). Namun untuk itu diperlukan biaya lebih. Dalam hal ini karcis tol kuanggap sebagai upaya seseorang (<em>kerja keras, doa, lingkungan, dan keberuntungan..<\/em>). Sisi hidup yang lain begitu lambat.. hanya akselerasi sesaat (<em>perilaku motor<\/em>) namun di suatu titik akan kembali mentok dan melambat lagi.. Angkot yang sering membua macet kuibaratkan sebagai\u00a0 lingkungan dimana kita hidup dan beraktivitas.. Kadangkala kita terbelenggu oleh lingkungan yang terdoktrin salah.. misal: makan gak makan asal kumpul (<em>hey! Apa gak laper? Makanlah untuk hidup bro..)<\/em>, lingkungan yang nerimo, lingkungan yang penuh kemunafikan dan penjilatan (<em>Asal Bapak Senang..<\/em>), dan sederet lingkungan yang tidak kondusif.<\/p>\n<p style=\"text-align:justify;\">Kuhabiskan isapan terakhir rokok DPku.. kuhembuskan asapnya pelan.. melewati hidungku.. tentu saja mengotori paru-paruku.. kuteguk sisa teh di botol.. dan berpikir cepat untuk mulai menilai hidupku.<\/p>\n<p style=\"text-align:justify;\">Sudahkah ku berdoa? bekerja keras? berada di lingkungan yang tepat? dan memiliki keberuntungan? Yupz.. aku harus berubah.. kamu juga coy.. Kustarter motorku dan melaju pulang.. Tapi Ciiiiiiitttttt&#8230;.. aku berhenti!<\/p>\n<p style=\"text-align:justify;\">Teriakan keras menghentikanku.<\/p>\n<p style=\"text-align:justify;\"><span style=\"color:#ff0000;\">\u00b4 Mas! Tehnya belum dibayar!!!!\u00b4<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Yupz dua kali sudah aku nongkrong di jembatan layang Pasar Rebo yang kunamai TantaSarbo (Jembatan Cinta Pasar Rebo). Apa pasal? Karena banyaknya pasangan yang memadu kasih di atas motor setiap malam di atas jembatan itu. Gak hanya malam minggu aja loh.. tiap malem (ni dampak harga kos dan hotel semakin mahal di Jakarta hehehehe..) Weitz.. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"class_list":["post-35","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-polahku-teranyar"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bocahrantau.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bocahrantau.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bocahrantau.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bocahrantau.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bocahrantau.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=35"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/bocahrantau.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bocahrantau.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=35"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bocahrantau.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=35"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bocahrantau.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=35"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}