{"id":1670,"date":"2013-06-06T20:36:21","date_gmt":"2013-06-06T13:36:21","guid":{"rendered":"http:\/\/bocahrantau.wordpress.com\/?p=1670"},"modified":"2013-06-06T20:36:21","modified_gmt":"2013-06-06T13:36:21","slug":"6-aku-gak-bisa-berenang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bocahrantau.com\/index.php\/2013\/06\/06\/6-aku-gak-bisa-berenang\/","title":{"rendered":"#6.. Aku Gak Bisa Berenang"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align:justify;\">Siang itu terik matahari rasanya membakar kaki-kaki kami.. Ya beberapa lelaki kecil usia belasan, aku dan teman-teman tetanggaku, \u00a0baru saja menyelesaikan anjangsana dalam rangka Lebaran ke rumah kerabatku. Waktu itu di tengah panasnya cuaca ada satu teman yang mengajak renang di Kali Mesin yaitu semacam danau buatan yang sengaja untuk mengaliri persawahan penduduk. Aku sedikit protes karena saat itu aku sangat dilarang keras oleh Pak dan Bu Bos untuk main di kali kalau tidak didampingi mereka. Tapi binary mata penuh harap dari kawan-kawan meluluhkan hatiku juga yang saat itu dipercaya jadi ketua rombongan. Weh\u2026 hebat amat? jelas dong.. karena untuk mencapai TKP yang dekat rumah kerabatku harus naik angkot dan kebanyakan mereka belum pernah atau sesekali saja naik kendaraan umum sedangkan aku lebih sering melakukannya sendirian (<em>ini kalimat panjang untuk mengatakan mereka takut naik angkot hehehe<\/em>).<\/p>\n<p style=\"text-align:justify;\">Kami pun meluncur ke TKP dengan berjalan kaki .. Begitu riuh mereka dan begitu ciut nyaliku.. Takutnya Pak dan Bu Bos tahu, bias kena semprot. Tapi mungkin karena \u2018pelarangan\u2019 itu, yang juga dialami oleh kawan-kawan sepermainanku dari orang tuanya merupakan salah satu faktor aku dan sebayaku bertubuh mungil sedangkan adik-adik kami tinggi menjulang seperti tiang listrik karena bebas berenang. Yah itu sudah nasib..\u00a0 Sepanjang perjalanan aku cuma menunduk setiap berpapasan dengan orang karena siapa tahu kenal diriku. Bisa bocor ke ortu deh..<\/p>\n<p style=\"text-align:justify;\">Sampai di TKP, tanpa ba bi bu langsung deh telanjang bulat dan nyebuuur. Mereka ternyata begitu lincah berenang meski tidak semua, kami berdelapan waktu itu, nampaknya sering nyolong-nyolong ke Kali Mesin ini deh.. Aku? Hehehe.. main aman aja mas bro.. ambil area yang airnya \u00a0sepinggangku atau mungkin selututmu sekarang karena dulu mungil banget sampai sekarang juga sih. Tapi anak kecil, aku tertarik juga mengikuti polah mereka, pertama sambil pegang bebatuan di pinggir kali, tapi lama-lama mulai berani agak ke tengah yang lebih dalam sambil berjalan jinjit hehehe.. sampai akhirnya <span style=\"color:#ff0000;\">BYUUUUR.. BLLUULLUUUP..<\/span> aku memijak ruang kosong yang ternyata lebih dalam dari area semula.. <span style=\"color:#ff0000;\">Matiii akuuu..<!--more--><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align:justify;\">Sebisanya aku merengkuh tubuh teman yang paling dekat.. dan celakanya mereka juga belum fasih berenang. Alhasil kami berdua malah menantang maut bergulat di perairan dalam tanpa ada yang saling mampu menyelamatkan. Aku sudah merasa ajalku saat itu dekat di ubun-ubun.. (<em>emang letak ajal dimana ya?<\/em>). Sampai ada tangan-tangan kecil yang merengkuh tubuh kami berdua.. sepertinya kami ditarik ke pinggiran karena aku tak ingat benar akibat kebanyakan masuk air.. Setelah muntah dan agak sadar, aku terkesima ketika melihat malaikat penolongku ternyata anak kecil mungkin sekitar tujuh tahunan umurnya. Nama malaikat yang dikirim Tuhan itu adalah Robert.. setidaknya setelah teman-temannya di rombongan lain memanggilnya. Dia begitu lincah berenang kesana kemari.. sehingga aku kagum.. tetapi namanya anak kecil.. tetap saja ia menangis saat mau ditinggal pulang oleh temannya padahal dia sedang di tengah kali. Thanks ya Robert.. dimanapun kamu berada sekarang..<\/p>\n<p style=\"text-align:justify;\">Sahabat.. yah itulah aku.. gak bisa berenang.. bahkan sampai sekarang.. termasuk ketika terapung di Carita.. yang sebenarnya ada di <a href=\"http:\/\/bocahrantau.wordpress.com\/2013\/03\/05\/carita-punya-carita\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">notes<\/a> ini. Meski doyan banget ke pantai.. tetap saja aku tidak bisa berenang. Tapi kenapa harus takut air jika tak bisa berenang? Sama saja takut akan ketidakmampuan kan? Toh aku masih bisa merasakan semilir angin dan riak air pantai meski cuma di pinggirnya kan? Dalam hidup pun begitu.. aku juga membiasakan diri untuk tidak takut dalam ketidakbisaanku. Badan pendek? Idung pesek? Belum tahu ini itu? Gak masalah.. yang penting cerdas dalam menyiatinya.. <span style=\"color:#ff0000;\">caranya?<\/span> Next aku kasih tahu deh.. yang jelas <span style=\"color:#ff0000;\">AKU GAK BISA BERENANG<\/span>.. selamat malaaaam..<\/p>\n<figure id=\"attachment_1316\" aria-describedby=\"caption-attachment-1316\" style=\"width: 595px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"http:\/\/bocahrantau.files.wordpress.com\/2013\/01\/7_tersulit.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-large wp-image-1316\" alt=\"yang ini cuma sedetik bertahan.. habis itu byuur..makanya jadi resolusiku..\" src=\"http:\/\/bocahrantau.files.wordpress.com\/2013\/01\/7_tersulit.jpg?w=595\" width=\"595\" height=\"446\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-1316\" class=\"wp-caption-text\">yang ini cuma sedetik bertahan.. habis itu byuur..makanya jadi resolusiku..<\/figcaption><\/figure>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Siang itu terik matahari rasanya membakar kaki-kaki kami.. Ya beberapa lelaki kecil usia belasan, aku dan teman-teman tetanggaku, \u00a0baru saja menyelesaikan anjangsana dalam rangka Lebaran ke rumah kerabatku. Waktu itu di tengah panasnya cuaca ada satu teman yang mengajak renang di Kali Mesin yaitu semacam danau buatan yang sengaja untuk mengaliri persawahan penduduk. Aku sedikit [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[10],"tags":[130,172,220,470],"class_list":["post-1670","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-true-stories-of-me","tag-berenang","tag-carita","tag-danau-buatan","tag-lebaran"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bocahrantau.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1670","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bocahrantau.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bocahrantau.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bocahrantau.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bocahrantau.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1670"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/bocahrantau.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1670\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bocahrantau.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1670"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bocahrantau.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1670"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bocahrantau.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1670"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}