{"id":1102,"date":"2012-07-11T12:13:34","date_gmt":"2012-07-11T05:13:34","guid":{"rendered":"http:\/\/bocahrantau.wordpress.com\/?p=1102"},"modified":"2012-07-11T12:13:34","modified_gmt":"2012-07-11T05:13:34","slug":"syarat-jatuh-cinta-ala-ku-sendiri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bocahrantau.com\/index.php\/2012\/07\/11\/syarat-jatuh-cinta-ala-ku-sendiri\/","title":{"rendered":"Syarat Jatuh Cinta.. Ala-ku Sendiri.."},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align:justify;\"><a href=\"http:\/\/bocahrantau.files.wordpress.com\/2012\/07\/syarat-jatuh-cinta.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-1103\" title=\"syarat jatuh cinta\" src=\"http:\/\/bocahrantau.files.wordpress.com\/2012\/07\/syarat-jatuh-cinta.jpg\" alt=\"\" width=\"600\" height=\"631\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align:justify;\">\n<p style=\"text-align:justify;\">Hari menjelang siang tentunya saat langkah gontaiku memasuki mess setelah semalam begadangan shift malam. Namun apa lacur.. mata seolah tidak takluk juga malah jelalatan menyapu isi kamar yang baru saja kumasuki. Terlebih binarnya seperti bertambah ketika melihat tumpukan buku yang baru saja kubeli kemarin di sudut kota Depok. Satu buku sudah kubaca, buku apa lagi ya? Ehm.. tanganku <em>gak<\/em> sinkron dengan hati dan benak nampaknya karena tiba-tiba di tanganku sudah ada satu buku bersampul kiyut dengan judul Syarat Jatuh Cinta.. Aih, apa-apaan ini, jiwa STMJ-ku (<em>Sudah Tua Masih Jomblo.red<\/em>) serasa berontak, jangan ini ah.. <em>masak<\/em> abis begadangan mau bercinta-cinta.. hehehehe.<\/p>\n<p style=\"text-align:justify;\">Tapi itu cuma sebentar sebab beberapa detik kemudian aku sudah <em>nangkring<\/em> di atas kursi bakso dalam ruang dapur mess. Secangkir kopi, dua bungkus wafer, dan sebungkus rokok sudah menemaniku (<em>mohon jangan ditiru untuk yang terakhir ini<\/em>) untuk menemani waktu baca mendadakku. Memang disaput juga rasa penasaran tentang isi buku ini sehingga adik tingkatku yang jago futsal dan laku keras <em>ama<\/em> cewek (<em>daripada dia nangis badai kalau aku sebut Arjuna-nya fakultasku dulu di Jogja<\/em>) sibuk promo buku ini melalui media apa saja. Ah.. pasti ada hubungannya sama si pengarang deh, pasti sama yang cowok kan? Jiaaah.. kalau dia baca tulisan ini pasti tambah <em>nggerung-nggerung..<\/em> Tenang bro.. aku doakan berhasil deeeh..<\/p>\n<p style=\"text-align:justify;\">Tepat pukul 09.30 waktu Cikande, Banten, aku mulai \u2018<em>melahap<\/em>\u2019 novel setebal 237 halaman plus halaman-halaman <em>tetek bengek<\/em> karangan <a title=\"si nona pengarang\" href=\"http:\/\/www.facebook.com\/ntan.josi\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Marin Josi<\/a> dan Purba Sitorus ini. Dan setelah berganti tempat ke kamarku karena si teteh yang suka bantu bersih-bersih mess sedang beraktivitas di dapur maka tepat pukul 10.50 kurampungkan novel remaja ini. Hemh.. benar ternyata kata si Marin yang notabene adik tingkatku waktu kuliah bahwa aku <em>gak<\/em> perlu <em>tissue<\/em> karena akan tertawa dan senyum-senyum setelah membaca novelnya. Cerita dan alurnya menarik, diselingi humor yang cerdas, dan <em>tralalaa..<\/em> si Marin dan Purba sangat <em>smart<\/em> menyelipkan beberapa artikel tentang sedot lemat, menu diet, <em>creambath<\/em>, hingga puisi bahasa <em>Londo<\/em> sehingga novel ini jauh dari kata membosankan. Thanks tentunya ya non dan bro.. karena menambah pengetahuanku juga.<\/p>\n<p style=\"text-align:justify;\"><span style=\"color:#ff0000;\"><strong>STOP!!<\/strong><\/span> Sayangnya aku bukan tukang buat resensi buku, sehingga kalau aku teruskan dengan membahas isi buku takutnya membuat kecewa si pengarang karena ngawur jadinya. Aku juga pengen yang lain beli sendiri agar bisa membaca, menginterpretasi, dan menikmati makna dari Syarat Jatuh Cinta yang ada di novel ini apalagi klimaksnya di halaman terakhir (237), berdansalah dengan pikiranmu dan layangkan tebakan jitumu di sana, jawaban pastinya ada di buku kedua atau ketiga sepertinya (<em>semoga akan ada.. Amiiin<\/em>). Jempol buat kalian berdua (<em>Marin.. mohon kasih tahu si Purba ya..<\/em>). Dua hal yang aku akan ungkap sedikit, pertama adalah inisial nama Asta dan Alana yang sama-sama APP. Ini tidak mengingatkanku pada <em>Aksi Puasa Pembangunan<\/em> tapi melontarkan ingatanku pada mantanku dulu karena inisialnya sama-sama ADP, beda tipis yah.. Kedua, mau nanya, si Fio kira-kira cinta gak ya sama Asta ? Siapa tahu di buku berikutnya misal <em>Syarat Pacaran <\/em>kalian bisa tuliskan cowok idola si Fio.. sebab sahabat, si Fio ini ibarat kata adalah sahabat yang sejati.. Ada di saat senang maupun susah dan <em>kayak kencing dalam kolam renang<\/em>, biar gak terlihat tapi hangatnya selalu terasa. Pengen banget punya sahabat kayak gitu yang buanyaaak.. soalnya aku juga dah punya hehehee..<\/p>\n<p style=\"text-align:justify;\">Baik, tanpa mengganggu ide utama penulis, tiba-tiba aku pengen <em>share<\/em> saja pengalamanku setelah mencincang buku ini dalam waktu kurang dari dua jam. Topiknya tentu sama, <em>syarat jatuh cinta<\/em>&#8230; dan aku punya tiga syaratnya, ada yang punya lebih..?? <em>monggo<\/em> alias silakan.. Yuk disimak&#8230;<!--more--><em><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align:justify;\"><em>PERTAMA, BERHARGA..<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align:justify;\">Jelaslah, jatuh cinta.. tidak hanya kepada lawan jenis, bisa kepada suatu komunitas, suatu benda, suatu paham, satu idola dan lain-lain pasti harus bersyarat bahwa yang kita cintai itu berharga. Benar! Akan ada sisi subyektifitas dalam artian penilaian kita akan berbeda dengan yang lain sebab berharga di mata kita belum tentu sama berharganya di mata orang lain. Tapi tenang, namanya mencintai itu hak asasi kan, jadi kalau memang nilainya gak sama, <em>masalah buat Anda??..<\/em> <em>Piss&#8230;<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align:justify;\"><em>KEDUA, PERLU PENGORBANAN..<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align:justify;\">Tanpa harus mengharapkan dicintai, repot soalnya kalau setiap jatuh cinta harus dibalas dengan mencintai, perlu pengorbanan dalam kondisi ini. Sebentar.. kalau tidak setuju kalimatku barusan, coba bayangkan jika ada cowok yang jatuh cinta pada skill bermain bola Ronaldinho, naaaah.. repot kan kalau si Ronaldinho juga harus jatuh cinta sama si cowok itu.. <em>Back to the second point<\/em>, pengorbanan diperlukan karena untuk melakukan sesuatu selalu ada harganya. Mengutip tulisan <em>Anthony Dio Martin <\/em>dalam bukunya <em>Mental Detox,<\/em> bahwa perlu <em>Kerja Ekstra<\/em> yang merupakan gabungan dari <em>Kerja Keras<\/em> dan <em>Kerja Cerdas <\/em>untuk mewujudkan apa yang sedang kita inginkan<em>.<\/em> Maksudnya? Ayooo baca sendiri dong bukunya.. Contoh gampangnya ya antri untuk dapat konsernya SU-JU, ada yang berpanas-panas ria, ada yang titip temen, ada yang lewat koneksi \u2018<em>dalem<\/em>\u2019 dan sebagainya.. ujungnya ya perlu berkorban juga baik waktu, pikiran, dan uang untuk lembaran tiket konser si <em>boys band<\/em> idola kan?<\/p>\n<p style=\"text-align:justify;\"><em>KETIGA, HARUS LOGIS dan RASIONAL<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align:justify;\">Nah.. karena kita manusia biasa, maka syarat jatuh cinta terakhir\u00a0 menurutku adalah yang kutulis barusan. Kenapa? Jika di dalam keyakinanku, ada Yesus yang mau disalib untuk menebus dosa umatNya. Tapi Dia adalah Putera Allah, jadi kita tidak bisa menirunya di kehidupan sekarang, kalaupun ada mohon koreksi pernyataanku ya.. Di novelnya Marin dan Purba ada si Fio sahabat sejati Alana yang menghadirkan nuansa logis nan rasional dalam setiap pertemanan mereka di sela usaha Alana yang sedang jatuh cinta. Kalau saya, karena bertambahnya usia ada pengalaman demi pengalaman saat mencintai, maka ada pengalaman plus beberapa sahabat yang membuat saya masih bisa berpikir logis dan rasional walau jujur kadang-kadang masih \u2018<em>buta<\/em>\u2019 juga saat ada di kondisi tersebut. Seperti gambar di coretan ini yang ada background tuts <em>keyboard <\/em>si Aspire, butuh pemikiran untuk merangkai huruf jadi kata, kata jadi kalimat, kalimat jadi paragraf atau bait, dan seterusnya.. Kalau kamu?? Ssst.. jawab dalam hati saja, temukan syarat jatuh cinta yang lain untukmu sendiri ya&#8230; Yang tiga barusan biarlah untukku saja.. Selamat menjelang siangmu sahabat..<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Hari menjelang siang tentunya saat langkah gontaiku memasuki mess setelah semalam begadangan shift malam. Namun apa lacur.. mata seolah tidak takluk juga malah jelalatan menyapu isi kamar yang baru saja kumasuki. Terlebih binarnya seperti bertambah ketika melihat tumpukan buku yang baru saja kubeli kemarin di sudut kota Depok. Satu buku sudah kubaca, buku apa lagi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[272,521,593,745,875],"class_list":["post-1102","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-polahku-teranyar","tag-gagas-media","tag-marin-josi","tag-novel-remaja","tag-purba-sitorus","tag-syarat-jatuh-cinta"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bocahrantau.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1102","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bocahrantau.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bocahrantau.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bocahrantau.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bocahrantau.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1102"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/bocahrantau.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1102\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bocahrantau.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1102"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bocahrantau.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1102"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bocahrantau.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1102"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}